Libatkan Aset Negara, 100 Markas Batalyon Baru Siap Dibangun Tahun Ini

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:37 WIB
loading...
Libatkan Aset Negara,...
Pemerintah berencana membangun 100 markas batalyon tambahan pada 2025 dengan memanfaatkan aset negara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana membangun 100 markas batalyon tambahan pada 2025 dengan memanfaatkan aset negara berupa lahan milik pemerintah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sistem pertahanan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hal tersebut usai meninjau prototipe pengembangan batalyon di Jakarta, Rabu (20/8). Menurutnya, pembangunan ini sejalan dengan arahan presiden untuk memperkokoh kesiapan pertahanan nasional.

"Akan dibangun 100 batalyon pada tahun 2025 ini. Pemanfaatan aset negara berupa lahan tanah dijadikan markas batalyon yang dibangun dari nol," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Terungkap, 26,8 Juta Hektare Tanah di Indonesia hanya Dimiliki 60 Keluarga

Rencana tersebut tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga membuka ruang pengembangan kawasan produktif. Lahan seluas 43 hektare, misalnya, akan ditata untuk kegiatan pertanian, peternakan, hingga usaha ekonomi lokal.

Dia menilai, langkah itu dapat memberi manfaat ganda. Selain meningkatkan rasa percaya diri pasukan, pembangunan batalyon juga diharapkan memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

"Ini diharapkan memberikan keyakinan bagi pertahanan negara, namun juga menjadi tempat yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitar," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara institusi pertahanan dengan masyarakat sipil dalam setiap pembangunan fasilitas negara. Menurutnya, pemanfaatan aset negara tidak boleh hanya berfokus pada satu fungsi, melainkan juga menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan.

"Pemanfaatan aset negara dihidupkan kembali agar menciptakan nilai tambah. Selain itu, hal ini juga menumbuhkan kedisiplinan, persatuan, serta kedekatan antara tentara dan masyarakat," ucap Sri Mulyani.

Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan markas batalyon dapat dimulai secara bertahap sepanjang 2025. Proyek ini juga disebut sebagai salah satu upaya mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Baca Juga: Lahan Nganggur 2 Tahun Diambil Negara, Menteri ATR Nusron Wahid: Emang Mbahmu Bisa Bikin Tanah?

Dengan adanya program tersebut, Kementerian Keuangan menegaskan komitmen pemerintah untuk mengelola aset negara secara produktif. Langkah ini sekaligus menjadi contoh bagaimana infrastruktur pertahanan dapat terintegrasi dengan kepentingan sosial-ekonomi masyarakat.

Sri Mulyani menambahkan, keberadaan markas batalyon diharapkan bisa menjadi katalis bagi pengembangan kawasan sekitarnya. "Kami percaya pembangunan ini tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Pembangunan 100 batalyon ini melengkapi kebijakan pertahanan yang berorientasi ganda menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah. Dengan memanfaatkan aset negara secara optimal, pemerintah berharap tercipta model pembangunan yang menyatukan kepentingan pertahanan dengan kesejahteraan rakyat.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
GBK Cetak Pendapatan...
GBK Cetak Pendapatan Rp812 Miliar, Rekor Tertinggi dalam 63 Tahun Pengelolaan
Menko AHY Sebut Proyek...
Menko AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Melindungi Aset Nasional: 70 Kawasan Industri dan 5 KEK
Dunia Semakin Tidak...
Dunia Semakin Tidak Aman, Belanja Militer Global Cetak Rekor Tembus Rp50.280 Triliun
Anggaran MBG Rp249 Triliun...
Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
Setujui Usulan Tambahan...
Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemhan Rp195 Triliun, Komisi I Bakal Diteruskan ke Banggar
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Pengadaan Alutsista...
Pengadaan Alutsista TNI Harus Didukung Anggaran Perawatan dan Inhan Dalam Negeri
Rekomendasi
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved