Media Punya Peran Penting Menjaga Kredibilitas Informasi
Sabtu, 26 Juli 2025 - 21:18 WIB
loading...
CEO iNews Media Group (IMG), Angela Tanoesoedibjo dalam acara RE:START – Home of Indonesia’s Next Global Entrepreneurs di Jakarta, Sabtu (26/7). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - CEO iNews Media Group (IMG), Angela Tanoesoedibjo, menekankan pentingnya literasi media yang kuat di tengah derasnya arus informasi digital saat ini. Ia menyebut kemampuan masyarakat dalam memilah, memahami, dan menyikapi informasi secara kritis menjadi kunci menghadapi tantangan era keterbukaan informasi.
Menurut Angela, perkembangan teknologi digital dan masifnya penggunaan media sosial telah membuat siapa pun bisa menjadi sumber informasi. Namun, tidak semua informasi yang beredar bisa diverifikasi kebenarannya, sehingga risiko penyebaran hoaks dan misinformasi pun meningkat.
"Siapa saja kini bisa menjadi pembuat dan penyebar informasi. Di satu sisi ini hal positif karena akses terbuka. Tapi di sisi lain, banyak disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan," ujarnya dalam acara RE:START – Home of Indonesia’s Next Global Entrepreneurs di Jakarta, Sabtu (26/7).
Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo: Media Kredibel Tetap Jadi Rujukan di Era Banjir Informasi
Angela mengakui bahwa media sosial telah menjadi kanal utama konsumsi informasi masyarakat, terutama generasi muda. Namun masih banyak pengguna yang belum memiliki literasi digital memadai sehingga mudah percaya pada informasi yang tidak tervalidasi.
"Konsumsi berita dari sumber terpercaya harus menjadi bagian penting dalam literasi digital. Kami aktif mendorong hal ini melalui kerja sama dengan kampus-kampus dan komunitas," kata Angela.
Melalui program literasi media yang dijalankan iNews Media Group, Angela berharap generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi yang cerdas, tetapi juga konten kreator yang bertanggung jawab. Ia menilai, kualitas ruang publik sangat ditentukan oleh jenis konten yang diproduksi dan disebarkan.
Menurutnya, menjadi konten kreator bukan semata soal mengejar popularitas atau viralitas, tetapi tentang membangun diskusi publik yang sehat dan mencerminkan nilai-nilai kejujuran, keberimbangan, serta integritas.
"Apa yang kita lihat, baca, dan dengar setiap hari membentuk pola pikir dan karakter kita. Maka dari itu, penting memastikan konten yang disebarkan mencerminkan tanggung jawab sosial," jelas Angela.
Angela juga menekankan bahwa media massa memiliki peran strategis sebagai penjaga kredibilitas informasi. Ia mengapresiasi tren positif bahwa banyak anak muda kini tetap mencari validasi dari media yang memiliki lisensi dan kode etik.
"Ini menunjukkan bahwa media yang kredibel tetap relevan, bahkan di tengah derasnya informasi digital. Media bukan hanya menyampaikan berita, tapi juga menjaga kualitas ruang publik," katanya.
Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo Beberkan Strategi Membentuk Masa Depan Media di Era Digital
Selain itu, IMG terus memperluas inisiatif kolaboratif dengan media komunitas dan lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat, inklusif, dan tahan terhadap disinformasi. Angela menutup paparannya dengan ajakan kepada seluruh pihak, termasuk industri media, pendidik, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama memperkuat budaya literasi media. "Ini investasi penting bagi masa depan demokrasi dan masyarakat informasi yang berkualitas," jelasnya.
Menurut Angela, perkembangan teknologi digital dan masifnya penggunaan media sosial telah membuat siapa pun bisa menjadi sumber informasi. Namun, tidak semua informasi yang beredar bisa diverifikasi kebenarannya, sehingga risiko penyebaran hoaks dan misinformasi pun meningkat.
"Siapa saja kini bisa menjadi pembuat dan penyebar informasi. Di satu sisi ini hal positif karena akses terbuka. Tapi di sisi lain, banyak disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan," ujarnya dalam acara RE:START – Home of Indonesia’s Next Global Entrepreneurs di Jakarta, Sabtu (26/7).
Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo: Media Kredibel Tetap Jadi Rujukan di Era Banjir Informasi
Angela mengakui bahwa media sosial telah menjadi kanal utama konsumsi informasi masyarakat, terutama generasi muda. Namun masih banyak pengguna yang belum memiliki literasi digital memadai sehingga mudah percaya pada informasi yang tidak tervalidasi.
"Konsumsi berita dari sumber terpercaya harus menjadi bagian penting dalam literasi digital. Kami aktif mendorong hal ini melalui kerja sama dengan kampus-kampus dan komunitas," kata Angela.
Melalui program literasi media yang dijalankan iNews Media Group, Angela berharap generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi yang cerdas, tetapi juga konten kreator yang bertanggung jawab. Ia menilai, kualitas ruang publik sangat ditentukan oleh jenis konten yang diproduksi dan disebarkan.
Menurutnya, menjadi konten kreator bukan semata soal mengejar popularitas atau viralitas, tetapi tentang membangun diskusi publik yang sehat dan mencerminkan nilai-nilai kejujuran, keberimbangan, serta integritas.
"Apa yang kita lihat, baca, dan dengar setiap hari membentuk pola pikir dan karakter kita. Maka dari itu, penting memastikan konten yang disebarkan mencerminkan tanggung jawab sosial," jelas Angela.
Angela juga menekankan bahwa media massa memiliki peran strategis sebagai penjaga kredibilitas informasi. Ia mengapresiasi tren positif bahwa banyak anak muda kini tetap mencari validasi dari media yang memiliki lisensi dan kode etik.
"Ini menunjukkan bahwa media yang kredibel tetap relevan, bahkan di tengah derasnya informasi digital. Media bukan hanya menyampaikan berita, tapi juga menjaga kualitas ruang publik," katanya.
Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo Beberkan Strategi Membentuk Masa Depan Media di Era Digital
Selain itu, IMG terus memperluas inisiatif kolaboratif dengan media komunitas dan lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat, inklusif, dan tahan terhadap disinformasi. Angela menutup paparannya dengan ajakan kepada seluruh pihak, termasuk industri media, pendidik, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama memperkuat budaya literasi media. "Ini investasi penting bagi masa depan demokrasi dan masyarakat informasi yang berkualitas," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :