Sentimen Negatif Industri Tambang Bergema Luas, Apakah Sektor Ini Masih Dibutuhkan?

Senin, 09 Juni 2025 - 17:21 WIB
loading...
Sentimen Negatif Industri...
Sentimen negatif terhadap sektor ini kian menguat, terutama terkait dampak lingkungan dan konservasi. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Polemik penambangan nikel di Raja Ampat kembali memicu perdebatan mengenai masa depan industri pertambangan di Indonesia. Sentimen negatif terhadap sektor ini kian menguat, terutama terkait dampak lingkungan dan konservasi. Namun, di tengah kritik yang mengemuka, pelaku industri meyakini bahwa pertambangan tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian dan transisi energi nasional.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara (ASPEBINDO), Anggawira, menegaskan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada sektor pertambangan, bukan hanya sebagai sumber devisa, tetapi juga sebagai pendukung teknologi masa depan.

"Tanpa nikel dan tembaga dari Indonesia, dunia akan kesulitan memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik, energi bersih, dan digitalisasi," ujar dia dalam pernyataan resmi, Senin (9/6).

Baca Juga: Amman Lanjutkan Penambangan Fase 8 di Batu Hijau, Cadangan Capai 460 Juta Ton

Anggawira menyebutkan, sektor pertambangan menyumbang 6-7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, menyerap ratusan ribu tenaga kerja, serta memberikan penerimaan negara berupa pajak dan royalti yang terus meningkat. Ia juga menyoroti keberadaan UU No. 3 Tahun 2020 dan PP No. 96 Tahun 2021 yang mengatur pengelolaan tambang berbasis nilai tambah, lingkungan, dan partisipasi masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Maxi Araujo Selamatkan Uruguay dari Kejutan Arab Saudi
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved