Penerima MBG Ditarget Capai 20 Juta Orang Sebelum 17 Agustus, Akhir Tahun 82,9 Juta
Senin, 04 Agustus 2025 - 12:29 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menargetkan agar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa mencapai 20 juta orang sebelum 17 Agustus 2025. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menargetkan agar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa mencapai 20 juta orang sebelum 17 Agustus 2025. Hal ini seperti diungkap Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ( Menko Polkam ), Budi Gunawan.
“Program ini adalah strategi menyeluruh untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini. Bila anak-anak kita sehat dan cerdas, masa depan bangsa akan lebih terjamin," ungkap Menko Polkam dalam keterangan resminya pada Senin (4/8/202).
Selain target 20 juta penerima sebelum Hari Kemerdekaan, Presiden juga menargetkan program MBG bisa dinikmati 82,9 juta penerima di akhir tahun serta membuka lebih dari 100 ribu lapangan kerja baru dan menggandeng UMKM, petani, nelayan, dan koperasi lokal dalam ekosistem pelaksanaannya.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Cita-Cita Lama Presiden Prabowo
Hingga akhir Juli 2025, sebanyak 7.374.135 penerima manfaat telah dijangkau melalui 2.375 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur bergizi, menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, serta santri di pesantren dan sekolah keagamaan.
Menko Polkam menjelaskan, program MBG merupakan respons langsung terhadap tantangan malnutrisi di Indonesia yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro. Data tahun 2022 mencatat bahwa 32% anak Indonesia mengalami anemia, 41% tidak sarapan, dan 58% memiliki pola makan tidak sehat, terutama pada kelompok rentan di fase emas pertumbuhan.
Baca Juga: Perluasan Program Makan Bergizi Gratis lewat Pemberdayaan UMKM Pesantren, Dorong Ekonomi Lokal dan Gizi Nasional
Di samping manfaat gizi dan kesehatan, MBG turut memperkuat ketahanan ekonomi melalui pengurangan beban pengeluaran rumah tangga, penciptaan jutaan lapangan kerja, dan stabilisasi harga pangan lewat pembelian langsung dari produsen rakyat.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena kelaparan atau gizi buruk,” ujar Menko Polkam.
“Program ini adalah strategi menyeluruh untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini. Bila anak-anak kita sehat dan cerdas, masa depan bangsa akan lebih terjamin," ungkap Menko Polkam dalam keterangan resminya pada Senin (4/8/202).
Selain target 20 juta penerima sebelum Hari Kemerdekaan, Presiden juga menargetkan program MBG bisa dinikmati 82,9 juta penerima di akhir tahun serta membuka lebih dari 100 ribu lapangan kerja baru dan menggandeng UMKM, petani, nelayan, dan koperasi lokal dalam ekosistem pelaksanaannya.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Cita-Cita Lama Presiden Prabowo
Hingga akhir Juli 2025, sebanyak 7.374.135 penerima manfaat telah dijangkau melalui 2.375 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur bergizi, menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, serta santri di pesantren dan sekolah keagamaan.
Menko Polkam menjelaskan, program MBG merupakan respons langsung terhadap tantangan malnutrisi di Indonesia yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro. Data tahun 2022 mencatat bahwa 32% anak Indonesia mengalami anemia, 41% tidak sarapan, dan 58% memiliki pola makan tidak sehat, terutama pada kelompok rentan di fase emas pertumbuhan.
Baca Juga: Perluasan Program Makan Bergizi Gratis lewat Pemberdayaan UMKM Pesantren, Dorong Ekonomi Lokal dan Gizi Nasional
Di samping manfaat gizi dan kesehatan, MBG turut memperkuat ketahanan ekonomi melalui pengurangan beban pengeluaran rumah tangga, penciptaan jutaan lapangan kerja, dan stabilisasi harga pangan lewat pembelian langsung dari produsen rakyat.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena kelaparan atau gizi buruk,” ujar Menko Polkam.
(akr)
Lihat Juga :