Prabowo Minta Defisit APBN Nol Persen, Ini Jawaban Sri Mulyani

Minggu, 17 Agustus 2025 - 20:22 WIB
loading...
Prabowo Minta Defisit...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan langkah bertahap untuk memperkecil defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuju anggaran seimbang (balance budget). Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan defisit APBN dapat mencapai nol persen pada akhir periode pemerintahannya hingga 2029.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, fokus utama saat ini adalah pembahasan Rancangan APBN (RAPBN) 2026. Namun, arah menuju defisit nol persen tetap menjadi pertimbangan pemerintah dalam perencanaan fiskal jangka menengah.

"Untuk balance budget 2–3 tahun, kita lihat di 2026 dulu ya, belum mulai 2026. Tapi saya melihat sinyal dari Presiden, jadi nanti kita juga akan siapkan sesuai yang diharapkan," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/8).

Baca Juga: Kejar Target Pajak Rp2.576 Triliun, PPN 12% Diprediksi Naik di 2026

Ia menjelaskan, penyusunan kebijakan defisit harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan belanja negara dan kemampuan penerimaan.

“Kita melihat setahap demi setahap. Tahun 2025 juga masih empat bulan lagi, kita kawal bersama, 2026 kita siapkan, dan kemudian arah yang diminta Presiden adalah agar Indonesia suatu saat bisa balance budget,” katanya.

Defisit APBN 2026 ditargetkan tetap terkendali dengan disiplin fiskal yang ketat. Pemerintah memproyeksikan rasio defisit pada tahun tersebut berada di level 2,48% terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dari proyeksi defisit 2025 sebesar 2,78%.

Untuk mendukung pencapaian target, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi peningkatan penerimaan negara, antara lain memperkuat basis pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Langkah itu akan dipadukan dengan upaya efisiensi belanja serta penguatan program prioritas nasional agar keberlanjutan fiskal tetap terjaga. "Saya rasa itu adalah sesuatu yang harus terus dihitung dan pasti akan dilaporkan kepada Presiden," tambah Sri Mulyani.

Baca Juga: Prabowo Targetkan APBN Tanpa Defisit 2 Tahun Lagi

Hingga saat ini, pemerintah tetap menjaga rasio defisit APBN di bawah 3% dari PDB sesuai amanat undang-undang. Dalam pidato Nota Keuangan, Jumat (15/8), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan harapannya agar Indonesia bisa memiliki APBN tanpa defisit di masa pemerintahannya.

"Adalah harapan saya, cita-cita saya, apakah dalam 2027, atau 2028, saya ingin berdiri di podium ini untuk menyampaikan bahwa kita punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali," kata Prabowo.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Prabowo Angkat Nanik...
Prabowo Angkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Daftar 11 Pemimpin ASEAN...
Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Rekomendasi
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Berita Terkini
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved