Menaker Sebut Produktivitas Pekerja Indonesia Rendah, Solusinya Menghilang 25 Tahun

Jum'at, 04 Juli 2025 - 17:58 WIB
loading...
Menaker Sebut Produktivitas...
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyoroti, rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia yang dinilai sudah berlangsung lama. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker ) Yassierli menyoroti, rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia yang dinilai sudah berlangsung lama. Ia mengaku heran karena solusi peningkatan produktivitas mulai menghilang sejak awal tahun 2000-an.

“Produktivitas (kerja) itu berbanding lurus dengan GDP. Tapi mengapa solusi berbasis peningkatan produktivitas kita hilang sesudah tahun 90-an,” ujarnya di KTT INDEF, Jakarta.

Baca Juga: Indonesia Bakal Punya 5,3 Juta Orang Tenaga Kerja Hijau

Data Kemnaker mencatat tingkat produktivitas tenaga kerja masih lebih rendah dari rata-rata negara ASEAN. Yassierli juga menyinggung indeks modal manusia (human capital index/HCI) dan produktivitas tenaga kerja Indonesia yang berada di bawah rata-rata negara ASEAN.

Level HCI Indonesia, sesuai data Kemnaker, berada di level 0,540, tertinggal dari Thailand, Malaysia, Brunei, Vietnam, dan Singapura. Menurutnya, produktivitas seharusnya menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Peningkatan skill digital juga dinilai menjadi pekerjaan rumah.

Baca Juga: Indonesia dan Malaysia Sepakat Tertibkan Masalah Tenaga Kerja

Kemnaker mencatat hanya 19% jumlah pekerja RI yang memiliki skill digital, sementara benchmark negara maju adalah 58-64%. Ia juga menyebut rendahnya kualitas pendidikan tenaga kerja berdampak langsung terhadap produktivitas nasional.

“Unfortunately kualitas tenaga kerja kita ini juga problem. 85 persen itu adalah lulusan SMA, SMK maksimum gitu ya. Dan ini menjadi tantangan kita,” ujarnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 2 Masih Terbuka, Ada Pilihan 24 Kejuruan
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Kondisi Angkatan Kerja...
Kondisi Angkatan Kerja RI: 7,2 Juta Pengangguran, 98,58 Juta Bekerja Penuh Waktu, Freelance 38,35 Juta
Pemerintah Bakal Umumkan...
Pemerintah Bakal Umumkan Aturan Outsourcing Hari Ini, KSPSI Spill Apa Isinya
Di Balik Progres Percepatan...
Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat, Ada Dedikasi dan Komitmen Para Pekerja
Baru 27% Pekerja RI...
Baru 27% Pekerja RI Punya Keterampilan Digital, Menaker: Jauh di Bawah Standar Global
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Rekomendasi
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved