Pertamina hingga Juli 2025 Bukukan Pendapatan Rp672 Triliun, Ini Sebabnya
Kamis, 11 September 2025 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
Dalam paparannya, Pertamina menyampaikan bahwa harga minyak mentah Indonesia (ICP) turun 14% menjadi USD69,74 per barel dibanding periode Juli 2024 yang mencapai USD81,38 per barel. Harga MOPS Solar juga terkoreksi 14% menjadi USD85,77 per barel, sementara kurs rupiah melemah dari Rp16.294/USD menjadi Rp16.459/USD.
Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan usaha sebesar USD40,9 miliar yang setara Rp672 triliun atau turun 6% dari Juli 2024 sebesar USD43,52 miliar atau setara Rp716 triliun (kurs Rp16.460 per USD).
Namun demikian dari sisi laba bersih atau Net Profit After Tax (NPAT), Pertamina berhasil membukukan sebesar USD1,59 miliar dengan EBITDA relatif stabil di kisaran USD6,27 miliar, sedikit meningkat dibanding USD6,10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan dari sisi operasional, Pertamina mencatat beberapa capaian seperti temuan cadangan migas baru sebesar 724 juta MMBOE di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Selain itu Produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) pertama di Asia Tenggara dengan kapasitas 9.000 barel per hari.
"Pada tanggal 20 Agustus 2025 kemarin, Pertamina telah memproduksi Sustainable Aviation Fuel, yang digunakan pada komersial flight pelita air rute Jakarta - Bali," tambahnya.
Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan usaha sebesar USD40,9 miliar yang setara Rp672 triliun atau turun 6% dari Juli 2024 sebesar USD43,52 miliar atau setara Rp716 triliun (kurs Rp16.460 per USD).
Namun demikian dari sisi laba bersih atau Net Profit After Tax (NPAT), Pertamina berhasil membukukan sebesar USD1,59 miliar dengan EBITDA relatif stabil di kisaran USD6,27 miliar, sedikit meningkat dibanding USD6,10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan dari sisi operasional, Pertamina mencatat beberapa capaian seperti temuan cadangan migas baru sebesar 724 juta MMBOE di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Selain itu Produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) pertama di Asia Tenggara dengan kapasitas 9.000 barel per hari.
"Pada tanggal 20 Agustus 2025 kemarin, Pertamina telah memproduksi Sustainable Aviation Fuel, yang digunakan pada komersial flight pelita air rute Jakarta - Bali," tambahnya.
Lihat Juga :