Sukses Salurkan BSU 98%, Pos Indonesia Ungkap Jemput Bola hingga 3T Jadi Kunci
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 17:40 WIB
loading...
Ketua Satgas Program Penyaluran BSU PT Pos Indonesia Andi Rosa mengatakan, perusahaan mengedepankan prinsip tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat jumlah dalam proses penyaluran bantuan. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) berhasilkan mencatatkan capaian gemilang dalam program penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 dengan realisasi penyaluran mencapai 98%. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan strategi layanan yang menyasar langsung para penerima, termasuk mereka yang berlokasi di wilayah terdepan, tertinggal, dan terpencil (3T).
Ketua Satgas Program Penyaluran BSU PT Pos Indonesia Andi Rosa mengatakan, perusahaan mengedepankan prinsip tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat jumlah dalam proses penyaluran bantuan. “Pos Indonesia hadir di 514 kabupaten/kota, termasuk wilayah 3T , untuk menjaga kepercayaan dan menyalurkan harapan kepada jutaan penerima,” katanya, Sabtu (16/8/2025). Baca juga: BSU Guru PAUD Non Formal 2025 Cair, Begini Cara Cek dan Mencairkannya
Sementara itum dalam rangka menjangkau lebih banyak penerima BSU, Pos Indonesia memperpanjang jam operasional layanan menjadi pukul 07.00-21.00 WIB. Termasuk tetap membuka layanan pada Sabtu dan Minggu di seluruh Kantorpos se-Indonesia. “Kami paham banyak pekerja yang tidak sempat datang di hari kerja. Karena itu, kami buka layanan di akhir pekan, agar mereka tetap bisa mencairkan dana BSU,” ujarnya.
Strategi Jemput Bola
Pos Indonesia juga menerapkan strategi jemput bola, khususnya untuk pekerja di wilayah yang sulit dijangkau. Tim lapangan Pos Indonesia mendatangi langsung lokasi-lokasi perusahaan dan rumah penerima yang berhalangan hadir karena sakit atau keterbatasan fisik.
“Kami aktif menghubungi HRD perusahaan, menjadwalkan penyaluran secara komunitas, dan datang langsung ke lokasi-lokasi perusahaan. Di daerah 3T, di mana jarak ke Kantorpos sangat jauh, kami langsung mendatangi penerima di lokasi,” tuturnya.
Sebagai wujud nyata transformasi digital, Pos Indonesia memanfaatkan aplikasi Pospay. Penerima BSU dapat mendaftar secara mandiri melalui aplikasi dan memperoleh Cek Pos Digital, untuk kemudian ditukarkan di Kantorpos atau saat layanan jemput bola.
Penyaluran BSU 2025 oleh Pos Indonesia dilakukan secara real time melalui dashboard yang dapat diakses oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Data juga dilindungi oleh sistem tersertifikasi dan digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pemberi kerja. Baca juga: Pos Indonesia Pastikan Penyaluran BSU di Wilayah 3 T Lancar dan Tepat Sasaran
Penyaluran BSU 2025 melibatkan koordinasi erat antara Satgas Pos Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BPJS Ketenagakerjaan, baik di pusat maupun daerah. Kolaborasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah guna memastikan akurasi dan efektivitas penyaluran.
BSU 2025 merupakan bantuan pemerintah yang ditujukan kepada pekerja atau buruh berpenghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi global. Pemerintah telah menggelontorkan BSU pada kuartal II 2025 dengan anggaran Rp10,72 triliun. Dana tersebut menyasar 17,3 juta pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta dan 565 ribu guru honorer.
Ketua Satgas Program Penyaluran BSU PT Pos Indonesia Andi Rosa mengatakan, perusahaan mengedepankan prinsip tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat jumlah dalam proses penyaluran bantuan. “Pos Indonesia hadir di 514 kabupaten/kota, termasuk wilayah 3T , untuk menjaga kepercayaan dan menyalurkan harapan kepada jutaan penerima,” katanya, Sabtu (16/8/2025). Baca juga: BSU Guru PAUD Non Formal 2025 Cair, Begini Cara Cek dan Mencairkannya
Sementara itum dalam rangka menjangkau lebih banyak penerima BSU, Pos Indonesia memperpanjang jam operasional layanan menjadi pukul 07.00-21.00 WIB. Termasuk tetap membuka layanan pada Sabtu dan Minggu di seluruh Kantorpos se-Indonesia. “Kami paham banyak pekerja yang tidak sempat datang di hari kerja. Karena itu, kami buka layanan di akhir pekan, agar mereka tetap bisa mencairkan dana BSU,” ujarnya.
Strategi Jemput Bola
Pos Indonesia juga menerapkan strategi jemput bola, khususnya untuk pekerja di wilayah yang sulit dijangkau. Tim lapangan Pos Indonesia mendatangi langsung lokasi-lokasi perusahaan dan rumah penerima yang berhalangan hadir karena sakit atau keterbatasan fisik.
“Kami aktif menghubungi HRD perusahaan, menjadwalkan penyaluran secara komunitas, dan datang langsung ke lokasi-lokasi perusahaan. Di daerah 3T, di mana jarak ke Kantorpos sangat jauh, kami langsung mendatangi penerima di lokasi,” tuturnya.
Sebagai wujud nyata transformasi digital, Pos Indonesia memanfaatkan aplikasi Pospay. Penerima BSU dapat mendaftar secara mandiri melalui aplikasi dan memperoleh Cek Pos Digital, untuk kemudian ditukarkan di Kantorpos atau saat layanan jemput bola.
Penyaluran BSU 2025 oleh Pos Indonesia dilakukan secara real time melalui dashboard yang dapat diakses oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Data juga dilindungi oleh sistem tersertifikasi dan digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pemberi kerja. Baca juga: Pos Indonesia Pastikan Penyaluran BSU di Wilayah 3 T Lancar dan Tepat Sasaran
Penyaluran BSU 2025 melibatkan koordinasi erat antara Satgas Pos Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BPJS Ketenagakerjaan, baik di pusat maupun daerah. Kolaborasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah guna memastikan akurasi dan efektivitas penyaluran.
BSU 2025 merupakan bantuan pemerintah yang ditujukan kepada pekerja atau buruh berpenghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi global. Pemerintah telah menggelontorkan BSU pada kuartal II 2025 dengan anggaran Rp10,72 triliun. Dana tersebut menyasar 17,3 juta pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta dan 565 ribu guru honorer.
(poe)
Lihat Juga :