Cocok untuk Pemula, Inilah 5 Aplikasi Trading Bitcoin dengan Fitur Lengkap
Sabtu, 19 Juli 2025 - 12:23 WIB
loading...
A
A
A
Dibentuk pada tahun 2018 oleh profesional di bidang teknologi dan keuangan dari Singapura, Taiwan, dan Amerika Serikat, Bybit sejak awal menawarkan produk kontrak berjangka dan derivatif yang inovatif serta mudah.
Bybit mulai beroperasi pada bulan Agustus 2018 dan sejak itu tumbuh pesat. Pada Desember 2018, platform ini mencapai volume perdagangan harian sebesar 1 miliar dolar AS, dan pada Februari 2019, mereka memecahkan rekor dengan volume perdagangan harian mencapai 2,2 miliar dolar AS.
Pada tahun 2020, Bybit mengumumkan akan memperluas layanan dengan menambahkan trading spot, memungkinkan pengguna membeli dan menjual cryptocurrency secara langsung.
4. Binance
Didirikan pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao, yang lebih dikenal dengan sebutan CZ, Binance telah tumbuh dengan cepat, menjadikannya salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan volume dan likuiditas perdagangan.
Binance mendapat skor 9,9. Dengan volume perdagangan selama 24 jam yang mencapai 9,82 miliar dolar AS, platform ini menawarkan lebih dari 416 aset crypto dan 1. 611 pasangan trading.
Dikenal karena tingkat keamanan yang sangat baik, banyak fitur trading, dan inovasi produk yang terus muncul, Binance menjadi pilihan utama bagi para trader dan investor crypto.
Meski memiliki fitur yang lengkap, sayangnya Binance belum terdaftar di Bappebti, selain itu aplikasi ini memiliki potongan biaya yang cukup besar jika dibandingkan dengan aplikasi trading crypto dalam negeri
5. Luno
Didirikan oleh sebuah perusahaan di London pada tahun 2013, Luno kini menjadi bagian dari Digital Currency Group yang beroperasi di 30 negara dengan 130 anak perusahaan, termasuk PT Luno Indonesia LTD.
Meskipun berasal dari luar negeri, Luno telah mendapatkan izin dari BAPPEBTI dengan nomor kode 007/BAPPEBTI/CP-AK/03/2020. Saat ini, platform ini menawarkan pilihan perdagangan untuk 25 cryptocurrency, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan USDC.
Lebih dari 10 juta pengguna di seluruh dunia telah mengunduh aplikasi ini, yang menyokong nilai transaksi harian mencapai $25. 565. 107, meskipun jumlah aset crypto yang diperdagangkan belum mencapai angka tersebut. Biaya penarikan tetap di Luno adalah Rp 6. 500, sedangkan biaya transaksi berkisar antara 0,08% hingga 0,1%.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Bybit mulai beroperasi pada bulan Agustus 2018 dan sejak itu tumbuh pesat. Pada Desember 2018, platform ini mencapai volume perdagangan harian sebesar 1 miliar dolar AS, dan pada Februari 2019, mereka memecahkan rekor dengan volume perdagangan harian mencapai 2,2 miliar dolar AS.
Pada tahun 2020, Bybit mengumumkan akan memperluas layanan dengan menambahkan trading spot, memungkinkan pengguna membeli dan menjual cryptocurrency secara langsung.
4. Binance
Didirikan pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao, yang lebih dikenal dengan sebutan CZ, Binance telah tumbuh dengan cepat, menjadikannya salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan volume dan likuiditas perdagangan.
Binance mendapat skor 9,9. Dengan volume perdagangan selama 24 jam yang mencapai 9,82 miliar dolar AS, platform ini menawarkan lebih dari 416 aset crypto dan 1. 611 pasangan trading.
Dikenal karena tingkat keamanan yang sangat baik, banyak fitur trading, dan inovasi produk yang terus muncul, Binance menjadi pilihan utama bagi para trader dan investor crypto.
Meski memiliki fitur yang lengkap, sayangnya Binance belum terdaftar di Bappebti, selain itu aplikasi ini memiliki potongan biaya yang cukup besar jika dibandingkan dengan aplikasi trading crypto dalam negeri
5. Luno
Didirikan oleh sebuah perusahaan di London pada tahun 2013, Luno kini menjadi bagian dari Digital Currency Group yang beroperasi di 30 negara dengan 130 anak perusahaan, termasuk PT Luno Indonesia LTD.
Meskipun berasal dari luar negeri, Luno telah mendapatkan izin dari BAPPEBTI dengan nomor kode 007/BAPPEBTI/CP-AK/03/2020. Saat ini, platform ini menawarkan pilihan perdagangan untuk 25 cryptocurrency, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan USDC.
Lebih dari 10 juta pengguna di seluruh dunia telah mengunduh aplikasi ini, yang menyokong nilai transaksi harian mencapai $25. 565. 107, meskipun jumlah aset crypto yang diperdagangkan belum mencapai angka tersebut. Biaya penarikan tetap di Luno adalah Rp 6. 500, sedangkan biaya transaksi berkisar antara 0,08% hingga 0,1%.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
(aik)
Lihat Juga :