Dompet Warga RI Makin Tipis, Terimpit Biaya Sekolah dan Lonjakan Harga Sembako
Kamis, 02 Oktober 2025 - 21:21 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun intensitas menabung menurun, niat konsumen untuk menabung masih terjaga. Hal ini tercermin dari komponen Indeks Waktu Menabung (IWM) yang sedikit meningkat 0,4 poin ke level 87,4.
Data LPS menunjukkan adanya pergeseran dalam kemampuan menabung seperti porsi responden yang menilai jumlah yang ditabung lebih kecil dari yang direncanakan meningkat dari 47,5 persen pada Agustus 2025 menjadi 54,4 persen pada September 2025.
Sementara, porsi responden yang menyatakan tidak pernah menabung justru turun dari 32,0 persen menjadi 30,3 persen. Niat menabung ke depan juga menunjukkan optimisme. Persentase responden yang menilai tiga bulan mendatang sebagai waktu yang tepat untuk menabung tercatat meningkat menjadi 35,8 persen dari 31,6 persen pada periode yang sama.
Secara rinci, penurunan IMK terdalam dialami kelompok rumah tangga (RT) berpendapatan di atas Rp1,5 juta–Rp3 juta/bulan (turun 6,1 poin). Sebaliknya, IMK pada kelompok RT berpendapatan kurang dari Rp1,5 juta/bulan justru mengalami peningkatan signifikan, yakni 21,8 poin (Month-over-Month/MoM).
Selain IMK, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) juga menurun 3,5 poin ke level 90,5 pada September 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) yang anjlok 5,4 poin ke level 65,8, mencerminkan pelemahan persepsi terhadap kondisi ekonomi lokal dan lapangan kerja saat ini.
Data LPS menunjukkan adanya pergeseran dalam kemampuan menabung seperti porsi responden yang menilai jumlah yang ditabung lebih kecil dari yang direncanakan meningkat dari 47,5 persen pada Agustus 2025 menjadi 54,4 persen pada September 2025.
Sementara, porsi responden yang menyatakan tidak pernah menabung justru turun dari 32,0 persen menjadi 30,3 persen. Niat menabung ke depan juga menunjukkan optimisme. Persentase responden yang menilai tiga bulan mendatang sebagai waktu yang tepat untuk menabung tercatat meningkat menjadi 35,8 persen dari 31,6 persen pada periode yang sama.
Secara rinci, penurunan IMK terdalam dialami kelompok rumah tangga (RT) berpendapatan di atas Rp1,5 juta–Rp3 juta/bulan (turun 6,1 poin). Sebaliknya, IMK pada kelompok RT berpendapatan kurang dari Rp1,5 juta/bulan justru mengalami peningkatan signifikan, yakni 21,8 poin (Month-over-Month/MoM).
Selain IMK, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) juga menurun 3,5 poin ke level 90,5 pada September 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) yang anjlok 5,4 poin ke level 65,8, mencerminkan pelemahan persepsi terhadap kondisi ekonomi lokal dan lapangan kerja saat ini.
Lihat Juga :