Inovator Muda Indonesia Siap Bawa Inovasi Berkelanjutan ke Panggung Global
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 19:06 WIB
loading...
SDG Innovation Accelerator for Young Professionals 2025 (SDGI 2025) Awarding Ceremony & Solutions Showcase. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sembilan puluh inovator muda dari 19 perusahaan nasional menampilkan berbagai solusi inovatif untuk masa depan berkelanjutan dalam acara SDG Innovation Accelerator for Young Professionals 2025 (SDGI 2025) Awarding Ceremony & Solutions Showcase. Acara yang digelar oleh UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) ini menjadi puncak dari perjalanan delapan bulan para inovator muda dalam mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Acara yang berlangsung di Auditorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Kamis (31/7), dihadiri oleh lebih dari 250 peserta dari berbagai sektor. Dalam kesempatan ini, para inovator muda mempresentasikan proyek-proyek berdampak yang relevan dengan tantangan nyata, sekaligus sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang perusahaan mereka.
Direktur Eksekutif UN Global Compact Network Indonesia, Josephine Satyono, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari inisiatif global yang bertujuan memperkuat peran sektor swasta dalam pembangunan berkelanjutan.
"Inovasi yang muncul dari program ini tidak hanya berkontribusi pada agenda keberlanjutan perusahaan, tetapi juga memiliki potensi untuk direplikasi di berbagai industri," ujarnya.
Baca Juga: Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan
Menurut Josephine, program intensif selama delapan bulan ini telah memberikan ruang aman bagi para generasi muda untuk bereksperimen, mengembangkan kepemimpinan, dan menghasilkan solusi berkelanjutan. Sebanyak 23 tim peserta telah merancang proyek-proyek inovatif yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi bisnis yang inklusif dan bertanggung jawab.
Dalam sesi utama, seluruh tim mempresentasikan solusi mereka di hadapan para pemangku kepentingan. Mereka adalah para regulator, mentor industri, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil. Penilaian dilakukan secara independen berdasarkan aspek orisinalitas, kepemimpinan, dan potensi implementasi dari setiap solusi yang dipaparkan.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, mengapresiasi program ini sebagai forum validasi dan dialog lintas sektor. "Kolaborasi lintas sektor seperti ini adalah katalisator nyata perubahan. Ini menjadi contoh konkret bagaimana generasi muda dan sektor swasta dapat bersama-sama menciptakan solusi yang terukur dan dapat direplikasi," kata Leonardo.
Senada dengan itu, Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Hendrian, menegaskan pentingnya sinergi antara sektor riset dan dunia usaha. "Inovasi berbasis sains dan kolaborasi menjadi kunci keberlanjutan. BRIN akan terus mendukung program-program seperti ini," tegasnya.
Baca Juga: ASABRI Hadirkan Layanan dan Kepedulian hingga Pulau Terpencil
Pada puncak acara, terpilih enam tim inovator terbaik yang akan mewakili Indonesia dalam UN Global Compact Leaders Summit di New York, pada 23 September 2025. Dari keenam tim tersebut, satu tim terbaik akan mendapatkan kehormatan untuk mempresentasikan inovasinya dalam sesi khusus SDG Innovation di hadapan para pemimpin global.
Presiden UN Global Compact Network Indonesia, Y.W. Junardy, menambahkan bahwa perubahan besar dalam ekosistem bisnis tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. "SDGI menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu menjadi motor penggerak transformasi bisnis yang inklusif dan bertanggung jawab," pungkas Junardy.
Acara yang berlangsung di Auditorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Kamis (31/7), dihadiri oleh lebih dari 250 peserta dari berbagai sektor. Dalam kesempatan ini, para inovator muda mempresentasikan proyek-proyek berdampak yang relevan dengan tantangan nyata, sekaligus sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang perusahaan mereka.
Direktur Eksekutif UN Global Compact Network Indonesia, Josephine Satyono, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari inisiatif global yang bertujuan memperkuat peran sektor swasta dalam pembangunan berkelanjutan.
"Inovasi yang muncul dari program ini tidak hanya berkontribusi pada agenda keberlanjutan perusahaan, tetapi juga memiliki potensi untuk direplikasi di berbagai industri," ujarnya.
Baca Juga: Kisah Nitya, Doktor Termuda IPB yang Ciptakan Inovasi Deteksi Kerusakan Lingkungan
Menurut Josephine, program intensif selama delapan bulan ini telah memberikan ruang aman bagi para generasi muda untuk bereksperimen, mengembangkan kepemimpinan, dan menghasilkan solusi berkelanjutan. Sebanyak 23 tim peserta telah merancang proyek-proyek inovatif yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi bisnis yang inklusif dan bertanggung jawab.
Dalam sesi utama, seluruh tim mempresentasikan solusi mereka di hadapan para pemangku kepentingan. Mereka adalah para regulator, mentor industri, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil. Penilaian dilakukan secara independen berdasarkan aspek orisinalitas, kepemimpinan, dan potensi implementasi dari setiap solusi yang dipaparkan.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, mengapresiasi program ini sebagai forum validasi dan dialog lintas sektor. "Kolaborasi lintas sektor seperti ini adalah katalisator nyata perubahan. Ini menjadi contoh konkret bagaimana generasi muda dan sektor swasta dapat bersama-sama menciptakan solusi yang terukur dan dapat direplikasi," kata Leonardo.
Senada dengan itu, Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Hendrian, menegaskan pentingnya sinergi antara sektor riset dan dunia usaha. "Inovasi berbasis sains dan kolaborasi menjadi kunci keberlanjutan. BRIN akan terus mendukung program-program seperti ini," tegasnya.
Baca Juga: ASABRI Hadirkan Layanan dan Kepedulian hingga Pulau Terpencil
Pada puncak acara, terpilih enam tim inovator terbaik yang akan mewakili Indonesia dalam UN Global Compact Leaders Summit di New York, pada 23 September 2025. Dari keenam tim tersebut, satu tim terbaik akan mendapatkan kehormatan untuk mempresentasikan inovasinya dalam sesi khusus SDG Innovation di hadapan para pemimpin global.
Presiden UN Global Compact Network Indonesia, Y.W. Junardy, menambahkan bahwa perubahan besar dalam ekosistem bisnis tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. "SDGI menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu menjadi motor penggerak transformasi bisnis yang inklusif dan bertanggung jawab," pungkas Junardy.
(nng)
Lihat Juga :