Kadin dan Sarawak Malaysia Dorong Kolaborasi Pengembangan Energi Terbarukan hingga Sport Tourism

Selasa, 15 Juli 2025 - 10:09 WIB
loading...
Kadin dan Sarawak Malaysia...
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong kolaborasi lintas batas dengan Kementerian Perdagangan Antarabangsa, Industri dan Pelaburan Sarawak, Malaysia. FOTO/dok.SindoNews
A A A
SARAWAK - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong kolaborasi lintas batas dengan Kementerian Perdagangan Antarabangsa, Industri dan Pelaburan Sarawak, Malaysia. Pertemuan strategis ini menjadi bagian dari lawatan hari kedua delegasi Kadin Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua Umum Andi Yuslim Patawari (AYP).

Kegiatan ini bertujuan mempertemukan komunitas bisnis dari kedua negara agar dapat membangun kerja sama konkret di berbagai sektor, di antaranya industri, energi, pendidikan dan pariwisata. Kadin menilai, kolaborasi ini penting untuk menciptakan simbiosis mutualisme yang mendorong kemajuan kedua negara.

"Kita akan melakukan beberapa pertemuan, yang diharapkan akan ada kerja sama konkret untuk menyambungkan ahli-ahli perniagaan dari Sarawak dan dari Indonesia, sehingga terjadi simbiosis mutualisme," ujar AYP di Sarawak.

Baca Juga: Indonesia-Sarawak Jajaki Kerja Sama Pariwisata, Ekraf dan UMKM, AYP: Sinergi Kemajuan Kedua Negara

AYP yang juga merupakan Sekjen Partai Perindo ini menyoroti potensi besar Borneo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional. Dia meyakini, kerja sama lintas batas seperti ini akan memperkuat hubungan dagang dan budaya antara Indonesia dan Malaysia.

Langkah ini diyakininya, sekaligus bakal membuka peluang baru bagi pelaku usaha dari kedua belah pihak. "Kita bisa bekerja sama untuk kemajuan kedua negara ke depan," tegas AYP.

Sementara, Timbalan Menteri Perdagangan Antarabangsa, Industri dan Pelaburan, Datuk Dr. Malcolm Mussen Lamoh menyebut sejumlah sektor potensial yang dapat dikembangkan bersama. Salah satunya adalah produksi energi terbarukan dari biomassa dan pellet.

Diketahui, pellet atau sering disebut wood pellet atau pelet kayu, merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari serbuk kayu atau bahan kayu lainnya yang dipadatkan menjadi pelet kecil berbentuk silinder. Pelet kayu ini diproses dari limbah kayu, menjadikannya sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.

"I think from the discussion hari ini, the most potential idea of collaboration for business community will be, one is biomassa dan pellets production yang memerlukan penanaman semula atau tempat baru," tuturnya yang juga mencontohkan pohon paulownia dan bambu sebagai komoditas yang dapat dijadikan pilot project untuk energi terbarukan.

Baca Juga: Jajaki Kerja Sama dengan Pengusaha Malaysia, Andi Yuslim Patawari Pimpin Delegasi Kadin

Tak hanya sektor energi, lanjut Malcolm, layanan kesehatan, pendidikan berbasis bahasa Inggris, serta sport tourism seperti golf memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama. “Jadi kita perlu banyak diskusi lagi untuk menentukan apa yang akan kita laksanakan di Sarawak," terangnya.

Pertemuan ini menandai langkah awal dari rangkaian dialog intensif antara Kadin Indonesia dan pemerintah Sarawak. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti hasil diskusi dalam bentuk proyek konkret yang dapat dijalankan dalam waktu dekat.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Rekomendasi
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Berita Terkini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved