Demo di Mana-mana, Begini Prediksi IHSG Pekan Depan

Minggu, 31 Agustus 2025 - 11:44 WIB
loading...
Demo di Mana-mana, Begini...
Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dalam dua hari terakhir perdagangan, mencerminkan rapuhnya psikologis pasar terhadap gejolak politik dan keamanan di dalam negeri. Kondisi ini terjadi setelah IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Pendiri Stocknow.id, Hendra Wardana, memperkirakan secara teknikal IHSG akan bergerak mendekati area support penting di kisaran 7.800-7.840 pada perdagangan pekan depan. Area tersebut diperkirakan menjadi penahan pertama dari tekanan jual yang muncul.

"Jika level ini berhasil bertahan, ada peluang IHSG kembali konsolidasi. Namun bila jebol, risiko koreksi lebih dalam bisa terbuka," kata Hendra, Minggu (31/8/2025).

Baca Juga: Rapor IHSG Sepekan, Cetak Rekor dengan Kapitalisasi Pasar Tembus Rp14.377 Triliun

Pelemahan ini kontras dengan pencapaian IHSG yang baru saja mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (28/8), yakni di level 7.952,088. Meski demikian, pergerakan IHSG sepanjang sepekan tercatat turun tipis 0,36 persen ke level 7.830,493.

Menurut Hendra, pelemahan ini secara spesifik didorong oleh aksi demonstrasi di Jakarta dan sejumlah daerah menciptakan sentimen negatif dan ketidakpastian bagi para investor.

Ia menjelaskan, pasar modal sangat sensitif terhadap stabilitas. Ketika ada potensi risiko keamanan, investor baik asing maupun domestik cenderung menahan diri atau bahkan melepaskan portofolio untuk mengamankan posisinya.

Hendra menilai, gejolak ini diperparah oleh respons pemerintah yang dinilai belum tepat, seperti himbauan work from home (WFH) bagi anggota DPR. Kebijakan ini menimbulkan persepsi negatif di mata publik dan pasar. "Persepsi sering kali lebih kuat pengaruhnya dibanding fakta di lapangan," tegas Hendra.

Baca Juga: IHSG Jatuh 1,5 Persen, BEI: Koreksi Bersifat Teknikal Itu Wajar

Ia menambahkan, peristiwa ini juga menjadi sorotan media internasional, yang membuat investor global melihat adanya eskalasi ketidakpastian politik di Indonesia. Hal inilah yang berujung pada aksi jual di pasar keuangan dan menekan IHSG secara signifikan, bersamaan dengan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Oleh karena itu, banyak pelaku pasar saat ini memilih strategi defensif sambil menunggu kejelasan arah kebijakan pemerintah. Hendra menekankan bahwa yang dibutuhkan pasar adalah komunikasi yang jelas dan menenangkan.

"Namun, jika psikologis pasar terus diganggu oleh ketidakpastian, maka pelemahan IHSG sulit dihindari meski faktor fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Rekomendasi
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Drama Injury Time! Qatar...
Drama Injury Time! Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
Berita Terkini
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved