BRI Kenalkan Dunia Pertanian kepada Anak sejak Dini
Rabu, 23 Juli 2025 - 15:54 WIB
loading...
BRI Peduli menggelar kegiatan agroedukasi di Garut, Jawa Barat dalam memperingati Hari Anak Nasional 2025. FOTO/BRI
A
A
A
GARUT - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menggelar kegiatan agroedukasi di Garut, Jawa Barat, untuk memperingati Hari Anak Nasional 2025. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa sekolah dasar melalui pengalaman belajar di alam terbuka.
Mengusung tema "Anak Negeri dalam Aksi Lestarikan Nusantara", kegiatan tersebut melibatkan puluhan siswa SDN 7 Kota Kulon, Garut, yang diajak belajar langsung di Klaster Usaha Ganitri (Garut Benih Tani Lestari), Taman Teknologi Pertanian Garut. Di lokasi ini, para siswa diperkenalkan pada proses pertanian, mulai dari budidaya hingga pengolahan hasil panen.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, mengatakan kegiatan agroedukasi ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pendidikan karakter anak bangsa. “Anak-anak tidak hanya mendapat teori, tetapi juga mengalami langsung proses pertanian yang menanamkan tanggung jawab, ketekunan, dan kerja sama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (23/7).
Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional, BRI Peduli Tanamkan Nilai Karakter Siswa lewat Agroedukasi di Garut
Para siswa diajak menyaksikan proses tanam hingga panen kentang, mengenal pertanian terpadu (smart integrated farming), serta belajar diversifikasi produk turunan dari kentang. Selain itu, mereka juga mengikuti permainan tradisional yang bertujuan mengasah kepemimpinan dan kerja sama tim.
Klaster Usaha Ganitri merupakan lembaga ekonomi petani hortikultura dataran tinggi yang beranggotakan sekitar 350 petani dari empat Gapoktan, yaitu Cikandang Agro, Margamulya Tani, Gapesa Jaya, dan Sahabat Tani. Klaster ini mengelola lahan seluas sekitar 100 hektare dengan komoditas unggulan berupa kentang.
Ketua Klaster Ganitri, Teten Rustandi, menyambut baik keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini. “Momentum Hari Anak Nasional menjadi saat yang tepat untuk mengenalkan dunia pertanian sejak dini, agar tumbuh kecintaan generasi muda terhadap sektor pangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, selain memberi pengalaman edukatif bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi ilmu bagi para petani. "Kami berharap, upaya ini dapat sejalan dengan visi pemerintah menyongsong generasi emas Indonesia 2045," katanya.
Baca Juga: Diluncurkan Presiden Prabowo, BRI Optimistis Koperasi Desa Merah Putih Jadi Tonggak Ekonomi Kerakyatan
Kepala SDN 7 Kota Kulon, Sri Asdianwati, menyampaikan apresiasi atas program ini. Ia menilai kegiatan agroedukasi sangat relevan dalam mendukung pembentukan karakter siswa. “Anak-anak belajar ketekunan dan nilai usaha melalui aktivitas nyata seperti menanam dan memanen sendiri,” tuturnya.
Sri menyebut masa anak-anak adalah periode emas pembentukan kepribadian. Dengan belajar di luar kelas, siswa mendapat wawasan baru sekaligus mengembangkan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap lingkungan.
Selain kegiatan edukatif, BRI Peduli juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, antara lain renovasi ruang guru, penambahan ruang kelas, serta bantuan perlengkapan belajar seperti meja, kursi, dan alat tulis.
Melalui inisiatif ini, BRI menegaskan kepeduliannya terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikan anak di daerah. Kegiatan serupa rencananya akan terus dilanjutkan di berbagai wilayah lain sebagai bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan.
Mengusung tema "Anak Negeri dalam Aksi Lestarikan Nusantara", kegiatan tersebut melibatkan puluhan siswa SDN 7 Kota Kulon, Garut, yang diajak belajar langsung di Klaster Usaha Ganitri (Garut Benih Tani Lestari), Taman Teknologi Pertanian Garut. Di lokasi ini, para siswa diperkenalkan pada proses pertanian, mulai dari budidaya hingga pengolahan hasil panen.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, mengatakan kegiatan agroedukasi ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pendidikan karakter anak bangsa. “Anak-anak tidak hanya mendapat teori, tetapi juga mengalami langsung proses pertanian yang menanamkan tanggung jawab, ketekunan, dan kerja sama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (23/7).
Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional, BRI Peduli Tanamkan Nilai Karakter Siswa lewat Agroedukasi di Garut
Para siswa diajak menyaksikan proses tanam hingga panen kentang, mengenal pertanian terpadu (smart integrated farming), serta belajar diversifikasi produk turunan dari kentang. Selain itu, mereka juga mengikuti permainan tradisional yang bertujuan mengasah kepemimpinan dan kerja sama tim.
Klaster Usaha Ganitri merupakan lembaga ekonomi petani hortikultura dataran tinggi yang beranggotakan sekitar 350 petani dari empat Gapoktan, yaitu Cikandang Agro, Margamulya Tani, Gapesa Jaya, dan Sahabat Tani. Klaster ini mengelola lahan seluas sekitar 100 hektare dengan komoditas unggulan berupa kentang.
Ketua Klaster Ganitri, Teten Rustandi, menyambut baik keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini. “Momentum Hari Anak Nasional menjadi saat yang tepat untuk mengenalkan dunia pertanian sejak dini, agar tumbuh kecintaan generasi muda terhadap sektor pangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, selain memberi pengalaman edukatif bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi ilmu bagi para petani. "Kami berharap, upaya ini dapat sejalan dengan visi pemerintah menyongsong generasi emas Indonesia 2045," katanya.
Baca Juga: Diluncurkan Presiden Prabowo, BRI Optimistis Koperasi Desa Merah Putih Jadi Tonggak Ekonomi Kerakyatan
Kepala SDN 7 Kota Kulon, Sri Asdianwati, menyampaikan apresiasi atas program ini. Ia menilai kegiatan agroedukasi sangat relevan dalam mendukung pembentukan karakter siswa. “Anak-anak belajar ketekunan dan nilai usaha melalui aktivitas nyata seperti menanam dan memanen sendiri,” tuturnya.
Sri menyebut masa anak-anak adalah periode emas pembentukan kepribadian. Dengan belajar di luar kelas, siswa mendapat wawasan baru sekaligus mengembangkan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap lingkungan.
Selain kegiatan edukatif, BRI Peduli juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, antara lain renovasi ruang guru, penambahan ruang kelas, serta bantuan perlengkapan belajar seperti meja, kursi, dan alat tulis.
Melalui inisiatif ini, BRI menegaskan kepeduliannya terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikan anak di daerah. Kegiatan serupa rencananya akan terus dilanjutkan di berbagai wilayah lain sebagai bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan.
(nng)
Lihat Juga :