Mentan Amran Sebut Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Ini Daftarnya
Kamis, 21 Agustus 2025 - 13:56 WIB
loading...
Mentan, Andi Amran Sulaiman mengklaim telah terjadi penurunan harga beras di 13 Provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian atau Mentan , Andi Amran Sulaiman mengklaim telah terjadi penurunan harga beras di 13 Provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia pun optimistis tren ini akan berlanjut dan menjangkau wilayah lainnya dalam waktu dekat.
Menurutnya, penurunan harga beras terjadi termasuk di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan.
Meski begitu, Mentan mengakui harga beras di beberapa wilayah masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp12.500 per kg untuk beras medium dan Rp14.900 per kg untuk beras premium di Zona 1. Baca Juga: Kenapa Harga Beras Tidak Juga Turun?
"Saya optimistis dalam beberapa hari ke depan harga akan semakin stabil seiring penguatan distribusi beras SPHP,” ujar Mentan Amran sebagaimana dikutip dari keterangan resminya pada Kamis (21/8/2025).
Mentan Amran menambahkan, bahwa pemerintah terus mendorong program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Perum Bulog untuk mengatasi fluktuasi harga. Sebanyak 1,3 juta ton beras SPHP akan didistribusikan hingg akhir tahun.
"Stok beras nasional juga saat ini mencapai 3,9 juta ton, sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun,” tegasnya.
Baca Juga: Beras Mahal dan Langka di Tengah Klaim Surplus 3,5 Juta Ton, Ombudsman: Sudah Genting
Mentan Amran juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat pengawasan untuk mencegah praktik oplosan beras yang merugikan konsumen. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan manipulasi harga dan memastikan kualitas beras yang sampai ke tangan masyarakat.
“Kami telah menemukan beras yang tidak sesuai standar. Ini sudah kami laporkan ke penegak hukum untuk ditindak tegas,” katanya.
Menurutnya, penurunan harga beras terjadi termasuk di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan.
Meski begitu, Mentan mengakui harga beras di beberapa wilayah masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp12.500 per kg untuk beras medium dan Rp14.900 per kg untuk beras premium di Zona 1. Baca Juga: Kenapa Harga Beras Tidak Juga Turun?
"Saya optimistis dalam beberapa hari ke depan harga akan semakin stabil seiring penguatan distribusi beras SPHP,” ujar Mentan Amran sebagaimana dikutip dari keterangan resminya pada Kamis (21/8/2025).
Mentan Amran menambahkan, bahwa pemerintah terus mendorong program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Perum Bulog untuk mengatasi fluktuasi harga. Sebanyak 1,3 juta ton beras SPHP akan didistribusikan hingg akhir tahun.
"Stok beras nasional juga saat ini mencapai 3,9 juta ton, sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun,” tegasnya.
Baca Juga: Beras Mahal dan Langka di Tengah Klaim Surplus 3,5 Juta Ton, Ombudsman: Sudah Genting
Mentan Amran juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat pengawasan untuk mencegah praktik oplosan beras yang merugikan konsumen. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan manipulasi harga dan memastikan kualitas beras yang sampai ke tangan masyarakat.
“Kami telah menemukan beras yang tidak sesuai standar. Ini sudah kami laporkan ke penegak hukum untuk ditindak tegas,” katanya.
(akr)
Lihat Juga :