Penghapusan Tantiem Komisaris BUMN Bisa Hemat Anggaran Negara Rp17 Triliun
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 22:15 WIB
loading...
Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan peniadaan tantiem Komisaris BUMN dan direksi perusahaan delat merah bisa menghemat anggaran negara sekitar Rp17-18 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan, bahwa sorotan tajam Presiden Prabowo Subianto menyangkut tantiem komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah menjadi perhatian sejak lama. Sebelumnya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menghapus pemberian tantiem , insentif, dan penghasilan dalam bentuk lainnya yang dikaitkan dengan kinerja perusahaan kepada anggota dewan komisaris dan anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diatur dalam Surat Edaran S-063/DI-BP/VII/2025 per tanggal 30 Juli 2025.
"Ya memang kebijakan itu sudah disampaikan sekitar satu bulan setengah yang lalu," kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Baca Juga: Prabowo Kritik Tajam Tantiem BUMN: Akal-akalan Mereka Saja
Oleh karenanya, kata dia, pemerintah sendiri telah mengambil sejumlah langkah untuk menyikapi persoalan yang berada di perusahaan plat merah tersebut. Pertama, pengurangan jumlah komisaris di setiap perusahaan BUMN.
Dasco menyebut, lebih dari separuh jumlah komisaris di setiap perusahaan itu telah dipangkas. "Lalu yang kedua, memang tantiemnya ditiadakan, dan itu kalau saya tidak salah ada penghematan sekitar Rp17-18 triliun dari tantiem-tantiem yang ada," ujarnya.
"Sehingga tentunya untuk efektivitas BUMN itu terasa sekali," tuturnya melanjutkan.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa ada komisaris perusahaan pelat merah yang menerima tantiem atau keuntungan perusahaan yang diberikan kepada direksi dan komisaris hingga Rp40 miliar per tahun. Padahal mereka hanya datang rapat satu kali dalam sebulan.
Baca Juga: Anggota DPR Teriakkan Namanya saat Pidato Singgung Tantiem, Prabowo: Saudara-saudara Sekalian, Pemilu Masih Lama
"Masa ada komisaris yang rapat sebulan sekali, tantiemnya Rp40 miliar setahun," kata Prabowo dalam pidato RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
"Ya memang kebijakan itu sudah disampaikan sekitar satu bulan setengah yang lalu," kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Baca Juga: Prabowo Kritik Tajam Tantiem BUMN: Akal-akalan Mereka Saja
Oleh karenanya, kata dia, pemerintah sendiri telah mengambil sejumlah langkah untuk menyikapi persoalan yang berada di perusahaan plat merah tersebut. Pertama, pengurangan jumlah komisaris di setiap perusahaan BUMN.
Dasco menyebut, lebih dari separuh jumlah komisaris di setiap perusahaan itu telah dipangkas. "Lalu yang kedua, memang tantiemnya ditiadakan, dan itu kalau saya tidak salah ada penghematan sekitar Rp17-18 triliun dari tantiem-tantiem yang ada," ujarnya.
"Sehingga tentunya untuk efektivitas BUMN itu terasa sekali," tuturnya melanjutkan.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa ada komisaris perusahaan pelat merah yang menerima tantiem atau keuntungan perusahaan yang diberikan kepada direksi dan komisaris hingga Rp40 miliar per tahun. Padahal mereka hanya datang rapat satu kali dalam sebulan.
Baca Juga: Anggota DPR Teriakkan Namanya saat Pidato Singgung Tantiem, Prabowo: Saudara-saudara Sekalian, Pemilu Masih Lama
"Masa ada komisaris yang rapat sebulan sekali, tantiemnya Rp40 miliar setahun," kata Prabowo dalam pidato RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
(akr)
Lihat Juga :