Kunjungan Macron ke Indonesia, Danone Perkuat Kerja Sama dengan BGN
Kamis, 29 Mei 2025 - 11:41 WIB
loading...
Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia, PT Sarihusada Generasi Mahardhika, anak perusahaan Danone di Indonesia, menandatangani MoU dengan BGN. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia, PT Sarihusada Generasi Mahardhika, anak perusahaan Danone di Indonesia, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Kerja sama ini bertujuan memperkuat program kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya penanggulangan anemia defisiensi zat besi pada anak.
Penandatanganan MoU bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Prancis. Kerja sama ini menjadi salah satu dari sejumlah kemitraan strategis yang dibentuk antara pemerintah kedua negara, melibatkan sektor swasta untuk mendukung agenda prioritas nasional.
Program kolaborasi ini akan fokus pada skrining anemia defisiensi zat besi guna mengumpulkan data dasar dan memetakan faktor risiko. Hasilnya diharapkan dapat mendukung intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, program ini juga mencakup edukasi gizi seimbang dan promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sejumlah lokasi terpilih.
"Indonesia bukan sekedar pasar, tapi rumah kami," ujar CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, dalam pernyataan resmi, Kamis (29/5).
Baca Juga: Momen Prabowo dan Macron Bersulang saat Gala Dinner
Ia menyebut, Sarihusada telah beroperasi sejak 1954 dengan misi mengatasi malnutrisi anak, yang hingga kini tetap menjadi fondasi utama perusahaan. Sejarah panjang Danone di Indonesia semakin menguat setelah bergabung dengan keluarga Tirto Utomo pada 1998.
"Kolaborasi ini memperdalam nilai-nilai lokal dalam operasional bisnis kami dan memperluas dampak positif di berbagai wilayah," tambah Saint-Affrique.
Melalui Sarihusada, Danone menghadirkan nutrisi berbasis sains dengan merek-merek lokal terpercaya. "MoU dengan BGN mencerminkan dukungan kami terhadap visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan anak dan keluarga Indonesia," tegasnya.
Kerja sama ini memperkuat komitmen jangka panjang Danone dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Perusahaan terus mengembangkan inovasi nutrisi yang terjangkau dan efektif bagi masyarakat.
Sebagai induk PT Sarihusada, Danone telah beroperasi di Indonesia lebih dari 70 tahun dengan jejak bisnis yang meliputi 24 pabrik, 84 distributor, dan lebih dari 150.000 titik penjualan ritel. Perusahaan ini juga mempekerjakan lebih dari 11.000 karyawan di Tanah Air.
Baca Juga: Profil Emmanuel Macron, Presiden Prancis yang Takut pada Istrinya
Selain aspek bisnis, Danone aktif berkolaborasi dengan komunitas, akademisi, dan lembaga pemerintah untuk mendorong peningkatan gizi masyarakat. Kehadiran Macron dalam kunjungan ini semakin mempertegas hubungan bilateral yang erat, termasuk dalam sektor kesehatan dan pembangunan berkelanjutan.
"Kemitraan dengan BGN adalah langkah nyata untuk membantu mengurangi prevalensi anemia pada anak, yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia," kata Direktur PT Sarihusada, Arif Mujahidin. Ia berharap kerja sama ini dapat mempercepat pencapaian target gizi nasional.
Penandatanganan MoU bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Prancis. Kerja sama ini menjadi salah satu dari sejumlah kemitraan strategis yang dibentuk antara pemerintah kedua negara, melibatkan sektor swasta untuk mendukung agenda prioritas nasional.
Program kolaborasi ini akan fokus pada skrining anemia defisiensi zat besi guna mengumpulkan data dasar dan memetakan faktor risiko. Hasilnya diharapkan dapat mendukung intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, program ini juga mencakup edukasi gizi seimbang dan promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sejumlah lokasi terpilih.
"Indonesia bukan sekedar pasar, tapi rumah kami," ujar CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, dalam pernyataan resmi, Kamis (29/5).
Baca Juga: Momen Prabowo dan Macron Bersulang saat Gala Dinner
Ia menyebut, Sarihusada telah beroperasi sejak 1954 dengan misi mengatasi malnutrisi anak, yang hingga kini tetap menjadi fondasi utama perusahaan. Sejarah panjang Danone di Indonesia semakin menguat setelah bergabung dengan keluarga Tirto Utomo pada 1998.
"Kolaborasi ini memperdalam nilai-nilai lokal dalam operasional bisnis kami dan memperluas dampak positif di berbagai wilayah," tambah Saint-Affrique.
Melalui Sarihusada, Danone menghadirkan nutrisi berbasis sains dengan merek-merek lokal terpercaya. "MoU dengan BGN mencerminkan dukungan kami terhadap visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan anak dan keluarga Indonesia," tegasnya.
Kerja sama ini memperkuat komitmen jangka panjang Danone dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Perusahaan terus mengembangkan inovasi nutrisi yang terjangkau dan efektif bagi masyarakat.
Sebagai induk PT Sarihusada, Danone telah beroperasi di Indonesia lebih dari 70 tahun dengan jejak bisnis yang meliputi 24 pabrik, 84 distributor, dan lebih dari 150.000 titik penjualan ritel. Perusahaan ini juga mempekerjakan lebih dari 11.000 karyawan di Tanah Air.
Baca Juga: Profil Emmanuel Macron, Presiden Prancis yang Takut pada Istrinya
Selain aspek bisnis, Danone aktif berkolaborasi dengan komunitas, akademisi, dan lembaga pemerintah untuk mendorong peningkatan gizi masyarakat. Kehadiran Macron dalam kunjungan ini semakin mempertegas hubungan bilateral yang erat, termasuk dalam sektor kesehatan dan pembangunan berkelanjutan.
"Kemitraan dengan BGN adalah langkah nyata untuk membantu mengurangi prevalensi anemia pada anak, yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia," kata Direktur PT Sarihusada, Arif Mujahidin. Ia berharap kerja sama ini dapat mempercepat pencapaian target gizi nasional.
(nng)
Lihat Juga :