1,3 Juta Konten Judi Online Diblokir, Paling Banyak dari Situs dan Iklan di Medsos

Kamis, 15 Mei 2025 - 16:34 WIB
loading...
1,3 Juta Konten Judi...
Ilustrasi seorang wanita menangis kalah bermain judi online. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memblokir sebanyak 1,3 juta konten yang berkaitan dengan judi online atau judol. Tindakan ini dilakukan sejak 20 Oktober 2024 hingga Mei 2025.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa dari total 1,3 juta konten yang diblokir, sekitar 1,2 juta di antaranya berasal dari situs judi online. Sementara, sisanya iklan judi yang ditayangkan di berbagai platform media sosial.

"Periode 20 Oktober 2024 hingga Mei 2025, kami telah menangani 1,3 juta konten judi online," ujar Alexander di Kantor Komdigi, Jakarta, Kamis (15/5).

Baca Juga: Komdigi Tebar Jaring Raksasa, 1,5 Juta Konten Haram Rontok! Transaksi Judi Online Terjungkal

Lebih lanjut, Alexander menjelaskan bahwa mayoritas konten yang diblokir berasal dari situs dan alamat IP, dengan jumlah mencapai 1,2 juta, diikuti oleh iklan yang muncul di platform media sosial.

Praktik judi online ini dinilai telah mengikis produktivitas anak muda, merusak ekonomi keluarga, dan mengancam masa depan generasi muda. Jika dibiarkan, praktik ilegal ini berpotensi merugikan ekonomi nasional hingga Rp1.000 triliun pada akhir 2025, berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Baca Juga: PPATK Ungkap Pemain Judi Online Mayoritas Berpenghasilan di Bawah Rp5 Juta

Alexander menegaskan pemerintah melalui Komdigi akan terus melakukan intervensi dengan memblokir situs dan konten judi online. "Apabila tidak dilakukan intervensi terhadap judi online, potensi kerugian dari praktik ini dapat mencapai sekitar Rp 1.000 triliun di akhir tahun 2025," tegasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
AS Ancam Blokir Selat...
AS Ancam Blokir Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD150 per Barel
Dilema Larangan Usia...
Dilema Larangan Usia Medsos: Menyeimbangkan Perlindungan Anak dan Masa Depan Investasi Digital
Indonesia Punya Modal...
Indonesia Punya Modal Besar, Saatnya Memulai Produksi Chip Sendiri
Pola Scam Makin Beragam,...
Pola Scam Makin Beragam, Gen Z Wajib Pahami Modusnya
Cegah Penipuan Digital,...
Cegah Penipuan Digital, Danamon Imbau Nasabah Bijak Gunakan Media Sosial
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Rekomendasi
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Bukan Messi atau Ronaldo,...
Bukan Messi atau Ronaldo, Hanya Kylian Mbappe yang Kenakan Lencana Istimewa di Piala Dunia 2026
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Berita Terkini
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved