Bukan Cuma-cuma, Impor Minyak hingga Beli Pesawat AS Jadi Syarat Trump Pangkas Tarif Indonesia 19%

Rabu, 16 Juli 2025 - 09:55 WIB
loading...
Bukan Cuma-cuma, Impor...
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang baru dengan Indonesia yang mencakup pemotongan tarif ekspor Indonesia ke AS menjadi 19%. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang baru dengan Indonesia yang mencakup pemotongan tarif ekspor Indonesia ke AS menjadi 19%. Namun, kebijakan ini datang dengan syarat: Indonesia harus membeli energi, produk pertanian, dan pesawat Boeing dari AS senilai miliaran dolar.

Pengumuman ini disampaikan Trump melalui platform Truth Social, Selasa (16/7), setelah melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Meski Trump menyatakan kesepakatan telah "difinalisasi", pemerintah Indonesia belum memberikan konfirmasi resmi hingga berita ini diturunkan.

Menurut Trump, sebagai imbalan tarif 19% untuk ekspor Indonesia ke AS, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk:

- Membeli energi AS senilai USD15 miliar

- Mengimpor produk pertanian AS senilai USD4,5 miliar

- Membeli 50 unit pesawat Boeing dengan mayoritas tipe 777

"Indonesia dikenal sebagai penghasil tembaga berkualitas tinggi, dan kami akan memanfaatkannya," ujar Trump seperti dikutip CNN, Rabu (16/7). Pernyataan ini mengisyaratkan kemungkinan pengecualian tarif untuk komoditas tembaga Indonesia.

Baca Juga: Trump Resmi Kenakan Tarif Impor Indonesia 19%, Ini Imbalan yang Diberikan ke AS

Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan ekspor tembaga Indonesia ke AS tahun 2024 hanya mencapai USD20 juta, jauh di bawah Chile USD6 miliar dan Kanada USD4 miliar. Padahal Trump sebelumnya mengancam akan mengenakan tarif 50% untuk semua impor tembaga mulai 1 Agustus.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menegaskan: "Tidak ada tarif bagi mereka (Indonesia); mereka yang akan bayar tarif di sini. Kami membalik ketimpangan itu," ujarnya kepada CNBC.

Trump juga menyebut India sedang dalam proses finalisasi kesepakatan serupa. Sebelumnya AS menurunkan tarif India dari 32% menjadi 10%, yang akan berlaku hingga 1 Agustus mendatang.

"Kesepakatan hebat untuk semua pihak baru saja disepakati dengan Indonesia. Saya bernegosiasi langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati. RINCIAN MENYUSUL!!!" tulis Trump di Truth Social.

Baca Juga: Terungkap, Trump Akui Rusia Pasti Menang Perang Lawan Ukraina

Ini merupakan kesepakatan dagang keempat Trump dalam tiga bulan terakhir, setelah sebelumnya mengumumkan kerja sama dengan Vietnam yang juga belum jelas realisasinya. Kebijakan proteksionis Trump telah menciptakan ketidakpastian bagi pelaku bisnis global.

Banyak perusahaan khawatir akan perubahan tarif mendadak, mengingat Trump bisa mengubah kebijakan secara sepihak. Menurut data AS, Indonesia adalah mitra dagang ke-23 terbesar AS dengan total perdagangan dua arah mencapai USD38 miliar pada 2023.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Rekomendasi
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Sujud dalam Ayat-ayat...
Sujud dalam Ayat-ayat Al-Qur'an, Mengandung Banyak Makna!
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Berita Terkini
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved