3 Tantangan Ini Masih Membebani Pelaku Usaha MICE dan Event
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A

Dia mengungkapkan, biasanya baru dibayar tiga bulan setelah event atau setelah membuat laporan pelaksanaan kegiatan, padahal supplier seperti tiket, hotel, katering, dan souvenir harus dibayarkan uang muka 50% hingga pelunasan sampai 2 minggu sebelum tanggal kegiatan.
"Bayangkan kalau event besar sampai ratusan miliar, kita sebagai perusahaan penyelenggara harus talangi dahulu semua, itu sangat memberatkan," ujarnya.
Kedua, skema pembiayaan perbankan ternyata tak mudah sehingga ada kesulitan pembiayaan perbankan. Suku bunga dinilai terlalu tinggi dan persyaratan pinjaman memberatkan. Agunan tidak bisa hanya tanah, tetapi harus ada bangunan, dengan nilai hanya dihitung 50%–60% dari NJOP sehingga terpaksa harus menyediakan aset jauh lebih besar daripada nilai pinjaman. Kondisi ini membuat industri sulit berkembang.
”Incca-Asita berharap pada pemerintah terutama Menteri Keuangan untuk mendorong pembayaran kepada pemenang tender kegiatan MICE, event dan multievent dengan uang muka dan pembayaran bertahap hingga kegiatan selesai, seperti diberlakukan untuk kontraktor dan lainnya. Kemudian pemerintah bisa memberikan kemudahan kredit perbankan untuk mendukung kegiatan atau event yang dibiayai APBN/APBD/BUMN/BUMD dengan jaminan sampai 150%,” ujarnya.
Sebagai perbandingan di negara lain seperti, Singapura dan Australia, jika berkontrak dengan pemerintah dapat menjaminkan kontrak tersebut sampai 70% dari nilai kontrak, bahkan bank-bank swasta bisa memberikan pinjaman 60-70% kalau dapat menunjukkan PO (purchase order).
Lihat Juga :