Danone-UNU Yogya Gelar Indonesia-MENA Expert Exchange Dukung Industri Halal
Selasa, 23 September 2025 - 14:50 WIB
loading...
Danone Indonesia bersama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menggelar program Indonesia-Middle East and North Africa (MENA) Expert Exchange 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Danone Indonesia bersama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menggelar program Indonesia-Middle East and North Africa (MENA) Expert Exchange 2025 dengan mengirimkan delegasi akademisi ke Turki pada 7-13 September 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kolaborasi dalam pengembangan industri halal di Indonesia.
Melalui program ini, delegasi berkesempatan berdialog dan berbagi best practice terkait industri halal melalui kunjungan ke Halal Accreditation Agency (HAK) Ankara, Lokman Hekim University (LHU), Kedutaan Besar Indonesia di Ankara, Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC) - badan standarisasi internasional negara-negara Islam, salah satu lembaga sertifikasi halal di Turki GIMDES, dan fasilitas operasional Danone di negara tersebut.
Delegasi di antaranya terdiri atas Rais Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Masduki; Direktur Kemitraan & Kerjasama BPJPH Dr. Fertiana Santy; Guru Besar Teknik Kimia ITS Prof. Setyo Gunawan PhD; LPTNU dan Dosen Universitas Brawijaya Dr. Muhammad Faishal Aminuddin;
Kemudian, perwakilan UNU Yogyakarta yang terdiri dari Direktur Center for Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) Dr. Wiwin Rohmawati, Direktur Rekognisi Global Dr. Muammar Zayn Qadafy, dan Direktur Halal Center Listiana Hidayati; serta Head of Regulatory Affairs Danone Indonesia Prima Sehanputri.
Baca Juga: AQUA Paparkan Hasil Kajian Sumber Daya Air DAS Kedunglarangan Pasuruan
Direktur Halal Center UNU Yogyakarta sekaligus Wakil Dekan Fakultas Industri Halal UNU Yogyakarta, Listiana Hidayati, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, para pakar dapat memperluas wawasan dan jejaring internasional untuk memperkuat ekosistem halal di Indonesia.
"Dengan keterlibatan langsung bersama lembaga-lembaga terkemuka Turki, delegasi UNU Yogyakarta mendapatkan wawasan yang berguna untuk memperkaya ekosistem halal Indonesia. Agenda ini juga memperluas jaringan internasional dengan lembaga halal terkemuka di Turki, baik dari sisi akreditasi, sertifikasi, dan riset," papar Listiana dalam keterangan tertulis, Selasa (23/9/2025).
Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 merupakan bagian dari Kolaborasi antara Nahdlatul Ulama melalui UNU Yogyakarta dan Danone Indonesia yang disepakati PBNU dan Danone Indonesia sejak 22 Maret 2025 yang lalu dan berfokus salah satunya mengenai pentingnya menjembatani peran masyarakat sipil, akademisi, pemerintah, dan industri dalam memajukan studi halal.
Selain ke Turki, program Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 direncanakan juga akan memberangkatkan pakar-pakar Indonesia ke Mesir untuk mengkaji bidang pertanian berkelanjutan. Sebaliknya, sejumlah akademisi dari Turkiye dan Mesir juga akan berkunjung ke Indonesia untuk berbagi wawasan tentang kesehatan publik.
Head of Regulatory Affairs Danone Indonesia, Prima Sehanputri, menjelaskan bahwa program program Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 ke Turki merupakan bentuk komitmen tinggi Danone Indonesia dalam mendukung industri halal nasional. "Kami percaya bahwa aspek halal merupakan prinsip fundamental yang harus dijalankan secara menyeluruh," tuturnya.
Dia menambahkan, Danone Indonesia terus memperkuat ekosistem halal melalui penerapan rantai nilai halal yang terintegrasi, mulai dari proses produksi, inovasi produk, hingga distribusi yang sesuai dengan standar dan syarat kehalalan. Kolaborasi bersama UNU Yogyakarta ini menurutnya merupakan komitmen mendukung kemajuan industri halal nasional dan memastikan setiap produk yang dihadirkan perusahaan tidak hanya halal, tetapi juga bermanfaat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Direktur Kemitraan & Kerja Sama BPJPH RI Dr. Fertiana Santy mengatakan, kolaborasi pemerintah, swasta, dan akademisi baik secara nasional maupun lintas negara menjadi salah satu kunci dalam proses pengembangan jaminan produk halal di Indonesia. "Program kolaborasi Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 menjadi salah satu langkah strategis yang bisa kita lakukan untuk mendukung pelaksanaan jaminan produk halal kedepannya," kata dia.
Baca Juga: AQUA Kolaborasi dengan Masjid Istiqlal Gelar Edukasi Sehat Menyambut Ramadan
Menyambut kedatangan perwakilan Indonesia, Chairman HAK Turki, Zafer Soylu menjelaskan seluk beluk industri halal di negeri tersebut. "Memang selama ini banyak sekali sistem akreditasi dan sertifikasi halal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi, kolraborasi dan satu sistem standarisasi halal yang reliabel untuk semua negara muslim," paparnya.
Pada kesempatan ini BPJPH RI juga melakukan Penandatangan Recognition Agreement (RA) dengan GIMDES sebagai tindak lanjut dari telah diberikannya sertifikat akreditasi Lembaga Halal Luar Negeri kepada GIMDES sebagai salah satu lembaga sertifikasi halal di Turki.
Kedepannya, produk-produk yang mendapatkan sertifikasi halal dari GIMDES dapat masuk ke pasar Indonesia dengan melakukan proses registrasi sertifikat halal luar negeri di BPJPH secara online. Hal ini diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia.
Melalui program ini, delegasi berkesempatan berdialog dan berbagi best practice terkait industri halal melalui kunjungan ke Halal Accreditation Agency (HAK) Ankara, Lokman Hekim University (LHU), Kedutaan Besar Indonesia di Ankara, Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC) - badan standarisasi internasional negara-negara Islam, salah satu lembaga sertifikasi halal di Turki GIMDES, dan fasilitas operasional Danone di negara tersebut.
Delegasi di antaranya terdiri atas Rais Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Masduki; Direktur Kemitraan & Kerjasama BPJPH Dr. Fertiana Santy; Guru Besar Teknik Kimia ITS Prof. Setyo Gunawan PhD; LPTNU dan Dosen Universitas Brawijaya Dr. Muhammad Faishal Aminuddin;
Kemudian, perwakilan UNU Yogyakarta yang terdiri dari Direktur Center for Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) Dr. Wiwin Rohmawati, Direktur Rekognisi Global Dr. Muammar Zayn Qadafy, dan Direktur Halal Center Listiana Hidayati; serta Head of Regulatory Affairs Danone Indonesia Prima Sehanputri.
Baca Juga: AQUA Paparkan Hasil Kajian Sumber Daya Air DAS Kedunglarangan Pasuruan
Direktur Halal Center UNU Yogyakarta sekaligus Wakil Dekan Fakultas Industri Halal UNU Yogyakarta, Listiana Hidayati, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, para pakar dapat memperluas wawasan dan jejaring internasional untuk memperkuat ekosistem halal di Indonesia.
"Dengan keterlibatan langsung bersama lembaga-lembaga terkemuka Turki, delegasi UNU Yogyakarta mendapatkan wawasan yang berguna untuk memperkaya ekosistem halal Indonesia. Agenda ini juga memperluas jaringan internasional dengan lembaga halal terkemuka di Turki, baik dari sisi akreditasi, sertifikasi, dan riset," papar Listiana dalam keterangan tertulis, Selasa (23/9/2025).
Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 merupakan bagian dari Kolaborasi antara Nahdlatul Ulama melalui UNU Yogyakarta dan Danone Indonesia yang disepakati PBNU dan Danone Indonesia sejak 22 Maret 2025 yang lalu dan berfokus salah satunya mengenai pentingnya menjembatani peran masyarakat sipil, akademisi, pemerintah, dan industri dalam memajukan studi halal.
Selain ke Turki, program Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 direncanakan juga akan memberangkatkan pakar-pakar Indonesia ke Mesir untuk mengkaji bidang pertanian berkelanjutan. Sebaliknya, sejumlah akademisi dari Turkiye dan Mesir juga akan berkunjung ke Indonesia untuk berbagi wawasan tentang kesehatan publik.
Head of Regulatory Affairs Danone Indonesia, Prima Sehanputri, menjelaskan bahwa program program Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 ke Turki merupakan bentuk komitmen tinggi Danone Indonesia dalam mendukung industri halal nasional. "Kami percaya bahwa aspek halal merupakan prinsip fundamental yang harus dijalankan secara menyeluruh," tuturnya.
Dia menambahkan, Danone Indonesia terus memperkuat ekosistem halal melalui penerapan rantai nilai halal yang terintegrasi, mulai dari proses produksi, inovasi produk, hingga distribusi yang sesuai dengan standar dan syarat kehalalan. Kolaborasi bersama UNU Yogyakarta ini menurutnya merupakan komitmen mendukung kemajuan industri halal nasional dan memastikan setiap produk yang dihadirkan perusahaan tidak hanya halal, tetapi juga bermanfaat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Direktur Kemitraan & Kerja Sama BPJPH RI Dr. Fertiana Santy mengatakan, kolaborasi pemerintah, swasta, dan akademisi baik secara nasional maupun lintas negara menjadi salah satu kunci dalam proses pengembangan jaminan produk halal di Indonesia. "Program kolaborasi Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 menjadi salah satu langkah strategis yang bisa kita lakukan untuk mendukung pelaksanaan jaminan produk halal kedepannya," kata dia.
Baca Juga: AQUA Kolaborasi dengan Masjid Istiqlal Gelar Edukasi Sehat Menyambut Ramadan
Menyambut kedatangan perwakilan Indonesia, Chairman HAK Turki, Zafer Soylu menjelaskan seluk beluk industri halal di negeri tersebut. "Memang selama ini banyak sekali sistem akreditasi dan sertifikasi halal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi, kolraborasi dan satu sistem standarisasi halal yang reliabel untuk semua negara muslim," paparnya.
Pada kesempatan ini BPJPH RI juga melakukan Penandatangan Recognition Agreement (RA) dengan GIMDES sebagai tindak lanjut dari telah diberikannya sertifikat akreditasi Lembaga Halal Luar Negeri kepada GIMDES sebagai salah satu lembaga sertifikasi halal di Turki.
Kedepannya, produk-produk yang mendapatkan sertifikasi halal dari GIMDES dapat masuk ke pasar Indonesia dengan melakukan proses registrasi sertifikat halal luar negeri di BPJPH secara online. Hal ini diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :