TJSL BUMN Bagian Strategi Ciptakan Dampak Berkelanjutan, InJourney Hospitality Raih 3 Award
Jum'at, 04 Juli 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada pilar sosial, InJourney Hospitality turut menunjukkan komitmennya melalui program InJourney Hospitality House, yang diselenggarakan berkolaborasi bersama InJourney Group. Program ini difokuskan pada pemberian pelatihan bagi para pelaku pariwisata di Labuan Bajo dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata berkualitas di Indonesia, khususnya di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Para pelaku wisata diberikan pelatihan mencakup penguatan mindset hospitality dan service excellence dengan mengedepankan nilai-nilai keramahtamahan khas Indonesia.
Selain itu juga terdapat program InJourney Creative House, yaitu program pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sentra UMKM Sanur untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik dalam pengembangan inovasi produk dan strategi pemasaran digital. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar, serta mendorong UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
"InJourney Hospitality berkomitmen untuk senantiasa membangun program TJSL yang inklusif dan kolaboratif selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), menciptakan nilai bersama tidak hanya bagi stakeholder perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas dan lingkungan hidup secara berkelanjutan," tambah Dhani.
Ketua Komite Penilai TJSL&CSR Award 2025 sekaligus Founder & Chairman Indonesia Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Thendri Supriatno mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi BUMN dan Anak Perusahaan BUMN yang telah menjalankan best practice yang in-line dengan empat pilar SDG’s berupa Pilar Sosial, Ekonomi, Lingkungan, serta Hukum dan Tata Kelola. Program TJSL BUMN juga turut berdampak pada penciptaan nilai tambah melalui strategi bisnis yang terintegrasi, atau biasa disebut CSV (Creating Share Value) yang menjadi pengembangan dari CSR (Corporate Social Responsibility).
Ketua Komite Penilai TJSL & CSR Award 2025, sekaligus Founder & Chairman Indonesia Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Thendri Supriatno menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi kepada BUMN dan anak perusahaan BUMN yang telah menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan program TJSL secara holistik. Penilaian dilakukan berdasarkan empat pilar utama SDGs, yakni pilar sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola.
“TJSL BUMN tidak lagi dapat dipandang sebagai program pelengkap. Ia adalah bagian integral dari strategi korporasi BUMN dalam menciptakan dampak berkelanjutan di tengah masyarakat, dari penguatan ekonomi masyarakat kecil, pelestarian lingkungan hidup, hingga kontribusi terhadap sistem hukum dan tata kelola sosial yang adil dan beradab,” ungkap Thendri yang juga meruopakan Founder & Chairman Indonesia Shared Value Institute (ISVI).
Proses penjurian TJSL & CSR Award 2025 dilaksanakan secara ketat dan berjenjang sejak Mei hingga Juni 2025, melalui tahapan verifikasi dokumen asesmen, presentasi perusahaan di hadapan dewan juri, serta penilaian akhir melalui sidang pleno pleno Tim Penilai, narasumber dan steering committee.
Para pelaku wisata diberikan pelatihan mencakup penguatan mindset hospitality dan service excellence dengan mengedepankan nilai-nilai keramahtamahan khas Indonesia.
Selain itu juga terdapat program InJourney Creative House, yaitu program pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sentra UMKM Sanur untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik dalam pengembangan inovasi produk dan strategi pemasaran digital. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar, serta mendorong UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
"InJourney Hospitality berkomitmen untuk senantiasa membangun program TJSL yang inklusif dan kolaboratif selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), menciptakan nilai bersama tidak hanya bagi stakeholder perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas dan lingkungan hidup secara berkelanjutan," tambah Dhani.
Ketua Komite Penilai TJSL&CSR Award 2025 sekaligus Founder & Chairman Indonesia Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Thendri Supriatno mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi BUMN dan Anak Perusahaan BUMN yang telah menjalankan best practice yang in-line dengan empat pilar SDG’s berupa Pilar Sosial, Ekonomi, Lingkungan, serta Hukum dan Tata Kelola. Program TJSL BUMN juga turut berdampak pada penciptaan nilai tambah melalui strategi bisnis yang terintegrasi, atau biasa disebut CSV (Creating Share Value) yang menjadi pengembangan dari CSR (Corporate Social Responsibility).
Ketua Komite Penilai TJSL & CSR Award 2025, sekaligus Founder & Chairman Indonesia Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Thendri Supriatno menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi kepada BUMN dan anak perusahaan BUMN yang telah menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan program TJSL secara holistik. Penilaian dilakukan berdasarkan empat pilar utama SDGs, yakni pilar sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola.
“TJSL BUMN tidak lagi dapat dipandang sebagai program pelengkap. Ia adalah bagian integral dari strategi korporasi BUMN dalam menciptakan dampak berkelanjutan di tengah masyarakat, dari penguatan ekonomi masyarakat kecil, pelestarian lingkungan hidup, hingga kontribusi terhadap sistem hukum dan tata kelola sosial yang adil dan beradab,” ungkap Thendri yang juga meruopakan Founder & Chairman Indonesia Shared Value Institute (ISVI).
Proses penjurian TJSL & CSR Award 2025 dilaksanakan secara ketat dan berjenjang sejak Mei hingga Juni 2025, melalui tahapan verifikasi dokumen asesmen, presentasi perusahaan di hadapan dewan juri, serta penilaian akhir melalui sidang pleno pleno Tim Penilai, narasumber dan steering committee.
Lihat Juga :