Pertamina EP Perkenalkan Inovasi Migas Berkelanjutan ke Unhan
Minggu, 18 Mei 2025 - 12:18 WIB
loading...
Pertamina EP (PEP) Jatibarang Field menerima kunjungan dari Universitas Pertahanan (Unhan) pada Kamis (14/5). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina EP (PEP) Jatibarang Field terus berinovasi dalam mendorong produksi minyak dan gas bumi (migas) yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Hal itu ditekankan saat PEP Jatibarang Field menerima kunjungan dari Universitas Pertahanan (Unhan) pada Kamis (14/5).
Salah satu inovasi utama yang dipresentasikan adalah metode reaktivasi sumur suspend JTB-055. Metode ini berhasil meningkatkan produksi dan sales gas dari sebelumnya 2 juta standard kaki kubik per hari (MMSCFD) menjadi 4,5 MMSCFD, hampir dua kali lipat. Inovasi ini menjadi bukti nyata kemampuan teknologi dalam mengoptimalkan potensi sumur yang sebelumnya tidak aktif.
Baca Juga: Unhan Cetak 426 Lulusan Unggul, Wamenhan Beri Pesan Penting
Selain itu, Pertamina EP juga memaparkan inovasi pemompaan PCP-Dobber yang sukses menurunkan potensi kehilangan produksi (loss production opportunity/LPO). Metode ini tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya operasional, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam penurunan emisi karbon dioksida, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap lingkungan.
"Inovasi ini merupakan bagian dari upaya kami mendorong produksi berkelanjutan yang tetap sejalan dengan target emisi rendah, mendukung komitmen net zero emission pada 2060 sesuai Paris Agreement," ujar Senior Manager Pertamina EP Jatibarang Field, Gondo Irawan.
Salah satu topik yang menarik perhatian mahasiswa adalah penggunaan metode cyclone untuk efisiensi produksi dan pemisahan fluida. Gondo menjelaskan, metode cyclone dianggap paling efisien untuk kondisi lapangan saat ini terutama dalam pemisahan awal fluida.
Wakil Dekan I Unhan, Laksamana TNI Yanda Dwira Firman Z, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang dilakukan Pertamina EP. Menurutnya, inovasi tersebut merupakan aksi nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional dan mencerminkan semangat bela negara yang patut diteladani oleh generasi muda.
Salah satu inovasi utama yang dipresentasikan adalah metode reaktivasi sumur suspend JTB-055. Metode ini berhasil meningkatkan produksi dan sales gas dari sebelumnya 2 juta standard kaki kubik per hari (MMSCFD) menjadi 4,5 MMSCFD, hampir dua kali lipat. Inovasi ini menjadi bukti nyata kemampuan teknologi dalam mengoptimalkan potensi sumur yang sebelumnya tidak aktif.
Baca Juga: Unhan Cetak 426 Lulusan Unggul, Wamenhan Beri Pesan Penting
Selain itu, Pertamina EP juga memaparkan inovasi pemompaan PCP-Dobber yang sukses menurunkan potensi kehilangan produksi (loss production opportunity/LPO). Metode ini tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya operasional, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam penurunan emisi karbon dioksida, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap lingkungan.
"Inovasi ini merupakan bagian dari upaya kami mendorong produksi berkelanjutan yang tetap sejalan dengan target emisi rendah, mendukung komitmen net zero emission pada 2060 sesuai Paris Agreement," ujar Senior Manager Pertamina EP Jatibarang Field, Gondo Irawan.
Salah satu topik yang menarik perhatian mahasiswa adalah penggunaan metode cyclone untuk efisiensi produksi dan pemisahan fluida. Gondo menjelaskan, metode cyclone dianggap paling efisien untuk kondisi lapangan saat ini terutama dalam pemisahan awal fluida.
Wakil Dekan I Unhan, Laksamana TNI Yanda Dwira Firman Z, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang dilakukan Pertamina EP. Menurutnya, inovasi tersebut merupakan aksi nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional dan mencerminkan semangat bela negara yang patut diteladani oleh generasi muda.
Lihat Juga :