Tangerang Jadi Magnet Properti, LPKR Perluas Portofolio Hunian di Park Serpong
Selasa, 05 Agustus 2025 - 17:47 WIB
loading...
LPKR berkomitmen memperluas portofolio hunian di sejumlah proyek strategis, salah satunya adalah di Park Serpong, Tangerang. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berkomitmen memperluas portofolio hunian di sejumlah proyek strategis. Salah satunya adalah di Park Serpong, Tangerang, yang menawarkan pilihan hunian untuk berbagai segmen, mulai dari keluarga muda hingga kalangan premium.
”Ekspansi juga akan dilakukan di proyek Lippo Cikarang Cosmopolis dan Tanjung Bunga Makassar, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di wilayah-wilayah dengan pertumbuhan tinggi di Indonesia,” kata CEO Grup Lippo Indonesia John Riady dalam siaran pers, Selasa (5/8/2025). Baca juga: Gandeng Pelita Harapan, Lippoland Hadirkan Lentera National School Park Serpong
Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan sektor real estate LPKR naik 39% menjadi Rp1,74 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh penyerahan proyek secara tepat waktu serta penjualan kavling tanah. Laba kotor sendiri tercatat sebesar Rp577 miliar, dengan EBITDA sebesar Rp321 miliar dan margin EBITDA 18%.
Selama Januari-Maret 2025, LPKR berhasil menjual beragam proyek properti, yang terdiri dari 18 proyek hunian tapak, 1 proyek hunian low-rise, 1 proyek mid-rise, 4 proyek high-rise, serta 8 proyek ruko. Proyek-proyek yang diluncurkan pada kuartal ini antara lain Park Serpong Tahap 4 dan Blackslate Series di kawasan Tanjung Bunga.
Nilai pra penjualan LPKR pada kuartal pertama 2025 mencapai Rp1,26 triliun, atau 20% dari target tahunan, dengan hunian tapak sebagai kontributor utama, yakni sebesar 80% dari total pra penjualan.
Diketahui, pasar properti residensial di Indonesia, khususnya di wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta, menunjukkan geliat yang menarik sepanjang semester pertama tahun ini. Berdasarkan estimasi awal Cushman & Wakefield Indonesia, total penyerapan pasar diperkirakan mencapai 4.000 unit rumah selama periode Januari-Juni 2025.
Dalam situasi tersebut, fokus penjualan tampaknya masih kuat di segmen menengah (middle). Director and Head of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief N Rahardjo menyebut segmen ini konsisten menjadi tulang punggung pasar properti karena menyasar kelompok konsumen dengan daya beli yang terus tumbuh.
Adapun dari sisi lokasi, area Tangerang dan
Tangerang Selatan diprediksi masih menjadi daerah dengan penjualan properti tertinggi. Perkembangan infrastruktur menjadi salah satu faktor kunci yang menjadikan wilayah ini primadona bagi pengembang dan konsumen, seperti perluasan jaringan jalan tol yang terus memudahkan aksesibilitas dari dan ke Tangerang Raya. Baca juga: Danantara Bakal Sulap Lahan BUMN Tak Produktif Jadi Perumahan
Di samping itu, pembangunan dan perbaikan jalan tol juga telah mempercepat waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas. Kemudian rencana transportasi massal Moda Raya Terpadu (MRT) hingga ke Tangerang menjadi daya tarik besar karena kehadiran transportasi publik massal yang efisien akan sangat meningkatkan nilai properti dan kualitas hidup penghuninya.
Selain itu, semakin lengkapnya fasilitas seiring dibukanya pusat perbelanjaan baru, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat gaya hidup lainnya terus melengkapi area Tangerang dan Tangerang Selatan. Alhasil, dengan perkembangan infrastruktur dan fasilitas yang terus bergulir, Tangerang Raya tetap menjadi pilihan strategis bagi para pencari hunian dan investor properti.
”Ekspansi juga akan dilakukan di proyek Lippo Cikarang Cosmopolis dan Tanjung Bunga Makassar, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di wilayah-wilayah dengan pertumbuhan tinggi di Indonesia,” kata CEO Grup Lippo Indonesia John Riady dalam siaran pers, Selasa (5/8/2025). Baca juga: Gandeng Pelita Harapan, Lippoland Hadirkan Lentera National School Park Serpong
Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan sektor real estate LPKR naik 39% menjadi Rp1,74 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh penyerahan proyek secara tepat waktu serta penjualan kavling tanah. Laba kotor sendiri tercatat sebesar Rp577 miliar, dengan EBITDA sebesar Rp321 miliar dan margin EBITDA 18%.
Selama Januari-Maret 2025, LPKR berhasil menjual beragam proyek properti, yang terdiri dari 18 proyek hunian tapak, 1 proyek hunian low-rise, 1 proyek mid-rise, 4 proyek high-rise, serta 8 proyek ruko. Proyek-proyek yang diluncurkan pada kuartal ini antara lain Park Serpong Tahap 4 dan Blackslate Series di kawasan Tanjung Bunga.
Nilai pra penjualan LPKR pada kuartal pertama 2025 mencapai Rp1,26 triliun, atau 20% dari target tahunan, dengan hunian tapak sebagai kontributor utama, yakni sebesar 80% dari total pra penjualan.
Diketahui, pasar properti residensial di Indonesia, khususnya di wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta, menunjukkan geliat yang menarik sepanjang semester pertama tahun ini. Berdasarkan estimasi awal Cushman & Wakefield Indonesia, total penyerapan pasar diperkirakan mencapai 4.000 unit rumah selama periode Januari-Juni 2025.
Dalam situasi tersebut, fokus penjualan tampaknya masih kuat di segmen menengah (middle). Director and Head of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief N Rahardjo menyebut segmen ini konsisten menjadi tulang punggung pasar properti karena menyasar kelompok konsumen dengan daya beli yang terus tumbuh.
Adapun dari sisi lokasi, area Tangerang dan
Tangerang Selatan diprediksi masih menjadi daerah dengan penjualan properti tertinggi. Perkembangan infrastruktur menjadi salah satu faktor kunci yang menjadikan wilayah ini primadona bagi pengembang dan konsumen, seperti perluasan jaringan jalan tol yang terus memudahkan aksesibilitas dari dan ke Tangerang Raya. Baca juga: Danantara Bakal Sulap Lahan BUMN Tak Produktif Jadi Perumahan
Di samping itu, pembangunan dan perbaikan jalan tol juga telah mempercepat waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas. Kemudian rencana transportasi massal Moda Raya Terpadu (MRT) hingga ke Tangerang menjadi daya tarik besar karena kehadiran transportasi publik massal yang efisien akan sangat meningkatkan nilai properti dan kualitas hidup penghuninya.
Selain itu, semakin lengkapnya fasilitas seiring dibukanya pusat perbelanjaan baru, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat gaya hidup lainnya terus melengkapi area Tangerang dan Tangerang Selatan. Alhasil, dengan perkembangan infrastruktur dan fasilitas yang terus bergulir, Tangerang Raya tetap menjadi pilihan strategis bagi para pencari hunian dan investor properti.
(poe)
Lihat Juga :