alexametrics

Terimbas Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun 8 Persen

loading...
Terimbas Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun 8 Persen
Konsumsi BBM turun 8% sejak diterapkannya work from home menyikapi penyebaran Covid-19. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melaporkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menurun akibat terimbas wabah corona (Covid-19). Berdasarkan data perseroan sejak penerapan work from home (WFH) tanggal 16 Maret 2020, secara umum konsumsi BBM turun 8% dari rata-rata normal harian dari 134,87 ribu kiloliter (KL) turun menjadi 123,74 ribu KL.

"Dari pantauan Pertamina, seiring merebaknya covid-19 konsumsi masyarakat untuk BBM memang mengalami penurunan," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, di Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Sementara konsumsi gas elipiji rumah tangga tercatat mengalami kenaikan 0,7% dari konsumsi normal harian 21,93 ribu metrik ton menjadi 22,10 ribu metrik ton. Sedangkan LPG rumah tangga non subsidi naik sebesar 5,4% dari konsumsi normal harian 2,05 ribu metrik ton menjadi 2,16 metrik ton.



"Ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan elpiji non subsidi untuk kebutuhan memasak di rumah," kata dia.

Untuk mendukung masa darurat Covid-19, imbuhnya, Pertamina menjamin ketersediaan pasokan BBM dan elpiji dalam kondisi aman. Saat ini, pasokan rata-rata nasional untuk BBM berada di level 23 hari dan stok elpiji selama 17 hari.

"Stok ini akan terus ditambah sesuai dengan jadwal suplai yang telah direncanakan berdasarkan tingkat konsumsi masyarakat di setiap wilayah," ujarnya.

Tidak hanya itu, Pertamina juga memastikan secara keseluruhan operasional produksi, pengolahan, distribusi dan pemasaran produk Pertamina tetap berjalan dengan baik. Bahkah untuk mendukung kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah, Pertamina mengoptimalkan layanan pengantaran atau Pertamina Delivery Service melalui Call Center 135 bagu masyarakat yang memilih untuk beraktivitas di rumah saja selama kondisi siaga Covid-19.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus, imbunhya, Pertamina juga menyemprotkan disinfektan pada tabung-tabung elpiji, fasilitas SPBU dan penerapan prosedur tambahan untuk petugas SPBU seperti penggunaan masker, sarung tangan dan hand sanitizer.

"Kami telah menerapkan kebijakan secara internal untuk pengaturan pekerja dimana pekerja di dalam lingkungan operasional perusahaan tetap masuk, sementara untuk pekerja kantoran menjalankan work from home. Dengan kebijakan tersebut, kami memastikan pasokan BBM dan elpiji aman ke depannya," tutur Fajriyah.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak