Pertamina Dorong Ekonomi Lokal Kampung Sirih lewat UMKM dan Bank Sampah
Rabu, 20 Agustus 2025 - 19:02 WIB
loading...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam program pemberdayaan masyarakat di Kampung Sirih, Kelurahan Mekarsari, Kota Tangerang. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam program pemberdayaan masyarakat di Kampung Sirih, Kelurahan Mekarsari, Kota Tangerang. Upaya ini difokuskan pada penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Melalui dukungan Soekarno Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI), kegiatan yang berlangsung Jumat (15/8) ini menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM), Kelurahan Mekarsari, dan Dinas Sosial Kota Tangerang. Fokus utama program adalah pengembangan UMKM keripik sirih IBU KOS serta penguatan peran bank sampah lokal.
Pendekatan partisipatif diterapkan dalam proses perencanaan. Bahruddin, dosen FISIPOL UGM, menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga agar solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
"Warga yang paling memahami realitas lapangan. Peran kami hanya memfasilitasi, bukan mendikte," ujar Bahruddin dalam pernyataannya, Rabu (20/8).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Akan Perluas Distribusi Pertamax Green 95
Pertamina Patra Niaga melalui SHAFTHI menilai keterlibatan dunia usaha dalam pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial. Chandra Juliantono, perwakilan perusahaan, menyebut semangat kolektif warga sebagai kekuatan utama yang layak mendapat dukungan berkelanjutan.
"Kami percaya masyarakat yang mandiri dan peduli lingkungan akan menciptakan dampak jangka panjang. Dukungan ini adalah bagian dari komitmen sosial kami," kata Chandra.
Senada, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menyebut kolaborasi multipihak sebagai kunci terciptanya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Sinergi antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha harus terus diperkuat agar dampaknya luas dan berkelanjutan," ujar Satria.
Warga setempat, Alex Eko Setiawan, yang mengelola UMKM keripik sirih dan bank sampah, menyambut baik pendampingan tersebut. Ia menyebut program ini membuka peluang peningkatan kapasitas usaha, akses jejaring kemitraan, dan dorongan inovasi dalam pengelolaan lingkungan.
Produk keripik sirih yang menjadi identitas lokal diarahkan agar lebih kompetitif melalui peningkatan kualitas, kemasan menarik, dan pemasaran digital. Di sisi lain, penguatan bank sampah menjadi solusi ekonomi dan lingkungan yang saling mendukung.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dorong Transisi Energi Melalui Pengembangan SAF
Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan dan penciptaan pekerjaan layak. Kampung Sirih diharapkan menjadi model pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Pertamina Patra Niaga Regional JBB berkomitmen untuk melanjutkan sinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan ekosistem ekonomi yang berdaya dan lingkungan yang lestari.
Melalui dukungan Soekarno Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI), kegiatan yang berlangsung Jumat (15/8) ini menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM), Kelurahan Mekarsari, dan Dinas Sosial Kota Tangerang. Fokus utama program adalah pengembangan UMKM keripik sirih IBU KOS serta penguatan peran bank sampah lokal.
Pendekatan partisipatif diterapkan dalam proses perencanaan. Bahruddin, dosen FISIPOL UGM, menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga agar solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
"Warga yang paling memahami realitas lapangan. Peran kami hanya memfasilitasi, bukan mendikte," ujar Bahruddin dalam pernyataannya, Rabu (20/8).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Akan Perluas Distribusi Pertamax Green 95
Pertamina Patra Niaga melalui SHAFTHI menilai keterlibatan dunia usaha dalam pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial. Chandra Juliantono, perwakilan perusahaan, menyebut semangat kolektif warga sebagai kekuatan utama yang layak mendapat dukungan berkelanjutan.
"Kami percaya masyarakat yang mandiri dan peduli lingkungan akan menciptakan dampak jangka panjang. Dukungan ini adalah bagian dari komitmen sosial kami," kata Chandra.
Senada, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menyebut kolaborasi multipihak sebagai kunci terciptanya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Sinergi antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha harus terus diperkuat agar dampaknya luas dan berkelanjutan," ujar Satria.
Warga setempat, Alex Eko Setiawan, yang mengelola UMKM keripik sirih dan bank sampah, menyambut baik pendampingan tersebut. Ia menyebut program ini membuka peluang peningkatan kapasitas usaha, akses jejaring kemitraan, dan dorongan inovasi dalam pengelolaan lingkungan.
Produk keripik sirih yang menjadi identitas lokal diarahkan agar lebih kompetitif melalui peningkatan kualitas, kemasan menarik, dan pemasaran digital. Di sisi lain, penguatan bank sampah menjadi solusi ekonomi dan lingkungan yang saling mendukung.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dorong Transisi Energi Melalui Pengembangan SAF
Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan dan penciptaan pekerjaan layak. Kampung Sirih diharapkan menjadi model pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Pertamina Patra Niaga Regional JBB berkomitmen untuk melanjutkan sinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan ekosistem ekonomi yang berdaya dan lingkungan yang lestari.
(nng)
Lihat Juga :