Ketergantungan Afrika Selatan pada Batu Bara Membahayakan Ekonomi

Selasa, 10 Juni 2025 - 08:33 WIB
loading...
Ketergantungan Afrika...
Ekonomi Afrika Selatan yang bergantung pada batu bara bisa membuatnya kehilangan pendapatan dari ekspor mencapai miliaran dolar serta ribuan pekerjaan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonomi Afrika Selatan yang bergantung pada batu bara bisa membuatnya kehilangan pendapatan dari ekspor mencapai miliaran dolar serta ribuan pekerjaan seiring dengan semakin banyak negara dan perusahaan yang menerapkan impor bebas karbon . Hal ini disampaikan oleh Net Zero Tracker, sebuah kolaborasi dari empat organisasi non-profit yang melacak janji-janji net zero.

Negara paling terindustrialisasi di Afrika ini disebut sebagai salah satu pencemar terburuk di dunia dan menghasilkan sekitar 80% dari listriknya melalui batu bara. Kondisi tersebut membuatnya sangat rentan saat perusahaan mendekarbonisasi rantai pasokan mereka dan negara-negara menekan impor lewat intensif karbon.

"78 persen ekspor Afrika Selatan, senilai USD135 miliar, diperdagangkan dengan 139 yurisdiksi yang memiliki target net zero. Secara keseluruhan, ekspor ini mendukung lebih dari 1,2 juta pekerjaan domestik," kata laporan itu.

Baca Juga: Masa Depan Afrika Harus Bebas dari Warisan Kolonialisme, BRICS Jadi Pilihan

Jika negara tersebut gagal untuk mendekarbonisasi rantai pasoknya, maka dapat kehilangan sebagian dari perdagangan dan pekerjaan terkait. Kelompok tersebut mengatakan, bahwa Afrika Selatan dapat menghindari skenario ini dengan menghentikan penggunaan batu bara lebih cepat dan memposisikan dirinya sebagai "pemasok strategis dalam rantai pasokan dengan nilai emisi rendah."

"Afrika Selatan memiliki alat untuk beralih -- potensi energi terbarukan yang terbukti, mineral kritis, dan kursi di meja global," kata pemimpin proyek Net Zero Tracker, John Lang.

Laporan tersebut menyatakan bahwa Afrika Selatan berada "dalam posisi yang baik untuk menjadi pemasok utama barang-barang emisi rendah."

Baca Juga: Bantuan AS ke Afrika Selatan Dibekukan, Terkait BRICS?

Salah satu kekuatan pendorong di balik dorongan dekarbonisasi adalah Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon (CBAM) Uni Eropa. Diadopsi pada tahun 2022, kebijakan ini memberlakukan harga karbon pada impor barang seperti baja, aluminium, dan semen dari negara-negara dengan standar lingkungan yang lebih rendah.

Periode uji coba dimulai pada Oktober 2023 sebelum penerapan penuh undang-undang tersebut pada tahun 2026. Bank Sentral Afrika Selatan telah memperingatkan bahwa tarif berbasis karbon bisa mengurangi ekspor hingga 10% dan bahkan CBAM saja bisa memperkecil ekspor ke UE sebesar empat persen pada tahun 2030.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Rekomendasi
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved