China Buka Kembali Ekspor Magnet Tanah Jarang, Pemasok VW Masuk Daftar

Kamis, 15 Mei 2025 - 07:28 WIB
loading...
China Buka Kembali Ekspor...
China telah mengeluarkan izin ekspor kepada setidaknya empat produsen magnet tanah jarang termasuk pemasok untuk Volkswagen, produsen mobil Jerman. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - China telah mengeluarkan izin ekspor kepada setidaknya empat produsen magnet tanah jarang termasuk pemasok untuk Volkswagen, produsen mobil Jerman. Izin ini menjadi yang pertama, sejak Beijing membatasi ekspor yang terkait dengan mineral langka logam tanah jarang.

Berdasatkan sumber industri yang tidak disebutkan namanya seperti dilansir Reuters, hal ini menjadi sinyal bahwa mineral kritis asal China bakal terus mengalir. Baotou Tianhe Magnetics, yang membuat magnet yang digunakan dalam motor mobil listrik dan hybrid, menerima lisensi untuk Volkswagen pada akhir April, kata tiga sumber terkait.

Salah satu sumber menambahkan bahwa produsen mobil tersebut telah menghubungi Beijing untuk meminta bantuan selama proses tersebut. Baca Juga: China Jago Lobi Trump, Apa Peran Harta Karun Tanah Jarang di Baliknya?

"Kami tetap berhubungan erat dengan pemasok kami dan telah menerima indikasi bahwa dengan jumlah terbatas, pemasok magnet Volkswagen AG telah diberikan izin ekspor oleh pemerintah China," kata Volkswagen dalam menanggapi pertanyaan dari Reuters.

Meski begitu perusahaan menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut. Zhongke Sanhuan menerima setidaknya satu izin, kata sumber tersebut.

Sedangkan Baotou INST Magnetic dan Earth-Panda Advanced Magnetic Material juga diberikan setidaknya satu izin. Para sumber menolak untuk diidentifikasi karena sensitifnya masalah ini. Sedangkan keempat produsen magnet dan kementerian perdagangan China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Lisensi ekspor diberikan untuk setiap pelanggan dan belum diketahui secara jelas apakah semua klien dari keempat perusahaan telah disetujui oleh Beijing. Salah satu sumber mengatakan izin hanya diberikan kepada pemasok untuk pelanggan di Eropa dan Vietnam.

Namun, izin tersebut dikeluarkan sebelum gencatan perang dagang yang disepakati dengan Washington pada hari Senin, yang menurut sumber industri kemungkinan akan mempermudah pelanggan AS untuk mendapatkan persetujuan.

Izin ekspor dikeluarkan Beijing hanya kurang dari sebulan setelah menerapkan pembatasan pada tujuh unsur tanah jarang dan bahan terkait sebagai bagian dari respons terhadap tarif Presiden AS Donald Trump sebelumnya. Keputusan ini meruntuhkan ekspektasi industri akan penantian yang lama.

Baca Juga: AS Menemukan Cara Mengalahkan China dalam Dominasi Logam Tanah Jarang

Sumber-sumber mengatakan, bahwa izin tersebut adalah yang pertama dikeluarkan sejak Beijing memberlakukan pembatasannya. China seperti diketahui mendominasi pengolahan 17 unsur tanah jarang yang digunakan di seluruh energi bersih, pertahanan, dan pembuatan mobil.

Perusahaan-perusahaan global hanya memiliki sedikit pilihan untuk pemasok alternatif, jika ada. Ketergantungan itu ditunjukkan oleh intervensi Volkswagen serta upaya lobi dari pengguna asal Barat lainnya. Elon Musk mengatakan, bulan lalu bahwa Tesla sedang dalam pembicaraan dengan Beijing mengenai lisensi untuk robot Optimus-nya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Rekomendasi
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Infografis
5 Negara Penguasa Harta...
5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved