Gagal dalam Pengawasan Pinjol, Bennix: OJK Harus Dirombak Total
Minggu, 28 September 2025 - 09:00 WIB
loading...
Founder Bennix Investor Group, Benny Batara dalam podcast To The Point Aja! di kanal YouTube SindoNews. FOTO/Tangkapan Layar YouTube/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai telah gagal total dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap industri pinjaman online (pinjol) dan peer-to-peer lending. Hal ini disampaikan oleh Founder Bennix Investor Group, Benny Batara, yang dengan tegas menuntut perombakan menyeluruh pada lembaga regulator tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Benny Batara dalam podcast TO THE POINT AJA! di kanal YouTube SindoNews, di mana ia menyoroti maraknya kasus kerugian investasi dan pinjaman online di platform berlogo OJK.
"Kita ngomong soal pinjol. Ada yang ilegal, ada yang legal. Tapi sama aja. Semua ada OJK. Iya. Tapi semuanya juga merugikan gitu loh. Berbahaya juga gitu kan," kata Benny.
Baca Juga: Buru Duit Koruptor lewat Redenominasi Rupiah, Bennix: Rp3.000 Triliun Bisa Balik ke Negara
Benny mempertanyakan fungsi dan tanggung jawab OJK ketika banyak kasus penipuan, kredit macet dan dana investor yang hilang. Ia menyebut beberapa kasus besar yang mencuat ke publik.
"Terus apa gunanya lu ada logo OJK banyak kredit yang nyangkut. Contoh kemarin tuh ada peristiwa TY Hub. Terus ada lagi EVER. Ev. kan yang gede-gede yang kecil-kecil banyak gitu loh. Orang sudah taruh duit peer to peer lending nyangkut enggak balik duitnya. Banyak, terus apa gunanya ada logo OJK? Lu tanggung jawab enggak?" tegasnya.
Menurut Benny, pemberian logo OJK oleh regulator harusnya berbanding lurus dengan perlindungan konsumen dan jaminan keamanan. Ia menganalogikannya dengan lembaga yang memberikan label halal atau izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Loh, pertanyaan gini, orang kalau ngasih logo halal sembarangan tiba-tiba di makanannya ada babi, harusnya bertanggung jawab enggak orang yang ngasih logo halal? atau ada yang keracunan? Padahal ada logo BPOM. Kan harusnya bertanggung jawab dong," jelas Benny.
"Nah, hal yang sama juga di sini dong. Orang sudah ngasih duit nih ke perusahaan-perusahaan fintech misalkan ya, tiba-tiba collabs atau kabur. Kemarin tu ada yang ke Dubai," imbuhnya.
Baca Juga: MBG Sedot Anggaran Rp335 T, Bennix: Masih Ada Orang di Indonesia Tak Tahu Sarapan
Ia menilai pengawasan yang dilakukan OJK saat ini sudah tidak jelas dan merugikan masyarakat. Berdasarkan berbagai kasus yang terjadi, Benny menyimpulkan bahwa OJK saat ini justru "menyengsarakan" masyarakat.
"Pertanggung jawabannya gimana, pengawasannya di mana gitu loh. Oh, itu udah enggak jelaslah itu loh. Enggak jelas banget loh. Jadi menurut saya memang betul itu betul-betul harus dirombak total. Ini yang namanya OJK ini menurut saya menyengsarakan," pungkas Benny.
Pernyataan ini disampaikan Benny Batara dalam podcast TO THE POINT AJA! di kanal YouTube SindoNews, di mana ia menyoroti maraknya kasus kerugian investasi dan pinjaman online di platform berlogo OJK.
"Kita ngomong soal pinjol. Ada yang ilegal, ada yang legal. Tapi sama aja. Semua ada OJK. Iya. Tapi semuanya juga merugikan gitu loh. Berbahaya juga gitu kan," kata Benny.
Baca Juga: Buru Duit Koruptor lewat Redenominasi Rupiah, Bennix: Rp3.000 Triliun Bisa Balik ke Negara
Benny mempertanyakan fungsi dan tanggung jawab OJK ketika banyak kasus penipuan, kredit macet dan dana investor yang hilang. Ia menyebut beberapa kasus besar yang mencuat ke publik.
"Terus apa gunanya lu ada logo OJK banyak kredit yang nyangkut. Contoh kemarin tuh ada peristiwa TY Hub. Terus ada lagi EVER. Ev. kan yang gede-gede yang kecil-kecil banyak gitu loh. Orang sudah taruh duit peer to peer lending nyangkut enggak balik duitnya. Banyak, terus apa gunanya ada logo OJK? Lu tanggung jawab enggak?" tegasnya.
Menurut Benny, pemberian logo OJK oleh regulator harusnya berbanding lurus dengan perlindungan konsumen dan jaminan keamanan. Ia menganalogikannya dengan lembaga yang memberikan label halal atau izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Loh, pertanyaan gini, orang kalau ngasih logo halal sembarangan tiba-tiba di makanannya ada babi, harusnya bertanggung jawab enggak orang yang ngasih logo halal? atau ada yang keracunan? Padahal ada logo BPOM. Kan harusnya bertanggung jawab dong," jelas Benny.
"Nah, hal yang sama juga di sini dong. Orang sudah ngasih duit nih ke perusahaan-perusahaan fintech misalkan ya, tiba-tiba collabs atau kabur. Kemarin tu ada yang ke Dubai," imbuhnya.
Baca Juga: MBG Sedot Anggaran Rp335 T, Bennix: Masih Ada Orang di Indonesia Tak Tahu Sarapan
Ia menilai pengawasan yang dilakukan OJK saat ini sudah tidak jelas dan merugikan masyarakat. Berdasarkan berbagai kasus yang terjadi, Benny menyimpulkan bahwa OJK saat ini justru "menyengsarakan" masyarakat.
"Pertanggung jawabannya gimana, pengawasannya di mana gitu loh. Oh, itu udah enggak jelaslah itu loh. Enggak jelas banget loh. Jadi menurut saya memang betul itu betul-betul harus dirombak total. Ini yang namanya OJK ini menurut saya menyengsarakan," pungkas Benny.
(nng)
Lihat Juga :