ASDP Bukukan Pendapatan Rp5 Triliun, Laba Bersih Capai Rp447 Miliar
Minggu, 13 Juli 2025 - 11:34 WIB
loading...
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2024. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2024 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp447,31 miliar. Capaian ini diraih di tengah tekanan nilai tukar rupiah, stagnasi tarif penyeberangan dan perubahan perilaku konsumen yang menuntut layanan lebih cepat dan digital.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk periode Januari–Desember 2024, ASDP juga membukukan pendapatan sebesar Rp5,02 triliun. Angka ini tumbuh 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui pendapatan sebelum pandemi pada 2019 yang sebesar Rp3,33 triliun.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo, mengatakan meskipun laba bersih mengalami penurunan 30% dibandingkan 2023, kondisi keuangan perusahaan tetap mencerminkan ketahanan dan daya saing bisnis.
"Laba bersih tahun ini mencapai 61% dari target menunjukkan pengelolaan tetap sehat," ujar dia, dalam keterangan tertulis pada Minggu (13/7).
Baca Juga: Puncak Arus Balik, ASDP Pastikan Layanan di Pelabuhan Bakauheni Terkendali
Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari layanan penyeberangan komersial dan perintis. Sepanjang tahun lalu, total penumpang yang diangkut mencapai 6,12 juta orang, dengan kendaraan roda dua dan tiga sebanyak 3,88 juta unit, serta roda empat atau lebih sebanyak 4,31 juta unit. Barang yang diangkut tercatat sebesar 1,16 juta ton.
Meskipun terdapat penurunan volume pada beberapa komponen, Heru menegaskan bahwa efisiensi operasional dan manajemen beban biaya tetap menjadi andalan dalam menjaga profitabilitas.
Operating ratio tercatat sebesar 67%, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 65%. Sementara itu, rasio BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) tercatat 89% dan masih dalam batas terkendali. "Digitalisasi proses bisnis dan efisiensi biaya adalah kunci kami dalam menjaga performa di tengah tekanan biaya," tambahnya.
ASDP juga menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan EBITDA mencapai Rp1,14 triliun dan rasio likuiditas yang tetap sehat. Kondisi keuangan ASDP turut mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat.
Pada 2024, ASDP memperoleh peringkat idAA+/Stable dari PEFINDO, menandakan kekuatan fundamental keuangan yang tinggi. Kantor Akuntan Publik yang mengaudit laporan keuangan juga menyematkan predikat AA++ atau “sehat”.
Heru menilai capaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi transformasi ASDP dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari digitalisasi layanan, penguatan tata kelola, hingga efisiensi operasional yang konsisten diterapkan.
ASDP secara rutin mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan yang dapat diakses oleh publik dan pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan dan memperkuat akuntabilitas perusahaan.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2025, ASDP Catat Jumlah Penumpang Menurun 31 Persen
ASDP juga baru saja menerima penghargaan "Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2025" untuk kategori Ethics in Advancing Corporate Transparency through Digital Transformation and Integrity Commitment dari Warta Ekonomi.
"Seluruh transformasi yang kami jalankan berpijak pada prinsip transparansi, partisipasi, dan integritas. Dengan pondasi yang kuat, kami siap melangkah lebih jauh sebagai penyedia layanan penyeberangan yang andal, efisien, dan adaptif," jelas Heru.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk periode Januari–Desember 2024, ASDP juga membukukan pendapatan sebesar Rp5,02 triliun. Angka ini tumbuh 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui pendapatan sebelum pandemi pada 2019 yang sebesar Rp3,33 triliun.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo, mengatakan meskipun laba bersih mengalami penurunan 30% dibandingkan 2023, kondisi keuangan perusahaan tetap mencerminkan ketahanan dan daya saing bisnis.
"Laba bersih tahun ini mencapai 61% dari target menunjukkan pengelolaan tetap sehat," ujar dia, dalam keterangan tertulis pada Minggu (13/7).
Baca Juga: Puncak Arus Balik, ASDP Pastikan Layanan di Pelabuhan Bakauheni Terkendali
Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari layanan penyeberangan komersial dan perintis. Sepanjang tahun lalu, total penumpang yang diangkut mencapai 6,12 juta orang, dengan kendaraan roda dua dan tiga sebanyak 3,88 juta unit, serta roda empat atau lebih sebanyak 4,31 juta unit. Barang yang diangkut tercatat sebesar 1,16 juta ton.
Meskipun terdapat penurunan volume pada beberapa komponen, Heru menegaskan bahwa efisiensi operasional dan manajemen beban biaya tetap menjadi andalan dalam menjaga profitabilitas.
Operating ratio tercatat sebesar 67%, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 65%. Sementara itu, rasio BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) tercatat 89% dan masih dalam batas terkendali. "Digitalisasi proses bisnis dan efisiensi biaya adalah kunci kami dalam menjaga performa di tengah tekanan biaya," tambahnya.
ASDP juga menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan EBITDA mencapai Rp1,14 triliun dan rasio likuiditas yang tetap sehat. Kondisi keuangan ASDP turut mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat.
Pada 2024, ASDP memperoleh peringkat idAA+/Stable dari PEFINDO, menandakan kekuatan fundamental keuangan yang tinggi. Kantor Akuntan Publik yang mengaudit laporan keuangan juga menyematkan predikat AA++ atau “sehat”.
Heru menilai capaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi transformasi ASDP dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari digitalisasi layanan, penguatan tata kelola, hingga efisiensi operasional yang konsisten diterapkan.
ASDP secara rutin mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan yang dapat diakses oleh publik dan pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan dan memperkuat akuntabilitas perusahaan.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2025, ASDP Catat Jumlah Penumpang Menurun 31 Persen
ASDP juga baru saja menerima penghargaan "Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2025" untuk kategori Ethics in Advancing Corporate Transparency through Digital Transformation and Integrity Commitment dari Warta Ekonomi.
"Seluruh transformasi yang kami jalankan berpijak pada prinsip transparansi, partisipasi, dan integritas. Dengan pondasi yang kuat, kami siap melangkah lebih jauh sebagai penyedia layanan penyeberangan yang andal, efisien, dan adaptif," jelas Heru.
(nng)
Lihat Juga :