BUMN Bakal Dipangkas Jadi 200 Perusahaan, Ini Bocoran Pemerintah

Kamis, 25 September 2025 - 10:14 WIB
loading...
BUMN Bakal Dipangkas...
Pemerintah akan merampingkan jumlah BUMN dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi 200. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana merampingkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi 200. Langkah tersebut merupakan bagian dari revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN yang saat ini sedang dibahas bersama DPR RI.

"Dari sekitar 1.000 BUMN, banyak yang tidak berjalan optimal. Harapannya, jumlah perusahaan pelat merah bisa dirampingkan menjadi sekitar 400 hingga 200 BUMN," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dikutip dari kanal YouTube TV Parlemen, Kamis (25/9).

Menurut dia perampingan dilakukan karena banyak BUMN yang tidak efektif. Prasetyo menegaskan pemerintah membuka ruang masukan dari DPR terkait optimalisasi, hilirisasi, dan industrialisasi yang berhubungan dengan peran BUMN. "Kami membuka diri agar seluruh pihak dapat memberikan masukan dalam penyempurnaan revisi undang-undang ini," ujarnya.

Baca Juga: Mensesneg: Kementerian BUMN Kemungkinan Turun Status Jadi Badan

Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya pembenahan manajemen BUMN. Presiden menekankan pentingnya efisiensi dalam struktur organisasi perusahaan pelat merah.

Salah satu arahan presiden adalah penghapusan pemberian tantiem serta pengurangan jumlah komisaris di tiap BUMN. "Selain itu, pendapatan komisaris maupun direksi akan dirasionalisasi. Presiden juga menyoroti praktik rangkap jabatan yang sejak awal tahun menjadi perhatian," tutur Prasetyo.

Dia menegaskan, arahan presiden mencakup langkah strategis untuk memastikan BUMN tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga berkontribusi nyata pada pembangunan nasional.

Baca Juga: Kementerian BUMN Turun Kasta Jadi Badan, Dasco Kasih Bocoran Kapan Rampung

Berdasarkan laporan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, proses konsolidasi yang berlangsung saat ini telah memangkas jumlah BUMN dari 888 perusahaan dan ditargetkan hanya menyisakan kurang dari 200. Perampingan ini diharapkan membuat BUMN lebih efisien, kompetitif, dan mampu menghadapi tantangan global. "Kita ingin BUMN menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi nasional yang efektif dan transparan," jelasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved