Bantu Pakistan, IMF Gelontorkan Dana Rp16 Triliun Hadapi Risiko Ini

Rabu, 21 Mei 2025 - 13:37 WIB
loading...
Bantu Pakistan, IMF...
Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui pemberian dana kepada Pakistan. FOTO/Daily Times
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui pemberian dana sebesar USD1 miliar setara Rp16 triliun kepada Pakistan. Dana ini diberikan sebagai bagian dari dukungan baru melalui skema Resilience and Sustainability Facility (RSF) untuk membantu menghadapi risiko perubahan iklim dan memperkuat ketahanan ekonomi jangka panjang.

Keputusan ini diambil setelah IMF mengakui keberhasilan Pakistan dalam melaksanakan reformasi ekonomi di bawah program Extended Fund Facility (EFF). Dalam tinjauan terbaru yang dirilis IMF, Pakistan dinilai telah memenuhi semua tolok ukur kinerja utama hingga Desember 2024.

"Pemerintah Pakistan telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengimplementasikan kebijakan yang mendukung stabilitas makroekonomi dan fondasi pertumbuhan berkelanjutan," demikian disampaikan IMF dalam laporan tinjauan program EFF, dikutip dari Daily Times, Rabu (21/5).

Baca Juga: Investasi Mengalir Deras ke Pakistan, Bahrain Gelontorkan Rp214 Miliar hanya Dalam Sehari

Pakistan berhasil memenuhi tujuh kriteria kinerja kuantitatif dan lima dari delapan target indikatif dalam program tersebut. Laporan IMF juga mencatat perbaikan pada neraca transaksi berjalan, kenaikan cadangan devisa di atas ekspektasi, serta penurunan inflasi meski inflasi inti masih tinggi pada level 9%.

Meski demikian, IMF juga mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Pakistan selama semester pertama tahun fiskal 2025 lebih lambat dari yang diharapkan. Namun, manajemen fiskal dianggap tetap berada di jalur yang tepat, dengan pencapaian surplus primer oleh pemerintah.

Lembaga keuangan internasional itu mengingatkan Pakistan untuk terus menjalankan kebijakan pengetatan moneter berbasis data dan mempertahankan nilai tukar berbasis pasar. Langkah ini diperlukan guna melindungi kemajuan ekonomi yang telah dicapai sejauh ini.

IMF juga menyoroti pentingnya reformasi struktural lanjutan, termasuk dalam memperluas basis pajak, mengurangi ketergantungan terhadap utang publik, serta memperbesar ruang fiskal bagi pengeluaran sosial dan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Gaji Pokok Tentara Pakistan, Sersan Rp14 Juta, Jenderal Rp84 Juta Per Bulan

Di sektor energi, IMF menyatakan perlunya penyesuaian tarif secara berkala agar mencerminkan biaya riil produksi dan distribusi. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan sektor energi dan mencegah tekanan tambahan pada anggaran negara.

Program RSF yang diusulkan bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan Pakistan terhadap bencana alam, mengelola sumber daya air secara berkelanjutan, serta mewajibkan pengungkapan risiko iklim oleh sektor keuangan dan korporasi.

Dewan Eksekutif IMF dijadwalkan meninjau permintaan pendanaan RSF dari Pakistan dalam beberapa bulan mendatang. Persetujuan akhir bergantung pada konsistensi Pakistan dalam menjalankan agenda reformasi yang telah dirancang.

Langkah IMF ini merupakan bagian dari pendekatan global dalam mengintegrasikan keberlanjutan dan mitigasi risiko iklim ke dalam kerangka pembangunan ekonomi negara-negara berkembang. Dengan bantuan ini, Pakistan diharapkan mampu membangun daya tahan ekonomi dan infrastruktur yang lebih baik terhadap tantangan iklim dan gejolak global di masa depan.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Cerita Purbaya Tolak...
Cerita Purbaya Tolak Dana Segar dari IMF dan World Bank: Kita Punya Tabungan Sendiri
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Tekanan Fiskal Meningkat,...
Tekanan Fiskal Meningkat, IMF Wanti-wanti Ledakan Utang Publik Global
Purbaya Tolak Sodoran...
Purbaya Tolak Sodoran Utang IMF saat Lawatan ke Amerika
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Rekomendasi
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Infografis
4 Kejutan Pakistan Saat...
4 Kejutan Pakistan Saat Hadapi Serangan Militer India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved