10 Juta Penumpang Naik Kereta Cepat Whoosh Sejak Beroperasi, Awal 2025 Terus Meningkat
Sabtu, 05 Juli 2025 - 18:52 WIB
loading...
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatatkan pertumbuhan volume penumpang layanan Whoosh secara signifikan sepanjang semester I tahun 2025. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) anak usaha KAI Group mencatatkan pertumbuhan volume penumpang layanan Whoosh secara signifikan sepanjang semester I tahun 2025. Selama periode Januari hingga Juni, layanan kereta cepat tersebut telah mengangkut sebanyak 2.936.599 penumpang.
Angka ini meningkat sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2.668.894 penumpang. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, peningkatan ini didorong oleh momentum libur nasional seperti Idulfitri, libur sekolah, dan Tahun Baru Islam.
“Peningkatan ini turut dipengaruhi oleh sejumlah momen libur nasional seperti Idulfitri, libur sekolah, dan Tahun Baru Islam yang mendorong lonjakan signifikan volume harian,” ujar Anne di Jakarta, Jumat (4/7).
Baca Juga: Penumpang Harian Whoosh Cetak Rekor Baru Tembus 25.316
Rata-rata penumpang harian kereta cepat Jakarta-Bandung pada masa puncak mencapai 24.000 hingga 25.000 orang. Puncak tertinggi terjadi pada 27 Juni 2025, dengan jumlah penumpang mencapai 26.770 orang dalam satu hari. Sejak dioperasikan secara komersial pada Oktober 2023, Whoosh telah melayani lebih dari 10 juta penumpang hingga Juni 2025.
Menurut data KCIC, Indonesia pun menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan kereta cepat dengan kecepatan hingga 350 km/jam. Anne menjelaskan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pemegang saham, dan mitra pembangunan.
“Kontribusi integrasi antarmoda seperti feeder train, LRT Jabodebek, serta layanan bus dan taksi turut mendorong kenyamanan dan jangkauan layanan Whoosh,” jelasnya.
Baca Juga: 32 Perjalanan Whoosh Terganggu Imbas Layangan Putus
Berdasarkan studi Polar Universitas Indonesia, emisi karbon Whoosh tercatat hanya 6,9 gram CO2 per penumpang-kilometer. Angka ini lebih rendah dari kendaraan pribadi yang mencapai 12,7 gram CO2, sehingga Whoosh dinilai turut menekan emisi karbon hingga 54%.
Angka ini meningkat sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2.668.894 penumpang. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, peningkatan ini didorong oleh momentum libur nasional seperti Idulfitri, libur sekolah, dan Tahun Baru Islam.
“Peningkatan ini turut dipengaruhi oleh sejumlah momen libur nasional seperti Idulfitri, libur sekolah, dan Tahun Baru Islam yang mendorong lonjakan signifikan volume harian,” ujar Anne di Jakarta, Jumat (4/7).
Baca Juga: Penumpang Harian Whoosh Cetak Rekor Baru Tembus 25.316
Rata-rata penumpang harian kereta cepat Jakarta-Bandung pada masa puncak mencapai 24.000 hingga 25.000 orang. Puncak tertinggi terjadi pada 27 Juni 2025, dengan jumlah penumpang mencapai 26.770 orang dalam satu hari. Sejak dioperasikan secara komersial pada Oktober 2023, Whoosh telah melayani lebih dari 10 juta penumpang hingga Juni 2025.
Menurut data KCIC, Indonesia pun menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan kereta cepat dengan kecepatan hingga 350 km/jam. Anne menjelaskan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pemegang saham, dan mitra pembangunan.
“Kontribusi integrasi antarmoda seperti feeder train, LRT Jabodebek, serta layanan bus dan taksi turut mendorong kenyamanan dan jangkauan layanan Whoosh,” jelasnya.
Baca Juga: 32 Perjalanan Whoosh Terganggu Imbas Layangan Putus
Berdasarkan studi Polar Universitas Indonesia, emisi karbon Whoosh tercatat hanya 6,9 gram CO2 per penumpang-kilometer. Angka ini lebih rendah dari kendaraan pribadi yang mencapai 12,7 gram CO2, sehingga Whoosh dinilai turut menekan emisi karbon hingga 54%.
(akr)
Lihat Juga :