Braze Hadirkan Inovasi Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan UMKM
Rabu, 04 Juni 2025 - 19:41 WIB
loading...
Braze Connections: Membangun Kepercayaan Pelanggan di Era Kecerdasan Buatan dan Personalisasi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Braze, platform customer engagement global, memperkuat keberadaannya di Indonesia dengan mengoperasikan data center pertama. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Braze mendukung bisnis lokal, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membangun kepercayaan pelanggan.
Kehadiran data center ini diumumkan dalam acara Braze Connections: Membangun Kepercayaan Pelanggan di Era Kecerdasan Buatan dan Personalisasi. Investasi ini menandai komitmen Braze dalam mempercepat transformasi digital, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi data yang ketat.
"Kami menggabungkan keahlian global dengan pemahaman lokal untuk menciptakan engagement pelanggan yang lebih personal dan aman melalui AI," ujar Shahid Nizami, Wakil Presiden Braze untuk Asia Pasifik dan GCC dalam konferensi pers, Rabu (4/6).
Baca Juga: AI Dituding Jadi Biang Kerok Melejitnya Angka Pengangguran di AS
Menurut dia, solusi Braze telah digunakan oleh perusahaan seperti Canva, Sephora SEA, dan Bank Digital BCA untuk meningkatkan retensi pelanggan dan pendapatan. Country Director Braze Indonesia, Franz Sihaloho, menjelaskan, teknologi AI Braze dirancang untuk membantu UMKM mengoptimalkan interaksi dengan pelanggan secara real-time.
"Dengan latensi lebih rendah dan keamanan terjamin, bisnis kecil bisa bersaing dengan pendekatan yang lebih terpersonalisasi," katanya.
Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan daya saing digital dari peringkat 51 di 2022 menjadi 20 pada 2045, dengan kontribusi ekonomi digital mencapai 20% terhadap PDB. Kehadiran infrastruktur digital seperti data center dinilai krusial untuk mendukung target tersebut.
Braze juga berencana memperluas kantor di Jakarta dan merekrut lebih banyak talenta lokal. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan pasar akan solusi customer engagement berbasis AI yang adaptif dengan karakteristik konsumen Indonesia.
Inovasi ini juga menawarkan kemampuan AI seperti analisis perilaku pelanggan dan rekomendasi konten otomatis. Fitur ini memungkinkan pelaku usaha kecil menyajikan promosi atau layanan sesuai minat pelanggan tanpa investasi teknologi besar.
Baca Juga: Sinergi BRI Lestarikan Budaya: Batik Parang Kaliurang Mendunia
Shahid menambahkan, keunggulan Braze terletak pada kemampuannya memadukan kepatuhan regulasi dengan inovasi. "Di era di mana kepercayaan pelanggan adalah modal utama, keamanan data dan personalisasi harus berjalan beriringan," tegasnya.
Ke depan, Braze akan berkolaborasi dengan pelaku industri dan pemerintah untuk memperluas edukasi pemanfaatan AI bagi UMKM. Franz mengatakan, pihaknya telah menyiapkan program pelatihan khusus untuk membantu bisnis kecil mengadopsi teknologi ini.
Dengan data center lokal, Braze berharap dapat menjadi mitra strategis dalam mempercepat transformasi digital Indonesia, khususnya dalam membangun ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berdaya saing global.
Kehadiran data center ini diumumkan dalam acara Braze Connections: Membangun Kepercayaan Pelanggan di Era Kecerdasan Buatan dan Personalisasi. Investasi ini menandai komitmen Braze dalam mempercepat transformasi digital, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi data yang ketat.
"Kami menggabungkan keahlian global dengan pemahaman lokal untuk menciptakan engagement pelanggan yang lebih personal dan aman melalui AI," ujar Shahid Nizami, Wakil Presiden Braze untuk Asia Pasifik dan GCC dalam konferensi pers, Rabu (4/6).
Baca Juga: AI Dituding Jadi Biang Kerok Melejitnya Angka Pengangguran di AS
Menurut dia, solusi Braze telah digunakan oleh perusahaan seperti Canva, Sephora SEA, dan Bank Digital BCA untuk meningkatkan retensi pelanggan dan pendapatan. Country Director Braze Indonesia, Franz Sihaloho, menjelaskan, teknologi AI Braze dirancang untuk membantu UMKM mengoptimalkan interaksi dengan pelanggan secara real-time.
"Dengan latensi lebih rendah dan keamanan terjamin, bisnis kecil bisa bersaing dengan pendekatan yang lebih terpersonalisasi," katanya.
Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan daya saing digital dari peringkat 51 di 2022 menjadi 20 pada 2045, dengan kontribusi ekonomi digital mencapai 20% terhadap PDB. Kehadiran infrastruktur digital seperti data center dinilai krusial untuk mendukung target tersebut.
Braze juga berencana memperluas kantor di Jakarta dan merekrut lebih banyak talenta lokal. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan pasar akan solusi customer engagement berbasis AI yang adaptif dengan karakteristik konsumen Indonesia.
Inovasi ini juga menawarkan kemampuan AI seperti analisis perilaku pelanggan dan rekomendasi konten otomatis. Fitur ini memungkinkan pelaku usaha kecil menyajikan promosi atau layanan sesuai minat pelanggan tanpa investasi teknologi besar.
Baca Juga: Sinergi BRI Lestarikan Budaya: Batik Parang Kaliurang Mendunia
Shahid menambahkan, keunggulan Braze terletak pada kemampuannya memadukan kepatuhan regulasi dengan inovasi. "Di era di mana kepercayaan pelanggan adalah modal utama, keamanan data dan personalisasi harus berjalan beriringan," tegasnya.
Ke depan, Braze akan berkolaborasi dengan pelaku industri dan pemerintah untuk memperluas edukasi pemanfaatan AI bagi UMKM. Franz mengatakan, pihaknya telah menyiapkan program pelatihan khusus untuk membantu bisnis kecil mengadopsi teknologi ini.
Dengan data center lokal, Braze berharap dapat menjadi mitra strategis dalam mempercepat transformasi digital Indonesia, khususnya dalam membangun ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berdaya saing global.
(nng)
Lihat Juga :