alexametrics

Harga Minyak Dunia Terkerek Naik di Tengah Janji Suntikan Stimulus

loading...
Harga Minyak Dunia Terkerek Naik di Tengah Janji Suntikan Stimulus
Harga minyak mentah dunia menanjak naik setelah para pemimpin dunia berjanji memberikan suntikan dana besar sebagai stimulus untuk membatasi dampak ekonomi dari pandemi virus corona. Foto/Dok
A+ A-
TOKYO - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan, Jumat (27/3/2020) menanjak naik setelah para pemimpin dunia berjanji memberikan suntikan dana besar sebagai stimulus untuk membatasi dampak ekonomi dari pandemi virus corona. Meski kekhawatiran terhadap wabah tersebut telah menggerus permintaan minyak global.

Dilansir Reuters hari ini, usai jatuh selama empat pekan terakhir kini harga minyak Brent yang menjadi patokan Internasional menguat sebesar 50 sen atau hampir 20% menjadi USD26,84 per barel pada pukul 01.16 GMT. Raihan ini juga membuatnya berada di jalur stabil secara mingguan atau hanya sedikit lebih rendah.

Sementara harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) juga naik 60 sen yang setara dengan 2,7% untuk bertengger di level USD23,20/barel dan menuju keuntungan mingguan sekitar 3%. Kedua kontrak minyak global tersebut tercatat telah mengalami penurunan sekitar 60% sepanjang tahun ini.



Di sisi lain para pemimpin dunia yang tergabung di G20 berjanji untuk mengucurkan dana lebih dari USD5 triliun ke ekonomi dunia. Stimulus ini untuk membatasi kerugian yang ditimbulkan dari virus corona, dan akan melakukan apapun untuk mengatasi pandemi yang telah menggerus perekonomian dunia.

Amerika Serikat kini telah mengikuti China, dan Italia kini menjadi negara dengan kasus virus yang paling signifikan, menurut penghitungan Reuters. Mereka menghadapi lonjakan rawat inap kasus penderita corona dan mengalami kekurangan persediaan, staf dan tempat tidur di rumah sakit.

"AS adalah yang paling konsekuensial permintaan minyak di dunia dan real-time data GPS menunjukkan 82% penurunan kemacetan di kota utama AS. Pada akhirnya, konsumsi AS harus memimpin jalan bagi pemulihan permintaan minyak global," ujar ekonom Capital Economics.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak