Kolaborasi Swasta dan Petani Hasilkan 10 Ton Padi per Hektar di Subang
Minggu, 05 Oktober 2025 - 19:25 WIB
loading...
Kolaborasi strategis antara Syngenta Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Subang sukses menggelar Festival Panen Raya di Lapangan Stadion Perjuangan, Compreng, Subang, Jawa Barat, Jumat (4/10). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kolaborasi strategis antara Syngenta Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Subang sukses menggelar Festival Panen Raya di Lapangan Stadion Perjuangan, Compreng, Subang, Jawa Barat, Jumat (4/10). Acara bertajuk "Sinergi untuk Indonesia Maju" membuktikan keberhasilan Komunitas 10 Ton Subang dalam mendongkrak produktivitas padi hingga dua kali lipat di atas rata-rata nasional.
Festival ini menjadi panggung sinergi bersama yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bupati Subang, anggota DPR, Bulog, KTNA, hingga lebih dari 500 petani. Kegiatan utama meliputi demonstrasi panen, peragaan teknologi pertanian modern seperti penggunaan drone, serta dialog interaktif antara petani, pemerintah, dan pihak swasta.
Tenaga Ahli Menteri PPN/Bappenas, Frans B.M. Dabukke, menekankan bahwa swasembada pangan merupakan prioritas utama pemerintah dalam perencanaan pembangunan nasional. "Untuk mencapai swasembada pangan dan beras, harus ada sinergi dan kolaborasi yang baik antara kementerian/lembaga pemerintah, pihak swasta, hingga pelaku usaha," ujar Dabukke dalam keterangan tertulis, Minggu (5/10).
Baca Juga: Dulu Nyaris Tak Kuliah, Kini Anak Petani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa dengan IPK 3,93
Keberhasilan panen raya ini selaras dengan peningkatan produksi beras nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan signifikan produksi beras nasional periode Januari hingga November 2025, mencapai 33,19 juta ton, naik 12,62% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini juga sejalan dengan proyeksi lembaga internasional USDA dan FAO.
Komunitas 10 Ton di Subang, yang saat ini beranggotakan 20 petani dengan total lahan 1,5 hektar, menjadi pusat perhatian. Dengan didampingi Syngenta, komunitas ini mengimplementasikan praktik pertanian yang baik dan memanfaatkan teknologi secara tepat, sehingga mampu mencapai produktivitas panen hingga 10 ton per hektar. Capaian ini fantastis, mengingat rata-rata produksi padi nasional berada di kisaran 5 hingga 6 ton per hektar.
Keberhasilan komunitas ini telah menjadi motor penggerak bagi petani Subang lainnya. Kabupaten lumbung padi ini sendiri tengah berupaya keras meningkatkan produksinya, di mana produksi gabah kering Subang pada 2025 telah mencapai 1 juta ton, meningkat dari 900 ribu ton pada tahun sebelumnya. Diharapkan semakin banyak petani yang bergabung dalam Komunitas 10 Ton, hasil panen di Subang secara keseluruhan akan terangkat.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, menegaskan komitmen perusahaannya. "Program Komunitas 10 Ton merupakan bukti nyata komitmen Syngenta dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan petani dan penerapan teknologi pertanian modern," jelasnya, berharap inisiatif ini menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Inovasi dan Edukasi untuk Petani
Dalam kesempatan tersebut, Syngenta turut meluncurkan buku panduan "Raih Hasil Optimal Budidaya Padi". Buku ini merangkum pengalaman dan pengetahuan perusahaan dalam mendampingi petani mencapai produktivitas optimal, dan rencananya akan diakses secara gratis oleh petani dan masyarakat umum sebagai referensi cepat dan solusi praktis di lapangan.
Selain peluncuran buku, demonstrasi penggunaan teknologi drone dalam mendukung praktik pertanian yang efisien dan ramah lingkungan juga ditampilkan, menunjukkan pergeseran pertanian tradisional menuju pertanian presisi.
Festival Panen Raya ini sekaligus menegaskan sinergi solid antara pemerintah, sektor swasta, dan petani dalam mewujudkan swasembada beras dan ketahanan pangan nasional, sejalan dengan visi Syngenta Indonesia: Petani MAJU (Maximize profitability, Accelerate innovation, Joint effort in sustainability, United one team).
Festival ini menjadi panggung sinergi bersama yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bupati Subang, anggota DPR, Bulog, KTNA, hingga lebih dari 500 petani. Kegiatan utama meliputi demonstrasi panen, peragaan teknologi pertanian modern seperti penggunaan drone, serta dialog interaktif antara petani, pemerintah, dan pihak swasta.
Tenaga Ahli Menteri PPN/Bappenas, Frans B.M. Dabukke, menekankan bahwa swasembada pangan merupakan prioritas utama pemerintah dalam perencanaan pembangunan nasional. "Untuk mencapai swasembada pangan dan beras, harus ada sinergi dan kolaborasi yang baik antara kementerian/lembaga pemerintah, pihak swasta, hingga pelaku usaha," ujar Dabukke dalam keterangan tertulis, Minggu (5/10).
Baca Juga: Dulu Nyaris Tak Kuliah, Kini Anak Petani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa dengan IPK 3,93
Keberhasilan panen raya ini selaras dengan peningkatan produksi beras nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan signifikan produksi beras nasional periode Januari hingga November 2025, mencapai 33,19 juta ton, naik 12,62% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini juga sejalan dengan proyeksi lembaga internasional USDA dan FAO.
Komunitas 10 Ton di Subang, yang saat ini beranggotakan 20 petani dengan total lahan 1,5 hektar, menjadi pusat perhatian. Dengan didampingi Syngenta, komunitas ini mengimplementasikan praktik pertanian yang baik dan memanfaatkan teknologi secara tepat, sehingga mampu mencapai produktivitas panen hingga 10 ton per hektar. Capaian ini fantastis, mengingat rata-rata produksi padi nasional berada di kisaran 5 hingga 6 ton per hektar.
Keberhasilan komunitas ini telah menjadi motor penggerak bagi petani Subang lainnya. Kabupaten lumbung padi ini sendiri tengah berupaya keras meningkatkan produksinya, di mana produksi gabah kering Subang pada 2025 telah mencapai 1 juta ton, meningkat dari 900 ribu ton pada tahun sebelumnya. Diharapkan semakin banyak petani yang bergabung dalam Komunitas 10 Ton, hasil panen di Subang secara keseluruhan akan terangkat.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, menegaskan komitmen perusahaannya. "Program Komunitas 10 Ton merupakan bukti nyata komitmen Syngenta dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan petani dan penerapan teknologi pertanian modern," jelasnya, berharap inisiatif ini menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Inovasi dan Edukasi untuk Petani
Dalam kesempatan tersebut, Syngenta turut meluncurkan buku panduan "Raih Hasil Optimal Budidaya Padi". Buku ini merangkum pengalaman dan pengetahuan perusahaan dalam mendampingi petani mencapai produktivitas optimal, dan rencananya akan diakses secara gratis oleh petani dan masyarakat umum sebagai referensi cepat dan solusi praktis di lapangan.
Selain peluncuran buku, demonstrasi penggunaan teknologi drone dalam mendukung praktik pertanian yang efisien dan ramah lingkungan juga ditampilkan, menunjukkan pergeseran pertanian tradisional menuju pertanian presisi.
Festival Panen Raya ini sekaligus menegaskan sinergi solid antara pemerintah, sektor swasta, dan petani dalam mewujudkan swasembada beras dan ketahanan pangan nasional, sejalan dengan visi Syngenta Indonesia: Petani MAJU (Maximize profitability, Accelerate innovation, Joint effort in sustainability, United one team).
(nng)
Lihat Juga :