IATA Kantongi Laba Bersih Rp125 Miliar, Produksi Batu Bara Naik 11,23%

Selasa, 24 Juni 2025 - 20:42 WIB
loading...
IATA Kantongi Laba Bersih...
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (24/6). FOTO/Aziz Indra
A A A
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2024 dengan membukukan laba bersih sebesar USD7,68 juta atau setara Rp125 miliar. Kinerja ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (24/6).

Dalam laporan keuangan yang disahkan dalam RUPST tersebut, IATA membukukan pendapatan usaha sebesar USD117,89 juta dengan margin EBITDA mencapai 19,13 persen. Capaian ini turut mencerminkan penguatan operasional perusahaan di sektor energi, khususnya batu bara.

Berdasarkan laporan, produksi batu bara IATA mencapai 4.071.081 metrik ton (MT), tumbuh 11,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3.660.098 MT. Volume penjualan dari wilayah izin usaha pertambangan (IUP) milik perseroan tercatat sebanyak 3.663.566 MT.

Baca Juga: MNC Energy Investment Bersiap Garap Bisnis EBT

Hingga akhir 2024, cadangan batu bara yang dimiliki IATA mencapai 294,23 juta MT. Untuk tahun 2025, perseroan menargetkan peningkatan produksi hingga 4,2 juta MT, dengan fokus pada optimalisasi aset di bawah entitas anak seperti PT Putra Muba Coal (PMC), PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), dan PT Arthaco Prima Energy (APE).

Perseroan menyatakan akan memperkuat lini bisnis perdagangan (trading) batu bara melalui kemitraan strategis serta mengembangkan inisiatif energi terbarukan di lahan pasca-tambang, seperti pemanfaatan panel surya dan turbin angin. IATA juga tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan global bereputasi tinggi di bidang tersebut.

Di sektor perdagangan, IATA berhasil menjual 450.000 MT batu bara sepanjang 2024. Volume penjualan dari divisi ini ditargetkan meningkat menjadi 750.000 MT pada 2025. Pemegang saham juga menyetujui sejumlah perubahan struktur manajemen.

Michael Stefan Dharmajaya mengundurkan diri dari posisi Komisaris, sementara Kushindrarto mengundurkan diri sebagai Direktur efektif per 28 Februari 2025. Posisi mereka digantikan oleh Santi Paramita sebagai Komisaris dan Amin Mansur sebagai Komisaris baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
Rekomendasi
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved