Danone-UNU Yogya Gelar Indonesia-MENA Expert Exchange Dukung Industri Halal
Selasa, 23 September 2025 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan keterlibatan langsung bersama lembaga-lembaga terkemuka Turki, delegasi UNU Yogyakarta mendapatkan wawasan yang berguna untuk memperkaya ekosistem halal Indonesia. Agenda ini juga memperluas jaringan internasional dengan lembaga halal terkemuka di Turki, baik dari sisi akreditasi, sertifikasi, dan riset," papar Listiana dalam keterangan tertulis, Selasa (23/9/2025).
Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 merupakan bagian dari Kolaborasi antara Nahdlatul Ulama melalui UNU Yogyakarta dan Danone Indonesia yang disepakati PBNU dan Danone Indonesia sejak 22 Maret 2025 yang lalu dan berfokus salah satunya mengenai pentingnya menjembatani peran masyarakat sipil, akademisi, pemerintah, dan industri dalam memajukan studi halal.
Selain ke Turki, program Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 direncanakan juga akan memberangkatkan pakar-pakar Indonesia ke Mesir untuk mengkaji bidang pertanian berkelanjutan. Sebaliknya, sejumlah akademisi dari Turkiye dan Mesir juga akan berkunjung ke Indonesia untuk berbagi wawasan tentang kesehatan publik.
Head of Regulatory Affairs Danone Indonesia, Prima Sehanputri, menjelaskan bahwa program program Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 ke Turki merupakan bentuk komitmen tinggi Danone Indonesia dalam mendukung industri halal nasional. "Kami percaya bahwa aspek halal merupakan prinsip fundamental yang harus dijalankan secara menyeluruh," tuturnya.
Dia menambahkan, Danone Indonesia terus memperkuat ekosistem halal melalui penerapan rantai nilai halal yang terintegrasi, mulai dari proses produksi, inovasi produk, hingga distribusi yang sesuai dengan standar dan syarat kehalalan. Kolaborasi bersama UNU Yogyakarta ini menurutnya merupakan komitmen mendukung kemajuan industri halal nasional dan memastikan setiap produk yang dihadirkan perusahaan tidak hanya halal, tetapi juga bermanfaat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Direktur Kemitraan & Kerja Sama BPJPH RI Dr. Fertiana Santy mengatakan, kolaborasi pemerintah, swasta, dan akademisi baik secara nasional maupun lintas negara menjadi salah satu kunci dalam proses pengembangan jaminan produk halal di Indonesia. "Program kolaborasi Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 menjadi salah satu langkah strategis yang bisa kita lakukan untuk mendukung pelaksanaan jaminan produk halal kedepannya," kata dia.
Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 merupakan bagian dari Kolaborasi antara Nahdlatul Ulama melalui UNU Yogyakarta dan Danone Indonesia yang disepakati PBNU dan Danone Indonesia sejak 22 Maret 2025 yang lalu dan berfokus salah satunya mengenai pentingnya menjembatani peran masyarakat sipil, akademisi, pemerintah, dan industri dalam memajukan studi halal.
Selain ke Turki, program Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 direncanakan juga akan memberangkatkan pakar-pakar Indonesia ke Mesir untuk mengkaji bidang pertanian berkelanjutan. Sebaliknya, sejumlah akademisi dari Turkiye dan Mesir juga akan berkunjung ke Indonesia untuk berbagi wawasan tentang kesehatan publik.
Head of Regulatory Affairs Danone Indonesia, Prima Sehanputri, menjelaskan bahwa program program Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 ke Turki merupakan bentuk komitmen tinggi Danone Indonesia dalam mendukung industri halal nasional. "Kami percaya bahwa aspek halal merupakan prinsip fundamental yang harus dijalankan secara menyeluruh," tuturnya.
Dia menambahkan, Danone Indonesia terus memperkuat ekosistem halal melalui penerapan rantai nilai halal yang terintegrasi, mulai dari proses produksi, inovasi produk, hingga distribusi yang sesuai dengan standar dan syarat kehalalan. Kolaborasi bersama UNU Yogyakarta ini menurutnya merupakan komitmen mendukung kemajuan industri halal nasional dan memastikan setiap produk yang dihadirkan perusahaan tidak hanya halal, tetapi juga bermanfaat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Direktur Kemitraan & Kerja Sama BPJPH RI Dr. Fertiana Santy mengatakan, kolaborasi pemerintah, swasta, dan akademisi baik secara nasional maupun lintas negara menjadi salah satu kunci dalam proses pengembangan jaminan produk halal di Indonesia. "Program kolaborasi Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 menjadi salah satu langkah strategis yang bisa kita lakukan untuk mendukung pelaksanaan jaminan produk halal kedepannya," kata dia.
Lihat Juga :