BRI Peduli Yok Kita Gas Bantu Kelola Sampah di Pasar Prambanan
Kamis, 14 Agustus 2025 - 20:38 WIB
loading...
Tidak hanya meluncurkan program BRI Peduli Yok Kita Gas, pihak BRI turut memberikan sembako dan kantong sampah kepada para pedagang di pasar. Foto/Dok
A
A
A
YOGYAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI terus berkomitmen membantu pemerintah dalam menangani peliknya persoalan sampah nasional melalui program Corporate Social Responsibility ( CSR ) ‘BRI Peduli Yok Kita Gas’. Program BRI Peduli Yok Kita Gas kali ini dilaksanakan di Pasar Prambanan, Yogyakarta.
Launching BRI Peduli Yok Kita Gas di Pasar Prambanan dilaksanakan pada Selasa 5 Agustus 2025, yang dihadiri oleh kurang lebih 200 orang, terdiri dari pedagang, stakeholder, pemerintah, dan komunitas yang ada di pasar. Program BRI Peduli Yok Kita Gas di Pasar Prambanan akan dilaksanakan selama enam bulan ke depan.
Baca Juga: BRI Peduli Ini Sekolahku, Bentuk Dukungan BRI untuk Membangun SDM Berkualitas
Tidak hanya meluncurkan program BRI Peduli Yok Kita Gas, pihak BRI turut memberikan sembako dan kantong sampah kepada para pedagang di pasar. Menurut data, krisis pengelolaan sampah saat ini melanda Yogyakarta sejak penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan pada akhir 2023 yang membuat banyak wilayah kelimpungan. Dalam kondisi tersebut, Program BRI Peduli Yok Kita Gas hadir menawarkan solusi.
Program BRI Peduli Yok Kita Gas ini menjadi secercah harapan bagi warga Yogyakarta, terutama warga di Pasar Prambanan yang kesulitan mengelola sampah sejak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sekitar pasar ditutup. Belum lagi wilayah Yogyakarta yang mengalami darurat sampah kesulitan untuk menemukan solusi, sehingga perlu peran serta dari berbagai pihak untuk mengatasi hal tersebut.
Sasaran utama program BRI Peduli Yok Kita Gas adalah mendorong pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terutama di Pasar Prambanan dalam pengelolaan sampah. Harapannya sampah organik dan anorganik bisa terkelola dengan baik.
BRI Peduli Yok Kita Gas di Pasar Prambanan ini secara bertanggung jawab melakukan pengelolaan sampah dengan membentuk bank sampah, memberikan edukasi kepada komunitas di pasar, para pedagang, dan masyarakat.
Selain itu BRI Peduli juga memberikan sarana mesin pencacah untuk mengolah sampah yang ada. Pihak BRI juga akan memberikan pendampingan kepada sasaran program agar tujuan awal tercapai. Masyarakat yang tidak memahami perihal tata kelola sampah pun bisa langsung bertanya kepada pihak fasilitator.
“Terima kasih kepada BRI yang akan mendampingi selama enam bulan ke depan untuk mengatasi permasalahan sampah di sini,” kata Ketua UPT Pasar Prambanan, Marno saat acara Kick Off BRI Peduli Yok Kita Gas Selasa (5/8/2025).
Senior Manager Corporate Secretary Division BRI Agusman Muhammad Latif mengungkapkan bahwa semua pihak di Pasar Prambanan sudah memiliki kesadaran terhadap pengelolaan sampah yang cukup baik. Baca Juga: BRI Peduli Bangun PLTMH untuk Pemberdayaan Desa BRILiaN Jatihurip
“BRI ingin membuat pasar lebih bersih dan rapi agar para pedagang dan pengunjung bisa nyaman saat melakukan transaksi. Harapan jika program ini sudah terkelola dengan baik, akan ada peningkatan ekonomi di Pasar Prambanan,” tutur Agusman.
Launching BRI Peduli Yok Kita Gas di Pasar Prambanan dilaksanakan pada Selasa 5 Agustus 2025, yang dihadiri oleh kurang lebih 200 orang, terdiri dari pedagang, stakeholder, pemerintah, dan komunitas yang ada di pasar. Program BRI Peduli Yok Kita Gas di Pasar Prambanan akan dilaksanakan selama enam bulan ke depan.
Baca Juga: BRI Peduli Ini Sekolahku, Bentuk Dukungan BRI untuk Membangun SDM Berkualitas
Tidak hanya meluncurkan program BRI Peduli Yok Kita Gas, pihak BRI turut memberikan sembako dan kantong sampah kepada para pedagang di pasar. Menurut data, krisis pengelolaan sampah saat ini melanda Yogyakarta sejak penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan pada akhir 2023 yang membuat banyak wilayah kelimpungan. Dalam kondisi tersebut, Program BRI Peduli Yok Kita Gas hadir menawarkan solusi.
Program BRI Peduli Yok Kita Gas ini menjadi secercah harapan bagi warga Yogyakarta, terutama warga di Pasar Prambanan yang kesulitan mengelola sampah sejak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sekitar pasar ditutup. Belum lagi wilayah Yogyakarta yang mengalami darurat sampah kesulitan untuk menemukan solusi, sehingga perlu peran serta dari berbagai pihak untuk mengatasi hal tersebut.
Sasaran utama program BRI Peduli Yok Kita Gas adalah mendorong pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terutama di Pasar Prambanan dalam pengelolaan sampah. Harapannya sampah organik dan anorganik bisa terkelola dengan baik.
BRI Peduli Yok Kita Gas di Pasar Prambanan ini secara bertanggung jawab melakukan pengelolaan sampah dengan membentuk bank sampah, memberikan edukasi kepada komunitas di pasar, para pedagang, dan masyarakat.
Selain itu BRI Peduli juga memberikan sarana mesin pencacah untuk mengolah sampah yang ada. Pihak BRI juga akan memberikan pendampingan kepada sasaran program agar tujuan awal tercapai. Masyarakat yang tidak memahami perihal tata kelola sampah pun bisa langsung bertanya kepada pihak fasilitator.
“Terima kasih kepada BRI yang akan mendampingi selama enam bulan ke depan untuk mengatasi permasalahan sampah di sini,” kata Ketua UPT Pasar Prambanan, Marno saat acara Kick Off BRI Peduli Yok Kita Gas Selasa (5/8/2025).
Senior Manager Corporate Secretary Division BRI Agusman Muhammad Latif mengungkapkan bahwa semua pihak di Pasar Prambanan sudah memiliki kesadaran terhadap pengelolaan sampah yang cukup baik. Baca Juga: BRI Peduli Bangun PLTMH untuk Pemberdayaan Desa BRILiaN Jatihurip
“BRI ingin membuat pasar lebih bersih dan rapi agar para pedagang dan pengunjung bisa nyaman saat melakukan transaksi. Harapan jika program ini sudah terkelola dengan baik, akan ada peningkatan ekonomi di Pasar Prambanan,” tutur Agusman.
(akr)
Lihat Juga :