Saham DADA Melonjak 100% Lebih, Pasar Prediksi Masuknya Investor Global

Kamis, 21 Agustus 2025 - 20:34 WIB
loading...
Saham DADA Melonjak...
Sejumlah saham yang sempat terpinggirkan mendadak menjadi primadona. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pasar modal Indonesia tengah diramaikan oleh fenomena langka. Sejumlah saham yang sempat terpinggirkan mendadak menjadi primadona, dengan lonjakan harga signifikan dan minat beli yang membeludak. Salah satunya adalah saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) yang kini menjadi sorotan investor.

Saham DADA, yang sebelumnya diperdagangkan di kisaran Rp7 per lembar, melonjak hingga Rp16 hanya dalam sepekan terakhir. Bahkan, antrean beli (bid) mencapai lebih dari 12 juta lot. Fenomena ini jarang terjadi, kecuali pada saham yang menjadi incaran investor besar.

Baca Juga: IHSG Terus Cetak Rekor Baru, Selangkah Lagi Tembus 8.000

Lebih mengejutkan, di pasar negosiasi, saham DADA tercatat berpindah tangan pada harga Rp45 per lembar, atau hampir tiga kali lipat harga di pasar reguler. Volume transaksi di pasar negosiasi bahkan mencapai puluhan ribu lot. Menurut analis, lonjakan harga di pasar negosiasi biasanya menjadi indikator awal adanya perubahan kepemilikan atau strategi investasi jangka panjang.

Pengamat pasar modal, Rendy Yefta, menilai pola pergerakan saham DADA menjadi sinyal kuat adanya aksi korporasi besar atau masuknya mitra strategis global. "Dengan adanya partner strategis berskala global, nilai tambah jangka panjang bagi perseroan akan meningkat, sekaligus memperluas daya saing saham DADA," ujarnya.

Fenomena ini mengingatkan pasar pada pergerakan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), yang semula dipandang sebelah mata, lalu menjelma menjadi primadona bursa setelah restrukturisasi besar. Kini, saham DADA berpotensi mengikuti jejak serupa, dari “cacing” menjadi “naga” di bursa Indonesia.

Lonjakan harga saham juga bertepatan dengan isu masuknya investor strategis yang semakin kencang beredar di pasar. Meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen DADA, sinyal pasar menunjukkan optimisme terhadap prospek perusahaan.

Selain fenomena DADA, pasar modal juga tengah mencermati tren backdoor listing yang marak belakangan ini. Strategi ini kerap menjadi jalan pintas perusahaan untuk tumbuh tanpa melalui proses penawaran umum perdana saham (IPO) yang panjang.

Baca Juga: IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Dekati Level 8.000 Jelang HUT RI

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menegaskan bahwa backdoor listing sebaiknya tidak selalu dipandang negatif. Menurutnya, strategi tersebut dapat menjadi opsi sah bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnis. “Perusahaan bisa memilih tumbuh lewat IPO atau menggandeng mitra strategis melalui backdoor listing. Itu bagian dari upaya membesarkan perusahaan,” kata Iman di Jakarta, saat peringatan HUT ke-48 Pasar Modal RI.

Iman mengimbau investor untuk selalu melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan. "Pasar memberikan peluang besar, tetapi investor tetap harus memahami risiko agar tidak terjebak euforia," ujarnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
4 Kunci yang Mendorong...
4 Kunci yang Mendorong UMKM Agar Tembus Pasar Global
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved