Lewat YESS, Kementan Pastikan Peran Aktif Disabilitas dalam Pembangunan Pertanian

Senin, 26 Mei 2025 - 12:59 WIB
loading...
Lewat YESS, Kementan...
Kementan terus memberikan perhatian khusus kepada masyarakat berkebutuhan khusus (disabilitas) dengan membuka peluang besar bagi mereka untuk terlibat dalam sektor pertanian. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian ( Kementan ) terus memberikan perhatian khusus kepada masyarakat berkebutuhan khusus ( disabilitas ) dengan membuka peluang besar bagi mereka untuk terlibat dalam sektor pertanian. Melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Kementan berkomitmen memberikan kesempatan bagi kaum disabilitas untuk berpartisipasi aktif dan mengembangkan potensi mereka di bidang pertanian.

Program YESS ikut melibatkan secara aktif individu disabilitas untuk mendukung inklusi sosial yang lebih besar dalam masyarakat. Individu yang mengalami disabilitas dilibatkan agar dapat mengatasi berbagai hambatan yang sering dihadapi khusunya di bidang pertanian .

Tercatat selama lima tahun Program YESS ada sebanyak 941 kaum disabilitas yang terlibat dalam bidang pertanian. Dari total disabilitas yang terlibat dalam program YESS, sebanyak 547 perempuan dan 394 perempuan yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Mentan Chile hingga Jepang Kunjungi Kementan Perkuat Kolaborasi Pertanian

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk terlibat dalam pembangunan sektor pertanian, tanpa terkecuali bagi mereka yang memiliki disabilitas. Kaum disabilitas juga memiliki potensi besar yang perlu dioptimalkan. Dia yakin dengan dukungan yang tepat, mereka dapat berkontribusi secara signifikan dalam sektor pertanian, yang merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia .

Sektor pertanian disebut tidak hanya membutuhkan tenaga kerja fisik, tetapi juga kreativitas, inovasi, dan keterampilan teknis yang dapat diberikan oleh semua individu, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Oleh karena itu, Kementan terus mengembangkan program yang inklusif dan memastikan bahwa semua orang, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam sektor ini.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menegaskan komitmennya untuk mendorong generasi muda, termasuk mereka yang memiliki disabilitas, agar dapat terlibat aktif dalam kegiatan pertanian. Dia menegaskan selalu memberikan kesempatan yang luas untuk mengakses pelatihan, teknologi, dan sumber daya yang diperlukan untuk sukses di sektor ini termasuk disabilitas.

"Perbedaan fisik bukanlah hambatan untuk memperoleh hak yang sama. Di BPPSDMP, kami memastikan bahwa semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas, mendapatkan akses yang setara untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor pertanian," katanya dalam siaran pers, Senin (26/5/2025).

Direktur Program YESS Muhammad Amin, menyampaikan program ini tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga mendukung kaum disabilitas dengan akses modal usaha, agar mereka bisa memulai dan mengembangkan bisnis pertanian mereka secara mandiri. Dia berkomitmen untuk menghapuskan hambatan yang sering dihadapi oleh individu disabilitas dalam mengakses peluang ekonomi.

Dengan dukungan yang tepat, kami berharap mereka bisa mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan dan bahkan berpotensi untuk dipasarkan secara luas. Dia juga menekankan pentingnya pendampingan dalam proses pengembangan usaha bagi individu disabilitas. ”Sebanyak 58% laki-laki dan 42 perempuan disabilitas mendapatkan hibah kompetitif dan pelatihan intensif,” katanya.

Salah satu petani pepaya dari Tanah Laut, Kalimantan Selatan Rahmadi membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan hambatan untuk maju. Bahkan dia telah menjadi inspirasi anak muda lain di likungannya. Baca juga: Pekerjakan Disabilitas, Krakatau Steel-Kemnaker Wujudkan Lingkungan Kerja Inklusif

Sejak mendapatkan hibah dari Program YESS pada 2023 berupa bibit pepaya Hawai, uang tunai, dan obat-obatan, usaha Rahmadi berkembang pesat. Ia membentuk kelompok tani beranggotakan 30 orang untuk mempermudah akses pupuk bersubsidi. “Sekarang banyak yang ikut-ikut. Kalau mau ditambah, bisa sampai ratusan yang ingin bergabung,” tuturnya.

Rahmadi juga aktif mendorong teman-teman disabilitas agar percaya diri dan bergabung dengan Program YESS. “Harapan saya, teman-teman disabilitas tetap semangat. Jangan sampai kita menadahkan tangan, walau keadaan kita seperti ini,” ujarnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Pemberdayaan Inklusif...
Pemberdayaan Inklusif Jadi Kunci, Penyandang Disabilitas Dibekali Keterampilan Siap Kerja
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Rekomendasi
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
10 Pemain Terkaya Piala...
10 Pemain Terkaya Piala Dunia 2026: Ronaldo Nomor 1
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved