Kualitas Air dan Lingkungan, Kunci Tekan Beban Ekonomi Akibat Stunting

Sabtu, 26 Juli 2025 - 14:47 WIB
loading...
Kualitas Air dan Lingkungan,...
Edukasi kesehatan lingkungan yang digelar oleh Yayasan Jiva Svastha Nusantara di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pencegahan stunting di Indonesia dinilai harus dimulai dari akar persoalan, yakni perbaikan kualitas lingkungan dan akses terhadap air minum layak. Isu ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan edukasi kesehatan lingkungan yang digelar oleh Yayasan Jiva Svastha Nusantara di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari program nasional Indonesia Sehat Mulai dari Air Bermutu 2025.

Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni dr. Lucy Widasari, Ketua Kerja Sama Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, serta Surya Putra, Kepala Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva. Keduanya menekankan bahwa kualitas air bersih merupakan fondasi utama kesehatan ibu dan anak yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

"Penyebab tidak langsung stunting adalah lingkungan, khususnya air yang tidak higienis. Diare akibat air tercemar menyumbang hingga 42 persen kematian bayi di Indonesia," ujar dr. Lucy dalam pernyataannya, Sabtu (26/7).

Baca Juga: Gawat, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Alami Stunting

Ia menjelaskan sanitasi yang buruk serta tingginya angka penyakit infeksi menjadi penghambat penyerapan nutrisi, bahkan berisiko menimbulkan hepatitis E pada ibu hamil.

"Ini menciptakan siklus kemiskinan baru. Anak stunting tidak hanya mengalami gangguan tumbuh kembang, tapi juga berisiko menurunkan kualitas hidup keluarga dan beban ekonomi negara," jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Lucy menyoroti bahwa banyak masyarakat masih salah kaprah dalam menilai kelayakan air minum.

"Air bening belum tentu sehat. Jika terasa aneh atau berbau, besar kemungkinan air tersebut telah terkontaminasi dan tidak layak dikonsumsi," katanya.

Surya Putra menambahkan bahwa air minum isi ulang, yang menjadi sumber utama konsumsi rumah tangga di wilayah perkotaan, belum sepenuhnya memenuhi standar kesehatan.

"Banyak yang mengira air di kota besar pasti bersih, padahal hasil uji laboratorium kami menunjukkan masih banyak depot air yang terkontaminasi E. coli dan coliform," ungkap Surya.

Menurut dia kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas di sejumlah kota menunjukkan bahwa kadar pH air isi ulang kerap tidak sesuai standar dan memiliki tingkat cemaran mikrobiologi yang tinggi.

"Ini sangat berisiko, terutama bagi balita dan ibu hamil. Bila mereka sakit, pengobatan bisa menggerus penghasilan rumah tangga dan memperbesar beban anggaran negara," ujarnya.

Melalui program edukasi ini, Yayasan Jiva Svastha Nusantara mendorong peningkatan literasi air bersih di tingkat keluarga dan lingkungan. Edukasi dilakukan secara langsung dengan mendatangi warga dan memberi pemahaman soal bahaya kontaminasi serta cara mengenali air layak konsumsi.

Baca Juga: Atasi Stunting: Selamatkan 7.000 Anak Prasejahtera dari Ancaman Gizi Buruk

Yayasan juga terus mengadvokasi standar ketat terhadap depot air minum isi ulang, termasuk keharusan uji laboratorium berkala. Kolaborasi lintas sektor, dari lembaga pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri air, juga tengah dibangun untuk memperkuat sistem pengawasan dan pemantauan kualitas air di tingkat lokal.

"Air bermutu adalah hak dasar setiap warga negara. Memperjuangkan kualitas air bukan hanya soal kesehatan, tapi soal masa depan bangsa. Ini investasi jangka panjang untuk menekan stunting dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia," tegas Surya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Pasar, Aqua...
Perkuat Pasar, Aqua Komitmen Jaga Kualitas Air Pegunungan
NHM Peduli Jalankan...
NHM Peduli Jalankan Program 60 Hari Penanganan Stunting di Lingkar Tambang Gosowong
Water Taxi Bakal Dikembangkan...
Water Taxi Bakal Dikembangkan di Bali, Bandara Ngurah Rai ke Canggu Cuma 30 Menit
Pentingnya Kolaborasi...
Pentingnya Kolaborasi Berkelanjutan dalam Percepatan Penurunan Stunting
Le Minerale Tegaskan...
Le Minerale Tegaskan Sumber Air Mineral Diambil dari Pegunungan
Pertamina Bakal Tindak...
Pertamina Bakal Tindak Tegas Perusak Mutu Produk BBM di Jawa Timur
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Reservoir Air Kuno Misterius...
Reservoir Air Kuno Misterius Ditemukan di bawah Samudra Atlantik
Rekomendasi
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Rezim Zelensky Panik,...
Rezim Zelensky Panik, Rusia dan AS Kompak Tekan Ukraina Gelar Pemilu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved