BRI Perkuat Layanan Keuangan Desa lewat AgenBRILink di Gowa
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 12:44 WIB
loading...
Syamsuardi, AgenBRILink yang membantu petani mendapatkan akses layanan keuangan bagi Petani di Gowa. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
GOWA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berkomitmen memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke pelosok negeri melalui jaringan AgenBRILink. Di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, AgenBRILink Podomoro Jaya yang dikelola oleh Syamsuardi sejak tahun 2017 menjadi contoh nyata bagaimana layanan ini menjembatani kebutuhan finansial masyarakat, khususnya para petani.
Syamsuardi, yang sebelumnya berprofesi sebagai pelaut dan sempat merantau ke Jakarta, memutuskan kembali ke kampung halamannya setelah melihat kebutuhan besar warga akan akses layanan keuangan yang mudah dijangkau. Inilah yang mendorongnya untuk mengembangkan usaha berbasis layanan perbankan melalui AgenBRILink.
Melalui AgenBRILink Podomoro Jaya, ia menyediakan berbagai transaksi harian yang terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Layanan yang tersedia meliputi setoran, penarikan tunai, pembayaran angsuran, hingga pembukaan rekening baru.
Baca Juga: AgenBRILink Dekatkan Akses Layanan Keuangan bagi Petani di Gowa
Layanan ini menjadi semakin krusial, terutama saat musim panen tiba. Syamsuardi mencatat adanya peningkatan transaksi yang signifikan, didominasi oleh pelaku usaha lokal yang melakukan penarikan dana dalam jumlah besar.
"Saat musim panen, transaksi di sini meningkat karena banyak pengepul gabah menarik tunai dalam jumlah besar, kadang bisa sampai seratus juta lebih sehari," ungkap Syamsuardi, dalam pernyataannya, Sabtu (9/8).
Ia menambahkan, masyarakat juga rutin datang untuk setor, tarik tunai, membayar angsuran, bahkan membuka rekening baru. "Saya juga mulai mengarahkan mereka untuk bertransaksi menggunakan kartu melalui EDC," tuturnya.
Tak hanya fokus pada pelayanan transaksi, Syamsuardi juga memanfaatkan unit usahanya sebagai sarana pembelajaran bagi pemuda-pemudi yang baru tamat sekolah. Ia melihat pentingnya memberikan pengalaman langsung bagi mereka yang ingin mengenal dunia kerja.
"Anak-anak yang baru lulus SMA saya ajak belajar di tempat saya. Mereka membantu operasional, sekaligus saya ajarkan cara melayani, mengelola transaksi, dan bertanggung jawab. Ini agar mereka tahu dasar-dasarnya dan terbiasa dengan lingkungan kerja," jelasnya.
Selain mengelola AgenBRILink, Syamsuardi juga memiliki peran penting sebagai penyalur pupuk bersubsidi bagi petani di wilayahnya. Kombinasi dua peran ini memperluas kontribusinya, tidak hanya dalam mendukung aktivitas pertanian lokal, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada sektor produksi pangan.
Baca Juga: Punya Banyak Cabang, AgenBRILink Milik Pemuda Asal Lahat Ini Buka Lapangan Kerja untuk Warga Sekitar
Di kesempatan terpisah, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa salah satu kekuatan utama BRI adalah kemampuannya menjangkau lapisan masyarakat luas hingga pelosok negeri melalui jaringan AgenBRILink.
"Hingga akhir Juni 2025, jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen, menunjukkan pertumbuhan 22,60% secara year-on-year. Agen-agen ini tersebar di 67 ribu desa, menjangkau seluruh penjuru negeri," terang Akhmad.
Dari sisi transaksi, AgenBRILink mencatatkan volume sebesar Rp843 triliun, tumbuh 9,85% secara year-on-year. Angka ini menunjukkan peran vital AgenBRILink dalam memberikan akses keuangan dan mendukung ekonomi lokal.
Syamsuardi, yang sebelumnya berprofesi sebagai pelaut dan sempat merantau ke Jakarta, memutuskan kembali ke kampung halamannya setelah melihat kebutuhan besar warga akan akses layanan keuangan yang mudah dijangkau. Inilah yang mendorongnya untuk mengembangkan usaha berbasis layanan perbankan melalui AgenBRILink.
Melalui AgenBRILink Podomoro Jaya, ia menyediakan berbagai transaksi harian yang terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Layanan yang tersedia meliputi setoran, penarikan tunai, pembayaran angsuran, hingga pembukaan rekening baru.
Baca Juga: AgenBRILink Dekatkan Akses Layanan Keuangan bagi Petani di Gowa
Layanan ini menjadi semakin krusial, terutama saat musim panen tiba. Syamsuardi mencatat adanya peningkatan transaksi yang signifikan, didominasi oleh pelaku usaha lokal yang melakukan penarikan dana dalam jumlah besar.
"Saat musim panen, transaksi di sini meningkat karena banyak pengepul gabah menarik tunai dalam jumlah besar, kadang bisa sampai seratus juta lebih sehari," ungkap Syamsuardi, dalam pernyataannya, Sabtu (9/8).
Ia menambahkan, masyarakat juga rutin datang untuk setor, tarik tunai, membayar angsuran, bahkan membuka rekening baru. "Saya juga mulai mengarahkan mereka untuk bertransaksi menggunakan kartu melalui EDC," tuturnya.
Tak hanya fokus pada pelayanan transaksi, Syamsuardi juga memanfaatkan unit usahanya sebagai sarana pembelajaran bagi pemuda-pemudi yang baru tamat sekolah. Ia melihat pentingnya memberikan pengalaman langsung bagi mereka yang ingin mengenal dunia kerja.
"Anak-anak yang baru lulus SMA saya ajak belajar di tempat saya. Mereka membantu operasional, sekaligus saya ajarkan cara melayani, mengelola transaksi, dan bertanggung jawab. Ini agar mereka tahu dasar-dasarnya dan terbiasa dengan lingkungan kerja," jelasnya.
Selain mengelola AgenBRILink, Syamsuardi juga memiliki peran penting sebagai penyalur pupuk bersubsidi bagi petani di wilayahnya. Kombinasi dua peran ini memperluas kontribusinya, tidak hanya dalam mendukung aktivitas pertanian lokal, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada sektor produksi pangan.
Baca Juga: Punya Banyak Cabang, AgenBRILink Milik Pemuda Asal Lahat Ini Buka Lapangan Kerja untuk Warga Sekitar
Di kesempatan terpisah, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa salah satu kekuatan utama BRI adalah kemampuannya menjangkau lapisan masyarakat luas hingga pelosok negeri melalui jaringan AgenBRILink.
"Hingga akhir Juni 2025, jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen, menunjukkan pertumbuhan 22,60% secara year-on-year. Agen-agen ini tersebar di 67 ribu desa, menjangkau seluruh penjuru negeri," terang Akhmad.
Dari sisi transaksi, AgenBRILink mencatatkan volume sebesar Rp843 triliun, tumbuh 9,85% secara year-on-year. Angka ini menunjukkan peran vital AgenBRILink dalam memberikan akses keuangan dan mendukung ekonomi lokal.
(nng)
Lihat Juga :