Dorong Konektivitas dan Pemerataan, BNI Gelontorkan Pembiayaan Triliunan ke Sektor Infrastruktur

Kamis, 12 Juni 2025 - 15:20 WIB
loading...
Dorong Konektivitas...
BNI menegaskan komitmennya mendukung pembangunan nasional melalui partisipasi aktif dalam International Conference Infrastructure pada 11–12 Juni 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya mendukung pembangunan nasional melalui partisipasi aktif dalam International Conference Infrastructure pada 11–12 Juni 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Ajang ini mempertemukan pemangku kepentingan sektor infrastruktur dari dalam dan luar negeri.

BNI menjadi satu-satunya bank pelat merah yang membuka booth dalam konferensi selama dua hari yang dibuka langsung oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan kontribusinya dalam berbagai proyek infrastruktur strategis nasional.

Baca Juga: Bantu Perbaikan Infrastruktur, BNI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, kehadiran BNI di konferensi ini menunjukkan konsistensi peran perusahaan sebagai agent of development. Dari moda transportasi modern hingga jaringan jalan tol, kata dia, kehadiran BNI tak terlepas dari upaya mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan.

"Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur adalah fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional, dan BNI akan terus berkontribusi di dalamnya," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Kamis (12/6/2025).

Okki pun membeberkan berbagai kontribusi BNI pada sektor infrastruktur. Pada 2016 misalnya, BNI terlibat dalam pembiayaan proyek LRT Palembang senilai Rp4,59 triliun. Dalam proyek ini, BNI bertindak sebagai Original Mandated Lead Arranger dan Book Runner, serta mengucurkan pembiayaan sebesar Rp1,99 triliun. Proyek ini menjadi simbol awal dukungan BNI terhadap transportasi publik berbasis rel.

Komitmen BNI tersebut berlanjut pada 2017 saat mendukung proyek LRT Jabodebek dengan pembiayaan Rp6 triliun, bagian dari total kebutuhan proyek sekitar Rp18 triliun. BNI menjadi salah satu tulang punggung pendanaan yang memungkinkan realisasi transportasi massal antarkota di kawasan Jabodetabek.

Selanjutnya, pada 2018, BNI turut serta dalam proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta. Melalui sindikasi kredit senilai Rp7,84 triliun, BNI memberikan pembiayaan Rp515,27 miliar kepada PT KAI dan PT Railink. "Dukungan ini memperkuat akses masyarakat ke transportasi udara secara cepat dan efisien," tuturnya.

Juga di tahun 2019, BNI berpartisipasi dalam mendorong percepatan elektrifikasi Indonesia, dengan pembiayaan sebesar Rp2,3 triliun untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG). Pada 2021, BNI berkontribusi dalam pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berkapasitas 110 MW dengan total pembiayaan senilai USD34 juta.

Selanjutnya pada 2022, BNI sebagai salah satu Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner bersama sindikasi beberapa bank mendanai Proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo dengan total pendanaan sebesar Rp9,89 triliun.

"Pada tahun ini, BNI kembali menunjukkan komitmennya dengan mendukung pendanaan pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation hasil kerja sama dengan PT KAI dan PT SMI," sambungnya.

Selain sektor perkeretaapian, BNI juga aktif dalam pendanaan proyek-proyek jalan tol strategis seperti Jakarta Outer Ring Road II, Trans Jawa, dan Trans Sumatera. Di tahun 2024, BNI bahkan menjadi bagian penting dalam struktur pendanaan Jalan Trans Papua dan bertindak sebagai transaction advisor dalam pembiayaan ekuitas proyek Trans Jawa.

Baca Juga: AHY Bakal Tawarkan Proyek-proyek Infrastruktur Prioritas ke Danantara

Tak berhenti pada proyek transportasi, kata Okki, BNI juga merambah sektor strategis lainnya seperti pengembangan kawasan ekonomi dan digitalisasi layanan keuangan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pembangunan kantor pusat digital banking di IKN dan pendanaan Rp1,2 triliun untuk KEK Sanur juga menjadi bukti nyata kontribusi berkelanjutan BNI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Semua ini mencerminkan komitmen jangka panjang BNI dalam mendukung kemajuan infrastruktur nasional secara menyeluruh, melalui pembiayaan strategis, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi layanan yang mempercepat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," tutupnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Membangun Ekonomi Jabar...
Membangun Ekonomi Jabar dari Rumah: Sinergi Baru untuk Pembiayaan Hunian yang Lebih Inklusif
Rekomendasi
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Berita Terkini
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved