Komut PLN EPI Ajak Pengusaha Muda Kolaborasi Suplai Biomassa
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 21:56 WIB
loading...
Komisaris Utama PT PLN EPI, Nikson Silalahi mengajak pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengambil peluang dalam suplai biomassa untuk cofiring pembangkit listrik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Komisaris Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) , Nikson Silalahi mengajak pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI ) mengambil peluang dalam suplai biomassa untuk cofiring pembangkit listrik.
Ajakan tersebut disampaikan Nikson saat menjadi keynote speaker dalam acara Workshop bertajuk "Optimalisasi Peluang Usaha Bagi Pengusaha Muda" yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara (ASPEBINDO) bekerja sama dengan HIPMI di Jakarta, Kamis (28/8) lalu.
Nikson menekankan, bahwa suplai biomassa bukan hanya berkontribusi pada transisi energi nasional, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. Apalagi saat ini jumlah jenis biomassa yang dapat diolah menjadi energi terbarukan semakin banyak.
Baca Juga: PLN EPI Terapkan Digitalisasi Biomassa Perkuat Rantai Pasok
“Pada 2020 hanya ada tiga jenis biomassa yang bisa digunakan untuk cofiring. Kini di tahun 2025 sudah berkembang menjadi 14 jenis biomassa yang dapat dimanfaatkan. Artinya, peluang usaha dan nilai jualnya semakin besar," ujar Nikson melalui keterangan pers, Sabtu (30/8/2025).
Nikson mengajak para pengusaha muda untuk tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok biomassa. "Saya ajak para pengusaha muda ini untuk menangkap peluang ini menjadi sumber energi tidak hanya dapat membantu pemerintah tapi bisa menjadi sumber pendapatan bagi anak-anak bangsa," tuturnya.
Menurut Nikson, HIPMI dan ASPEBINDO adalah wadah pengusaha muda yang kreatif dan inovatif, sehingga memiliki kapasitas besar untuk menjadi kolaborator dan motor penggerak bisnis energi terbarukan berbasis biomassa. Sebagai kumpulan pengusaha muda Indonesia, dirinya percaya HIPMI dan ASPEBINDO terdiri dari orang-orang yang kreatif yang bisa menangkap peluang ini.
"Tentu, dalam kolaborasi, pengusaha muda bisa secara langsung menjadi pemasok biomassa ke PLTU yang dilayani PLN Grup, termasuk di dalam skema supply chain biomassa ini, bisa berinvestasi membangun fasilitas produksi, blending facility, serta membangun stockpile biomassa sebagai main hub atau subhub," paparnya.
Dia menegaskan, PLN EPI sangat terbuka dengan senang hati untuk bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha muda. Baca Juga: Kolaborasi, PLN EPI Kembangkan Ekosistem Biomassa di Kalteng
Workshop ini juga menghadirkan jajaran direksi dan komisaris PLN EPI sebagai keynote speaker dan pemateri yakni Rakhmad Dewanto Direktur Utama, Hokkop Situngkir Direktur Biomassa. Juga Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Efin Febriantoro serta Anggawira Ketua Umum ASPEBINDO yang juga Sekjen BPP HIPMI, dan Komisaris PLN EPI.
Selain itu hadir sebagai narasumber Moristanto, Koordinator Penyiapan Program Bioenergi Kementerian ESDM, dan Hadi Nainggolan Ketua Satgas Pangan BPP HIPMI sekaligus Ketua Panitia.
Ajakan tersebut disampaikan Nikson saat menjadi keynote speaker dalam acara Workshop bertajuk "Optimalisasi Peluang Usaha Bagi Pengusaha Muda" yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara (ASPEBINDO) bekerja sama dengan HIPMI di Jakarta, Kamis (28/8) lalu.
Nikson menekankan, bahwa suplai biomassa bukan hanya berkontribusi pada transisi energi nasional, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. Apalagi saat ini jumlah jenis biomassa yang dapat diolah menjadi energi terbarukan semakin banyak.
Baca Juga: PLN EPI Terapkan Digitalisasi Biomassa Perkuat Rantai Pasok
“Pada 2020 hanya ada tiga jenis biomassa yang bisa digunakan untuk cofiring. Kini di tahun 2025 sudah berkembang menjadi 14 jenis biomassa yang dapat dimanfaatkan. Artinya, peluang usaha dan nilai jualnya semakin besar," ujar Nikson melalui keterangan pers, Sabtu (30/8/2025).
Nikson mengajak para pengusaha muda untuk tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok biomassa. "Saya ajak para pengusaha muda ini untuk menangkap peluang ini menjadi sumber energi tidak hanya dapat membantu pemerintah tapi bisa menjadi sumber pendapatan bagi anak-anak bangsa," tuturnya.
Menurut Nikson, HIPMI dan ASPEBINDO adalah wadah pengusaha muda yang kreatif dan inovatif, sehingga memiliki kapasitas besar untuk menjadi kolaborator dan motor penggerak bisnis energi terbarukan berbasis biomassa. Sebagai kumpulan pengusaha muda Indonesia, dirinya percaya HIPMI dan ASPEBINDO terdiri dari orang-orang yang kreatif yang bisa menangkap peluang ini.
"Tentu, dalam kolaborasi, pengusaha muda bisa secara langsung menjadi pemasok biomassa ke PLTU yang dilayani PLN Grup, termasuk di dalam skema supply chain biomassa ini, bisa berinvestasi membangun fasilitas produksi, blending facility, serta membangun stockpile biomassa sebagai main hub atau subhub," paparnya.
Dia menegaskan, PLN EPI sangat terbuka dengan senang hati untuk bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha muda. Baca Juga: Kolaborasi, PLN EPI Kembangkan Ekosistem Biomassa di Kalteng
Workshop ini juga menghadirkan jajaran direksi dan komisaris PLN EPI sebagai keynote speaker dan pemateri yakni Rakhmad Dewanto Direktur Utama, Hokkop Situngkir Direktur Biomassa. Juga Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Efin Febriantoro serta Anggawira Ketua Umum ASPEBINDO yang juga Sekjen BPP HIPMI, dan Komisaris PLN EPI.
Selain itu hadir sebagai narasumber Moristanto, Koordinator Penyiapan Program Bioenergi Kementerian ESDM, dan Hadi Nainggolan Ketua Satgas Pangan BPP HIPMI sekaligus Ketua Panitia.
(akr)
Lihat Juga :