APP Group Gelontorkan Rp494 Miliar untuk Konservasi dan Restorasi 1 Juta Ha Lahan
Rabu, 10 September 2025 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Elim menjelaskan bahwa Regenesis mengusung kebijakan Forest Positive atau Hutan Positif dengan tiga pilar utama. Pertama, pelestarian dan pemulihan 1 juta hektare ekosistem. Kedua, pemberdayaan komunitas serta penghormatan terhadap hak asasi manusia melalui pembangunan inklusif dan praktik ketenagakerjaan yang adil. Ketiga, menciptakan nilai bersama bagi alam, iklim, dan rantai nilai APP melalui tata kelola pemasok yang bertanggung jawab.
Ketua Komite Keberlanjutan APP Group, Bernard Tan, menambahkan bahwa meski perusahaan telah lama menerapkan praktik kehutanan berkelanjutan, kebijakan hutan positif membawa upaya tersebut ke level lebih tinggi dengan menempatkan konservasi dan restorasi berskala besar sebagai prioritas utama.
"Ini adalah langkah penting yang memperkuat ketahanan ekosistem, memberdayakan komunitas, dan mendorong keberlanjutan lebih dalam di seluruh rantai nilai," kata Bernard.
Baca Juga: APP Group Konsisten Ciptakan Tempat Kerja Inklusif Berkelanjutan
Untuk mendukung kebijakan ini, APP Group akan membentuk unit restorasi baru, mengaktifkan panel penasihat eksternal, serta menerapkan sistem pemantauan ketat dengan pelaporan transparan. Perusahaan juga akan menggandeng lembaga ilmiah dan pakar independen guna memastikan capaian nyata dan terukur.
Ketua Komite Keberlanjutan APP Group, Bernard Tan, menambahkan bahwa meski perusahaan telah lama menerapkan praktik kehutanan berkelanjutan, kebijakan hutan positif membawa upaya tersebut ke level lebih tinggi dengan menempatkan konservasi dan restorasi berskala besar sebagai prioritas utama.
"Ini adalah langkah penting yang memperkuat ketahanan ekosistem, memberdayakan komunitas, dan mendorong keberlanjutan lebih dalam di seluruh rantai nilai," kata Bernard.
Baca Juga: APP Group Konsisten Ciptakan Tempat Kerja Inklusif Berkelanjutan
Untuk mendukung kebijakan ini, APP Group akan membentuk unit restorasi baru, mengaktifkan panel penasihat eksternal, serta menerapkan sistem pemantauan ketat dengan pelaporan transparan. Perusahaan juga akan menggandeng lembaga ilmiah dan pakar independen guna memastikan capaian nyata dan terukur.
Lihat Juga :