Diincar Asing, Saham REAL Melonjak dalam Sepekan
Sabtu, 06 September 2025 - 12:57 WIB
loading...
Harga saham PT Repower Asia Indonesia Tbk. (REAL) melonjak dalam sepekan terakhir. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Harga saham PT Repower Asia Indonesia Tbk. (REAL) melonjak dalam sepekan terakhir hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) ke level Rp50. Kenaikan ini dipicu maraknya rumor masuknya investor asing, di tengah tren meningkatnya minat pasar terhadap saham-saham Full Call Auction (FCA).
Analis MNC Sekuritas Rudy Setiawan menjelaskan, momentum penguatan saham FCA terjadi seiring bertambahnya likuiditas di pasar modal. Menurut dia, selain jalur penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaan juga memanfaatkan skema backdoor listing sebagai alternatif untuk menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia.
"Investor asing, khususnya dari Timur Tengah, saat ini agresif membidik sektor properti di Indonesia. Baru-baru ini DAMAC Digital mengumumkan investasi senilai USD2,3 miliar untuk pembangunan data center di Cikarang," ujar Rudy di Jakarta, Sabtu (6/9).
Baca Juga: Mulai Investasi Saham Lebih Mudah dengan MotionTrade Lite, Intip Caranya
Ia menilai tren tersebut turut mendorong sentimen positif bagi saham REAL. Pasalnya, ada kemungkinan perusahaan itu menjadi target investasi atau mitra strategis dalam pengembangan properti yang berhubungan dengan pusat data.
Kabar mengenai potensi masuknya investor asing membuat pelaku pasar memborong saham REAL dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan transaksi mendorong harga saham perusahaan melonjak signifikan sepanjang pekan.
Manajemen REAL sebelumnya menegaskan kesiapan perusahaan menjadi mitra strategis dalam pengembangan properti digital terkait data center di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peluang dan Tantangan Bisnis Data Center di Indonesia” yang digelar pada 29 Agustus 2025 di Nemuru Grand Bellevue, Jakarta Selatan.
Baca Juga:Buka RDN MNC BANK di MotionTrade, Nikmati Promo HOKI 50
Industri pusat data di Tanah Air dinilai memiliki prospek cerah, seiring proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai USD365 miliar pada 2030. REAL melihat peluang tersebut sebagai langkah memperkuat bisnis di sektor properti berbasis digital.
Sebagai informasi, REAL mencatat kinerja positif pada 2024 dengan membagikan dividen tunai perdana senilai Rp1,06 miliar pada Juli 2025. Saham perseroan saat ini diperdagangkan di level 0,8 kali price to book value (PBV), setelah sempat mencetak harga tertinggi Rp575 per saham pada Januari 2020.
Analis MNC Sekuritas Rudy Setiawan menjelaskan, momentum penguatan saham FCA terjadi seiring bertambahnya likuiditas di pasar modal. Menurut dia, selain jalur penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaan juga memanfaatkan skema backdoor listing sebagai alternatif untuk menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia.
"Investor asing, khususnya dari Timur Tengah, saat ini agresif membidik sektor properti di Indonesia. Baru-baru ini DAMAC Digital mengumumkan investasi senilai USD2,3 miliar untuk pembangunan data center di Cikarang," ujar Rudy di Jakarta, Sabtu (6/9).
Baca Juga: Mulai Investasi Saham Lebih Mudah dengan MotionTrade Lite, Intip Caranya
Ia menilai tren tersebut turut mendorong sentimen positif bagi saham REAL. Pasalnya, ada kemungkinan perusahaan itu menjadi target investasi atau mitra strategis dalam pengembangan properti yang berhubungan dengan pusat data.
Kabar mengenai potensi masuknya investor asing membuat pelaku pasar memborong saham REAL dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan transaksi mendorong harga saham perusahaan melonjak signifikan sepanjang pekan.
Manajemen REAL sebelumnya menegaskan kesiapan perusahaan menjadi mitra strategis dalam pengembangan properti digital terkait data center di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peluang dan Tantangan Bisnis Data Center di Indonesia” yang digelar pada 29 Agustus 2025 di Nemuru Grand Bellevue, Jakarta Selatan.
Baca Juga:Buka RDN MNC BANK di MotionTrade, Nikmati Promo HOKI 50
Industri pusat data di Tanah Air dinilai memiliki prospek cerah, seiring proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai USD365 miliar pada 2030. REAL melihat peluang tersebut sebagai langkah memperkuat bisnis di sektor properti berbasis digital.
Sebagai informasi, REAL mencatat kinerja positif pada 2024 dengan membagikan dividen tunai perdana senilai Rp1,06 miliar pada Juli 2025. Saham perseroan saat ini diperdagangkan di level 0,8 kali price to book value (PBV), setelah sempat mencetak harga tertinggi Rp575 per saham pada Januari 2020.
(nng)
Lihat Juga :