KAI Fasilitasi 200 UMKM Binaan dengan Sertifikasi Halal hingga BPOM
Sabtu, 20 September 2025 - 16:54 WIB
loading...
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menggelar Kick Off Sertifikasi UMKM. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkuat komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan dengan memfasilitasi 200 pelaku usaha untuk memperoleh sertifikasi halal, izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Fasilitasi ini dikemas dalam kegiatan Kick Off Sertifikasi UMKM sebagai langkah strategis menuju pasar global.
Vice President of Corporate Social Responsibility PT KAI, Sandra Pridaswara, menegaskan bahwa sertifikasi halal, BPOM, dan HKI adalah gerbang masa depan bagi UMKM.
"Dengan legalitas yang kuat, branding kokoh, dan inovasi digital, UMKM binaan KAI siap menjadi bagian dari rantai ekonomi global dan melangkah menuju UMKM kelas dunia," ujar Sandra dalam keterangannya, Sabtu (20/9).
Baca Juga: Beri Manfaat untuk Masyarakat, Unpam Dampingi UMKM Tahu Naik Kelas
Kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang KAI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan CSR untuk meningkatkan daya saing dan legitimasi produk-produk UMKM lokal. Dengan memiliki sertifikasi, produk UMKM tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memperoleh "paspor" untuk menembus pasar modern, ritel nasional hingga peluang ekspor.
CEO Rumah BUMN Bandung, A Radinal Pramudha Sirat, menyatakan kegiatan ini adalah wujud nyata kolaborasi untuk memperkuat ekosistem UMKM. "Rumah BUMN hadir memastikan UMKM tidak berjalan sendiri. Dengan pendampingan, sertifikasi, dan jejaring, kami berharap UMKM binaan PT KAI menjadi pemain tangguh di pasar nasional dan global," ujarnya.
Kick Off Sertifikasi UMKM tidak hanya berisi pembekalan administratif, tetapi juga menghadirkan materi strategis dari CEO Rumah BUMN Palangka Raya, Yanto Karnosaputra. Materi mencakup pentingnya sertifikasi produk, perlindungan HKI, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam perspektif hukum perlindungan konsumen.
Rangkaian kegiatan diisi dengan talkshow inspiratif bertajuk "Kolaborasi Kreativitas & Dukungan BUMN untuk Kemandirian Ekonomi dan Keberlanjutan UMKM Binaan PT KAI". Talkshow yang dipandu oleh Winy Windya Hapsary ini menghadirkan praktisi UMKM Lira Krisnalisa (CCO & Owner Jenna&Kaia) dan Sandra Pridaswara dari PT KAI yang membahas strategi sertifikasi, branding, dan inovasi digital.
Baca Juga: Kementerian UMKM Target Cetak 300.000 Wirausahawan Baru dari Kampus
Pelaksanaan program ini merupakan hasil sinergi antara PT KAI dengan Rumah BUMN Bandung, Rumah BUMN Pertamina Palangka Raya, dan Rumah BUMN Purbalingga. Kolaborasi tersebut menunjukkan kekuatan kolektif antar-BUMN dalam menjadikan UMKM sebagai tulang punggung dan pilar ketahanan ekonomi bangsa.
Program fasilitasi sertifikasi ini juga sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui pembinaan berkelanjutan, fasilitasi sertifikasi, serta dukungan inovasi digital, PT KAI terus memperkuat peran strategisnya dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat membawa UMKM Indonesia semakin berdaya saing dan siap bersaing di kancah global.
Vice President of Corporate Social Responsibility PT KAI, Sandra Pridaswara, menegaskan bahwa sertifikasi halal, BPOM, dan HKI adalah gerbang masa depan bagi UMKM.
"Dengan legalitas yang kuat, branding kokoh, dan inovasi digital, UMKM binaan KAI siap menjadi bagian dari rantai ekonomi global dan melangkah menuju UMKM kelas dunia," ujar Sandra dalam keterangannya, Sabtu (20/9).
Baca Juga: Beri Manfaat untuk Masyarakat, Unpam Dampingi UMKM Tahu Naik Kelas
Kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang KAI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan CSR untuk meningkatkan daya saing dan legitimasi produk-produk UMKM lokal. Dengan memiliki sertifikasi, produk UMKM tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memperoleh "paspor" untuk menembus pasar modern, ritel nasional hingga peluang ekspor.
CEO Rumah BUMN Bandung, A Radinal Pramudha Sirat, menyatakan kegiatan ini adalah wujud nyata kolaborasi untuk memperkuat ekosistem UMKM. "Rumah BUMN hadir memastikan UMKM tidak berjalan sendiri. Dengan pendampingan, sertifikasi, dan jejaring, kami berharap UMKM binaan PT KAI menjadi pemain tangguh di pasar nasional dan global," ujarnya.
Kick Off Sertifikasi UMKM tidak hanya berisi pembekalan administratif, tetapi juga menghadirkan materi strategis dari CEO Rumah BUMN Palangka Raya, Yanto Karnosaputra. Materi mencakup pentingnya sertifikasi produk, perlindungan HKI, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam perspektif hukum perlindungan konsumen.
Rangkaian kegiatan diisi dengan talkshow inspiratif bertajuk "Kolaborasi Kreativitas & Dukungan BUMN untuk Kemandirian Ekonomi dan Keberlanjutan UMKM Binaan PT KAI". Talkshow yang dipandu oleh Winy Windya Hapsary ini menghadirkan praktisi UMKM Lira Krisnalisa (CCO & Owner Jenna&Kaia) dan Sandra Pridaswara dari PT KAI yang membahas strategi sertifikasi, branding, dan inovasi digital.
Baca Juga: Kementerian UMKM Target Cetak 300.000 Wirausahawan Baru dari Kampus
Pelaksanaan program ini merupakan hasil sinergi antara PT KAI dengan Rumah BUMN Bandung, Rumah BUMN Pertamina Palangka Raya, dan Rumah BUMN Purbalingga. Kolaborasi tersebut menunjukkan kekuatan kolektif antar-BUMN dalam menjadikan UMKM sebagai tulang punggung dan pilar ketahanan ekonomi bangsa.
Program fasilitasi sertifikasi ini juga sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui pembinaan berkelanjutan, fasilitasi sertifikasi, serta dukungan inovasi digital, PT KAI terus memperkuat peran strategisnya dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat membawa UMKM Indonesia semakin berdaya saing dan siap bersaing di kancah global.
(nng)
Lihat Juga :