5 Negara Berminat Bangun PLTN di Indonesia, Tenaga Nuklir RI Dilirik Rusia hingga Kanada
Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:23 WIB
loading...
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, bahwa saat ini sudah ada beberapa negara yang siap membiayai proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, bahwa saat ini sudah ada beberapa negara yang siap membiayai proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ( PLTN ) di Indonesia.Bahlil menjelaskan, saat ini Pemerintah tengah mempelajari proposal yang tengah diajukan oleh negara-negara tersebut. Namun demikian belum dirinci negara mana lagi selain Kanada dan Rusia yang berminat mengembangkan proyek tersebut.
"Beberapa negara sudah kita identifikasi ada sekitar 4 atau 5 negara yang berminat mengembangkan tenaga nuklir Indonesia. Sekarang proposal sedang dipelajari," kata Bahlil di Istana Negara, dikutip Senin (25/8/2025).
Bahlil menambahkan, saat ini Pemerintah juga sekaligus tengah menyusun blue print pengembangan PLTN tersebut. Proyek ini diharapkan mampu menjadi alternatif untuk penyediaan energi yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Direktur PLTN: Tak Ada yang Bisa Kendalikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar di Eropa kecuali Rusia
"Salah satunya Kanada ya, Rusia juga (berminat kembangkan PLTN). Kita sudah bertemu. (Blueprint) semua masih kita pelajari," tambahnya.
Sebelumnya Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, pihaknya tengah mempelajari penerapan teknologi nuklir sebagai sumber pembangkit listrik di Indonesia. Rencananya, proyek ini akan menggunakan konsel small modular reactor (SMR).
Ia menambahkan, sejauh ini hanya negara China dan Rusia yang memiliki teknologi tersebut. Beberapa tinjauan juga telah dilakukan sebelumnya seperti ke Kanada, Korea Selatan, Rusia, hingga China.
Baca Juga: Menilik Potensi Tenaga Nuklir RI, PLTN Bisa Beroperasi hingga 80 Tahun
"Jadi di Kanada ini, apakah mereka memiliki SMR atau tidak? Ternyata tidak. Jadi untuk teknologi yang ditawarkan katanya itu ada dari China atau dari Rusia," kata Yuliot di Kementerian ESDM (20/6).
"Beberapa negara sudah kita identifikasi ada sekitar 4 atau 5 negara yang berminat mengembangkan tenaga nuklir Indonesia. Sekarang proposal sedang dipelajari," kata Bahlil di Istana Negara, dikutip Senin (25/8/2025).
Bahlil menambahkan, saat ini Pemerintah juga sekaligus tengah menyusun blue print pengembangan PLTN tersebut. Proyek ini diharapkan mampu menjadi alternatif untuk penyediaan energi yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Direktur PLTN: Tak Ada yang Bisa Kendalikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar di Eropa kecuali Rusia
"Salah satunya Kanada ya, Rusia juga (berminat kembangkan PLTN). Kita sudah bertemu. (Blueprint) semua masih kita pelajari," tambahnya.
Sebelumnya Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, pihaknya tengah mempelajari penerapan teknologi nuklir sebagai sumber pembangkit listrik di Indonesia. Rencananya, proyek ini akan menggunakan konsel small modular reactor (SMR).
Ia menambahkan, sejauh ini hanya negara China dan Rusia yang memiliki teknologi tersebut. Beberapa tinjauan juga telah dilakukan sebelumnya seperti ke Kanada, Korea Selatan, Rusia, hingga China.
Baca Juga: Menilik Potensi Tenaga Nuklir RI, PLTN Bisa Beroperasi hingga 80 Tahun
"Jadi di Kanada ini, apakah mereka memiliki SMR atau tidak? Ternyata tidak. Jadi untuk teknologi yang ditawarkan katanya itu ada dari China atau dari Rusia," kata Yuliot di Kementerian ESDM (20/6).
(akr)
Lihat Juga :