Digulung Tsunami PHK, 83.450 Orang Mendadak Jadi Pengangguran

Senin, 05 Mei 2025 - 14:08 WIB
loading...
Digulung Tsunami PHK,...
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi sejak awal tahun 2025 menciptakan lebih banyak pengangguran di Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi sejak awal tahun 2025 menciptakan lebih banyak pengangguran di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran bertambah 83.450 orang pada Februari 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, peningkatan jumlah pengangguran terjadi meskipun jumlah angkatan kerja dan pekerja juga meningkat.

"Angkatan kerja pada Februari 2025 tercatat sebanyak 153,05 juta orang, naik 3,67 juta dibanding Februari 2024. Jumlah pekerja meningkat 3,59 juta, tetapi jumlah penganggur juga bertambah menjadi 7,28 juta orang," ujar Amalia, dalam Rilis Resmi BPS, Senin (5/5/2025).

Baca Juga: 7,28 Juta Orang Indonesia Jadi Pengangguran per Februari 2025

Dia menambahkan, sebagian besar penduduk usia kerja yang mengalami PHK dan kini masih menganggur berasal dari sektor industri dan perdagangan. "Ini mengindikasikan sektor-sektor padat karya tengah menghadapi tekanan yang signifikan," kata Amalia.

Fenomena ini diperkuat data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Hingga Februari 2025, Kemenaker mencatat sedikitnya 18.610 pekerja menjadi korban PHK. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan Januari 2025 yang mencatat 3.325 kasus PHK.

Baca Juga: Breaking News: Ekonomi Indonesia Cuma Tumbuh 4,87% di Kuartal I-2025

Jawa menjadi wilayah dengan jumlah PHK tertinggi menunjukkan dampak yang tidak merata antarwilayah, namun tetap signifikan secara nasional. Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk segera merespons dengan langkah strategis terutama dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan mendukung sektor-sektor yang terdampak.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Ketum IDI Prediksi 5-10...
Ketum IDI Prediksi 5-10 Tahun Mendatang Terjadi Pengangguran Intelektual Dokter
Wanita Ini Dipecat karena...
Wanita Ini Dipecat karena Suaminya Kerja di Perusahaan Saingan, Urusannya sampai Pengadilan
Rekomendasi
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved